5 Tips Bagi Kamu Pengguna Device Lintas Platform (Multi-OS)

5 Tips Bagi Kamu Pengguna Device Lintas Platform (Multi-OS)

0

5 Tips Bagi Kamu Pengguna Device Lintas Platform (Multi-OS)

Mungkin PC kamu adalah Windows dan smartphone kamu Android, atau laptop kamu Linux dengan smartphone Windows Phone, atau kamu memakai iPhone yang disandingkan gaming PC Windows 7, atau bahkan mungkin juga kombinasi lainnya.

Intinya adalah menggunakan device cross platform bukanlah tindakan kriminal. Sebagai konsumen kamu bebas memilih platform apapun yang sesuai dengan kebutuhan kamu sehari-hari. Dan tidak ada aturan mengenainya.

Menggunakan Windows PC tidak harus kamu sandingkan dengan Windows Phone, meskipun akan ada banyak keuntungan yang kamu dapatkan jika melakukannya. Hal yang sama juga dengan menggunakan Android tidak harus kamu sandingkan dengan Chromebook. Bahkan berdasarkan data statistik, sebagian besar pengguna Windows PC di Indonesia menggunakan Android sebagai platform smartphone mereka.

…cross platform is not a crime. Use it if you need it….

Tidak mengherankan memang karena faktanya Windows adalah OS PC terpopuler dunia, sedangkan Android adalah OS mobile terpopuler dunia.

Saya sendiri karena kebutuhan kerja harus menggunakan hampir semua jenis platform dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk itu mari kita lupakan sejenak persaingan antar platform, perebutan market share beserta segala embel-embelnya. Di artikel ini saya ingin berbicara tentang kita, kamu dan saya, sebagai konsumen, yang mungkin saat ini menggunakan device cross platform, dengan Windows adalah salah satunya.

Dari pengalaman saya menggunakan device lintas platform selama beberapa tahun terakhir, berikut ini adalah 5 tips yang bisa memudahkan kamu, serta bisa membuat kamu lebih nyaman menggunakan beberapa device dengan berbagai platform:

 

1. Manfaatkan Sinkronisasi Cloud Lintas Platform

Di era multi device seperti sekarang sinkronisasi sangatlah penting. Hal ini untuk menjamin data kamu di device satu bisa diakses di device lainnya dengan mudah dan otomatis.

Pertama perlu dicatat bahwa sinkronisasi dengan experience terbaik hanya bisa kamu dapatkan dari platform yang sejenis, karena memang sudah terintegrasi dan dibuat oleh perusahaan yang sama.

Sebagai contoh sinkronisasi settings, foto, dan data di Windows bakal lebih mulus jika dipasangkan dengan Windows 10 Mobile via OneDrive. Begitu pula sinkronisasi sistem, foto, dan data di Mac bakal lebih kaya experience jika dipasangkan dengan iPhone via iCloud.

Baca juga:  Apa yang Kamu Harapkan dari Microsoft di Tahun 2016? #Tanya

Tetapi hal ini tidak berarti pengguna lintas platform tidak bisa ikut menikmati sinkronisasi.

 

Sinkronisasi Foto, Dokumen, dan Data

Untuk sinkronisasi foto, dokumen, dan data lainnya, kamu bisa memanfaatkan layanan cloud storage lintas platform seperti Dropbox. Saya juga menggunakan Dropbox karena dia memiliki aplikasi official lintas platform di Windows, Mac, dan Linux.

Hal ini membuat dokumen yang saya buat di Windows bisa diakses di Mac dan Linux, begitu pula sebaliknya. Dropbox bahkan juga tersedia di iOS, Android, dan Windows Phone / Windows 10 Mobile.

 

Sinkronisasi Password

Setiap platform biasanya memiliki sinkronisasi data di password manager built-in mereka. Tetapi sebagai pengguna lintas platform kamu bisa memanfaatkan LastPass. Dengan LastPass detail account kamu bakal tersimpan di cloud dan bisa kamu akses di berbagai platform, hanya dengan menginstall add-on nya di browser kesayangan kamu.

 

Sinkronisasi History & Bookmark

Untuk masalah sinkronisasi history dan bookmark kamu tidak perlu pusing. Hampir semua browser populer saat ini memiliki fitur sinkronisasi, misalnya saja Chrome dan Firefox. Kamu hanya perlu login saja saat browsing dan semua bookmark, history, dan info lainnya bakal tersinkronisasi.

 

2. Gunakan Software & Apps Lintas Platform

Untuk setiap aplikasi yang kamu butuhkan, usahakan mencari yang tersedia secara lintas platform di OS yang kamu gunakan. Hal ini supaya kamu bisa menikmati experience yang sama antar platform, tanpa perlu mempelajari beberapa apps yang seringkali memiliki experience berbeda.

 

Aplikasi Office

Untuk aplikasi Office kamu bisa memakai Microsoft Office karena telah tersedia di Windows, Mac, Android, iOS, dan Windows Phone. Tetapi sayangnya bagi kamu pengguna Linux harus puas hanya dengan memanfaatkan Office Online. Beruntung di Linux Open Office dan berbagai aplikasi office open source lainnya cukup kompatibel dengan Microsoft Office.

 

Aplikasi Messaging

Untuk aplikasi kamu tidak perlu bingung memilih, karena hampir semua aplikasi messaging sekarang sudah cross platform. Kalaupun belum cross platform biasanya mereka menyediakan opsi akses secara web based melalui browser.

Saya sendiri untuk desktop messaging mengandalkan Skype karena tersedia di Windows, Mac, dan Linux (plus partner dan rekan kerja rata-rata menggunakan Skype). Sedangkan untuk mobile messaging menggunakan WhatsApp yang memang rajin diupdate di setiap platform.

Baca juga:  Cara Menonaktifkan Startup Program di Windows 10

Oh ya, sekarang ada aplikasi Franz yang menggabungkan hampir semua layanan messenger (termasuk WhatsApp, Skype, Slack, Facebook messenger, dsb) menjadi satu. Franz juga tersedia cross platform untuk Windows, Mac, dan Linux. (Baca: Nikmatnya Chatting Pake Franz, Semua Messenger Ngumpul jadi Satu)

 

Aplikasi Sosial Media

Sama seperti aplikasi messaging, aplikasi sosial media rata-rata juga sudah cross platform. Facebook, Twitter, Instagram sudah bisa diakses di iOS, Android, dan Windows Phone. Meskipun sangat disayangkan Path sudah ditarik dari Windows Phone beberapa waktu lalu.

 

Aplikasi Multimedia

Untuk video player desktop saya biasa menggunakan VLC karena sudah lintas platform. Untuk aplikasi musik memang agak sulit menemukan yang benar-benar lintas platform. Oleh karena itu untuk music player saya menggunakan aplikasi yang berbeda di setiap platform, namun mencari yang user experiencenya mirip-mirip. Misalnya AIMP di Windows, VOX di Mac, dan Audacious di Linux.

 

Aplikasi Editing Foto

Di era sosmed rasanya belum lengkap kalo upload foto tanpa diedit terlebih dahulu. Setidaknya foto dipercantik dulu dengan filter-filter tertentu. Sebagai pengguna Windows dan Mac kamu bisa memilih PhotoScape dan Fotor untuk editing foto secara instan.

Untuk tools yang lebih advanced lagi, kamu bisa menggunakan GIMP yang memang bisa digunakan di Windows, Mac, dan Linux.

 

Aplikasi Code Editor

Jika kamu developer yang menggunakan device cross platform, maka Sublime Text bisa menjadi code editor pilihan karena tersedia untuk Windows, Mac, dan Linux.

 

Aplikasi Text Editor

Bagi kamu blogger seperti saya, maka aplikasi text editor merupakan salah satu aplikasi yang paling krusial untuk dimiliki. Untuk itu saya sarankan kamu menggunakan Focus Writer yang tersedia di Windows, Mac, dan Linux sebagai teks editor utama kamu. Dengan begitu kamu bisa menikmati experience yang sama saat berganti-ganti platform.

 

3. Manfaatkan Remote Desktop Cross Platform

Kalau kamu ingin mengakses satu device melalui device lainnya yang berbeda platform, maka gunakan aplikasi remote desktop yang support semua platform tersebut. Saya merekomendasikan kamu untuk memilih Splashtop yang bisa digunakan untuk akses remote desktop antar platform, baik itu Windows, Mac, Ubuntu, Android, iOS, dan Windows Phone.

Baca juga:  Cek Windows Update, Ada Cumulative Update KB3124200 Untuk Windows 10 Build 10586

 

4. Atur Experience Semirip Mungkin

Setiap hari saya harus mengakses Windows, Mac, dan Linux saat bekerja. Untuk itu agar tidak membuat otak menjadi bingung, saya mengatur experience di desktop semirip mungkin.

Misalnya saja hal-hal simple seperti menggunakan wallpaper yang sama, susunan pin aplikasi di taskbar Windows yang sama dengan di Dock Mac & Linux, struktur folder yang sama, bahkan jenis aplikasi yang sama seperti yang sudah saya jelaskan di poin sebelumnya.

Experience yang mirip diantara masing-masing platform tersebut membuat saya lebih nyaman dan “feels like home” meskipun menggunakan platform yang berbeda-beda.

 

5. Kenali Kelebihan & Kekurangan Platform

Ketika kamu sudah menggunakan banyak platform dalam waktu lama, maka rasanya tidak ada hal yang patut dibanggakan atau dihujat secara berlebihan dari sebuah platform.

Kamu akan menyadari bahwa setiap platform punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan rasanya setiap platform akan cocok digunakan untuk menyelesaikan satu atau beberapa hal, tetapi di sisi lain terkadang terasa kurang untuk hal-hal lainnya.

Untuk itu kamu perlu mengenali platform yang kamu gunakan, memahami setiap kelebihan dan kekurangannya, lalu memanfaatkannya untuk membantu dan mempermudah kamu menyelesaikan keperluan atau pekerjaan kamu.

Sebagai contoh saya lebih banyak menggunakan Linux untuk maintain server dan development project yang memanfaatkan teknologi open source; Windows desktop untuk pekerjaan kantoran sehari-hari seperti mengelola dokumen dan untuk keperluan hiburan seperti gaming; sedangkan Mac OS X saya gunakan untuk aktivitas mobile di luar rumah, karena baterai MacBook Pro yang mampu bertahan hingga 11 jam penggunaan dalam sekali charging.

Tetapi terlebih dari semua itu saya menggunakan banyak platform tersebut karena memang pekerjaan saya menuntut hal itu.

 

Itulah 5 tips bagi kamu pengguna device cross platform berdasarkan pengalaman pribadi saya selama ini. Semoga tips ini bermanfaat dan sampai ketemu lagi di tips WinPoin berikutnya.

Productivity addict. Geek by nature. Platform Agnostic.