9 Alasan Kenapa Microsoft Perlu Waspada dengan Aplikasi Android di Chrome OS

9 Alasan Kenapa Microsoft Perlu Waspada dengan Aplikasi Android di Chrome OS

0

9 Alasan Kenapa Microsoft Perlu Waspada dengan Aplikasi Android di Chrome OS

Di event Google I/O 2016 beberapa waktu lalu secara resmi Google mengumumkan bahwa tahun ini mereka akan membawa Google Play ke Chromebook. Ini artinya pengguna Chromebook bakal bisa menjalankan aplikasi Android di device mereka.

Lalu kenapa Microsoft perlu waspada dengan hal ini..? Berikut ini beberapa alasannya:

 

1. Android Apps vs UWP

Di Windows 10 Microsoft mulai menggencarkan UWP (Universal Windows Platform), yaitu aplikasi yang bisa dijalankan di berbagai device berbasis Windows 10.

Konsep ini membuat aplikasi UWP bisa dijalankan di device seperti smartphone, tablet, ataupun PC.

Ini keren!

Tetapi dihadirkannya Android Apps ke Chromebook seolah memposisikan Android Apps berhadapan face to face langsung dengan UWP, karena dengan begitu Android Apps bisa berjalan di berbagai form factor populer saat ini yaitu smartphone, tablet, dan laptop, meskipun untuk laptop masih terbatas pada Chromebook saja.

Jumlah dan popularitas Android Apps bisa saja memperlambat jumlah dan popularitas dari UWP.

 

2. Google Play vs Windows Store

Di Windows 10 Microsoft jelas terlihat mengutamakan aplikasi Windows Store daripada aplikasi desktop yang dikuasainya saat ini.

Microsoft ingin Windows Store menjadi portal aplikasi utama pengguna Windows. Jangan heran jika akhirnya upgrade Windows 10 juga digratiskan bagi pengguna Windows 7 dan Windows 8.1. Salah satu tujuannya adalah untuk membawa sebanyak mungkin pengguna Windows ke ekosistem Windows Store di Windows 10. (Baca juga: Cara Upgrade Gratis ke Windows 10 Final dengan Media Creation Tool)

Hal ini juga bisa terbukti dengan dikonversinya semua tool bawaan Windows 10 menjadi UWP / Windows Store Apps. Bahkan mereka juga merilis Desktop App Converter untuk mengajak developer melakukan hal yang sama. (Baca juga: Converter Aplikasi Desktop ke UWP Dirilis, Download Disini)

Namun demikian hadirnya Google Play ke Chromebook bisa mengalihkan banyak mata dari Windows Store, baik itu pengguna yang tertarik dengan banyaknya aplikasi didalamnya, atau developer yang tertarik dengan potensi pendapatan disana.

Ya, secara tidak langsung kehadiran Google Play di Chromebook bisa menghambat perkembangan Windows Store.

 

3. Banyak Pengguna Android

Android saat ini menguasai market OS di smartphone maupun tablet. Jumlah penggunanya sangat banyak.

Tidak heran jika banyak orang terbiasa menggunakan Android berikut berbagai aplikasi favorit mereka di platform tersebut.

Dan ketika aplikasi itu hadir di Chromebook, ketertarikan mereka akan device tersebut bakal meningkat karena aplikasi yang biasa mereka gunakan di smartphone atau tablet Android bisa ditemui dan digunakan disana.

Baca juga:  7 Faktor yang (Mungkin Tanpa Kamu Sadari) Menjadikan Ponsel Nokia Nyaman Digunakan (Part 2)

Jika didukung dengan ketersediaan Chromebook dan harga yang terjangkau, maka bakal cukup mempengaruhi keputusan pengguna ketika akan membeli device baru.

 

4. Manufaktur Berlomba-lomba

Di dunia tablet apalagi smartphone, berbagai brand dan manufaktur berlomba-lomba merilis device Android mereka.

Selain gencar merilis device mereka juga gencar memasarkannya, baik melalui booth di mall, berbagai promo, bahkan juga iklan di TV ataupun media lainnya.

Jika kemudian aplikasi Android bisa dijalankan di Chromebook, dan permintaan Chromebook di market meningkat, maka manufaktur bakal berlomba-lomba merilis dan memasarkan Chromebook ke berbagai jangkauan pasar mereka. Sama seperti yang mereka lakukan saat ini dengan smartphone Android nya.

Jika ini terjadi maka Chromebook bakal ada dimana-mana dan iklannya akan bertebaran di berbagai media.

 

5. Apps Unggulan Windows Ada di Google Play

Di era kepemimpinan Satya Nadella, Microsoft memutuskan jadi cross platform friendly, merilis berbagai aplikasi unggulan Windows ke berbagai platform, termasuk juga Android.

Katakanlah seluruh paket Microsoft Office, Cortana, OneDrive, dan masih banyak yang lainnya juga. (Baca juga: Cortana Android vs Cortana Windows 10 Mobile, Siapa Pemenangnya?)

Dulu aplikasi tersebut merupakan keunggulan dari Windows device, sampai Google cukup frustasi hingga membeli Quickoffice untuk dijadikan aplikasi pengolah dokumen utama di Android.

Tetapi kini Microsoft Office dan sederet aplikasi produktif lain ada disana, membuat app gap di kategori produktivitas Android semakin tipis.

Dengan dihadirkannya aplikasi Android ke Chromebook, maka Chromebook pun bisa menjadi produktif dengan Microsoft Office dan berbagai aplikasi lainnya.

 

6. Chromebook Relatif Murah

Saat ini Chromebook harganya masih relatif murah, berkisar antara 2 hingga 4 jutaan. Dan sama seperti banyak smartphone Android, device murah cukup menjadi incaran banyak penggemar teknologi di kelas mid-end kebawah.

 

7. Mayoritas Orang Hanya Pengguna Umum

Meskipun aplikasi Android dihadirkan di Chromebook, sebenarnya untuk saat ini Chromebook masih bukan device yang ideal bagi power user.

Selain spesifikasinya yang mayoritas sederhana, berbagai keterbatasan seperti tidak adanya internal storage yang besar, aplikasi power user seperti Adobe Premiere dan semacamnya, serta game-game serius didalamnya, membuat Chromebook hanya bisa untuk penggunaan ringan sehari-hari.

Nah permasalahannya adalah sebagian besar orang hanyalah pengguna umum biasa. Para ibu-ibu dan remaja yang keseharian hanya membutuhkan device untuk Facebookan ataupun browsing-browsing cari hiburan, dan semacamnya.

Baca juga:  Evernote Mematikan Skitch dan Clearly, Tidak Ada Update dan Support Lagi

Hal paling produktif yang dilakukan mungkin hanyalah membuat atau mengolah dokumen dengan Microsoft Office, dimana sudah tersedia juga di Google Play.

Hal ini membuat Chromebook menjadi tambahan opsi bagi pengguna biasa, selain device Windows dan Mac OS X.

 

8. Salah Satu Permasalahan Utama Chromebook Terpecahkan

Salah satu alasan kenapa Chromebook sulit menjadi hit adalah adanya app gap. Dibandingkan dengan Windows dan OS X, Chromebook tidak memiliki padanan aplikasi yang berarti.

Hingga saat ini Chromebook hanya menggantungkan diri pada web apps dan Chrome Store, yang tentu secara fungsi sulit untuk menandingi full apps di Windows dan OS X.

Tetapi hadirnya Google Play beserta jutaan aplikasi didalamnya bakal memecahkan setengah dari masalah app gap ini.

 

9. Google Sering Mengambil Alih Market

Google bukanlah perusahaan kemarin sore yang layak untuk diremehkan. Dia adalah perusahaan dibalik Google Search, mesin pencari terpopuler saat ini yang sebelumnya berhasil menggulingkan dominasi Yahoo Search.

Dia juga perusahaan dibalik Android, yang popularitasnya membuat BlackBerry harus rela angkat kaki dan kini malah memproduksi smartphone berbasis Android juga.

Dia juga perusahaan dibalik layanan email populer Gmail, yang setelah kemunculannya berhasil mengambil banyak market dari layanan email lain yang sudah ada sebelumnya.

Artinya, datang belakangan dan merebut market bukan hal yang asing bagi perusahaan ini.

 

Tetapi….

Namun demikian Microsoft masih punya banyak waktu untuk mengambil langkah dan strategi dalam melindungi market share Windows dari caplokan Chrome OS.

Ada beberapa alasan kenapa Microsoft masih punya banyak waktu untuk tetap mempertahankan device Windows sebagai pimpinan di kelas PC.

 

Windows Masih Mendominasi

Hingga saat ini Windows masih mendominasi sebagai OS desktop dan laptop paling populer di dunia. Meskipun untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir market share nya harus turun dibawah 90%, tetapi dibandingkan Mac OS X ataupun Chrome OS, Windows masih jauh mendominasi.

 

Windows Membudaya

Begitu populernya Windows selama bertahun-tahun membuat OS ini sudah membudaya di berbagai lini, mulai dari pendidikan, pemerintahan, hingga perkantoran.

Di sekolah-sekolah, universitas, fasilitas pemerintahan, hingga di perkantoran mayoritas semuanya menggunakan Windows.

Menggantikan Windows dengan Chromebook tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, mengingat menggunakan Windows sudah menjadi kebiasaan dan telah membudaya bagi sebagian besar orang.

Bahkan tidak sedikit orang yang tidak bisa mengoperasikan atau setidaknya bingung ketika menggunakan komputer selain berbasis Windows.

Baca juga:  Mengkonfigurasi Fitur AutoPlay di Windows 10

 

Ketersediaan Chromebook Terbatas

Untuk saat ini ketersediaan Chromebook di berbagai market, termasuk Indonesia, masih sangat terbatas. Menemukan Chromebook di mall-mall teknologi tidaklah semudah menemukan laptop berbasis Windows.

Di kelas PC dan laptop, device Windows jumlahnya masih jauh lebih melimpah dibandingkan Chromebook.

Tetapi sekali lagi, jika manufaktur sudah berlomba-lomba merilis Chromebook setelah support aplikasi Android nanti, maka cerita bisa jadi berbeda.

 

Power User App di Windows

Seperti yang sudah WinPoin jelaskan diatas, membandingkan Chromebook dan Windows device sebenarnya tidak seimbang.

PC Windows masih menjadi PC yang sebenarnya, dengan dukungan penuh dari aplikasi desktop app dan banyaknya aplikasi bagi power user.

Katakanlah aplikasi full power dari keluarga Adobe, seperti Premiere, Photoshop, dsb. Lalu ada juga Corel atau aplikasi desain lainnya.

Belum lagi aplikasi animator serta berbagai aplikasi bagi power user yang ketersediaannya sangat melimpah.

Hal ini bakal sulit ditemui di Chromebook, setidaknya untuk saat ini dan beberapa tahun kedepan.

 

OS Terbaik untuk Power Gaming

Memang di Google Play ada banyak sekali game seru, dan bagi sebagian orang sudah sangat mendukung untuk keperluan gaming.

Tetapi bicara tentang power gaming, memainkan game yang berat dan kompleks, Windows masih menjadi OS yang paling powerful untuk itu.

Dukungan serta kemampuannya mengeksplorasi resource hardware seperti GPU, Processor, dan RAM untuk keperluan gaming tidak diragukan lagi.

Terlebih dengan DirectX 12 terbaru di Windows 10, ketersediaan PC dan laptop gaming yang bervariasi, banyaknya accesories gaming untuk Windows, serta mayoritas game yang support Windows.

Untuk power gaming, Windows masih sulit tergantikan hingga saat ini.

 

Ketergantungan Akan Windows

Bagi mayoritas kalangan bisnis dan enterprise, termasuk juga rumah sakit, perkantoran, perbankan, creative house, manufaktur, dsb masih sangat tergantung dengan Windows.

Bertahun-tahun menjadi OS dominan membuat developer mengembangkan aplikasi bisnis spesifik di platform Windows, sehingga hampir mustahil bagi mereka untuk beralih dari Windows, platform dimana aplikasi bisnis mereka berjalan lancar.

 

Itulah 9 hal kenapa Microsoft sebaiknya mulai waspada dengan kehadiran aplikasi Android di Chromebook.

Meskipun masih ada banyak faktor dan alasan yang membuat Microsoft punya cukup waktu untuk memikirkan langkah dan strategi kedepannya, sebaiknya Microsoft bergegas untuk waspada.

Jangan sampai mereka lengah sehingga hal yang terjadi pada Symbian dan BlackBerry OS terulang di Windows PC.

Tidak ada salahnya sedia payung sebelum hujan, bukan?

Productivity addict. Geek by nature. Platform Agnostic.