Inilah Kenapa Bing Sulit Menjadi Besar

Inilah Kenapa Bing Sulit Menjadi Besar

4

Inilah Kenapa Bing Sulit Menjadi Besar

Jika dilihat dari jumlah penggunanya, Bing tentu masih kalah jauh dibandingkan dengan Google. Ada banyak alasan yang bisa menjadi penyebabnya, dan di artikel ini kita bahas beberapa diantaranya.

Terlalu Pilih-Pilih

Jujur saja, sebenarnya ada banyak sekali fitur bing yang sangat bagus. Tetapi entah kenapa fitur tersebut hanya bisa dinikmati di US saja. Yup..Bing tidak merilis fiturnya untuk semua negara. Banyak sekali fitur Bing yang bisa diakses di US tetapi tidak bisa dinikmati di Indonesia dan negara-negara lainnya.

Katakan saja fitur Explore Tweets, Search Lyrics, Music Video Discovery, dsb.

Padahal fitur tersebut sangat bagus dan bisa menjadi hal yang mampu menarik pengguna baru, tetapi Bing memutuskan untuk merilis fitur tersebut hanya untuk US saja.

Tidak Membangun Hubungan dengan Publisher

Tahukah kamu dengan Google Adsense? Itu adalah advertising network yang bisa diikuti oleh siapa saja untuk mendapatkan penghasilan dari konten yang dia buat. Search engine merupakan tempat untuk mencari konten, dan Google tahu itu. Akhirnya Google menawarkan program advertising yang semakin memotivasi publisher untuk menciptakan banyak konten. Bahkan publisher sampai berlomba-lomba untuk bisa tampil baik di Google dengan melakukan optimasi untuk mesin pencari tersebut.

Alhasil ada banyak sekali konten baru yang tercipta, dan karena mayoritas publisher mengoptimasinya untuk Google, maka Google lah yang akhirnya diuntungkan. Pengguna akhirnya lebih memilih untuk menggunakan Google karena bisa menemukan konten-konten tersebut dengan lebih mudah dan relevan.

Android

Google merupakan mesin pencari default di sistem operasi mobile terpopuler di dunia, Android. Dengan jumlah pengguna Android yang luar biasa besar, maka Google pun lebih banyak digunakan di mobile device daripada Bing.

Namun Microsoft sudah mulai mengatasinya dengan menjadikan Bing sebagai search engine default di Windows 8.1 with Bing. Bahkan di Windows 10 Microsoft langsung mengintegrasikan Bing ke OS tersebut. Ini adalah langkah cerdas untuk meningkatkan jumlah pengguna Bing di kalangan pengguna Windows.

Kurang Teroptimasi Secara Lokal

Google memiliki versi khusus untuk setiap negara, dimana setiap versi memang dioptimasi untuk negara tersebut. Hal ini membuat pengguna bisa mendapatkan konten dalam bahasa lokal dengan lebih mudah dan relevan. Katakan saja di Indonesia mereka memiliki versi Google.co.id yang sangat bagus untuk mencari konten berbahasa Indonesia.

Itulah beberapa hal yang menurut kita membuat Bing agak sulit berkembang. Jika saja Bing tidak pilih-pilih dalam merilis fitur serta, membangun hubungan yang baik dengan publisher, serta teroptimasi untuk konten lokal di berbagai negara, mungkin market share Bing bisa lebih tinggi dari saat ini.

Namun demikian bukan berarti Bing tidak memiliki kelebihan. Cortana yang mengandalkan Bing beberapa kali tepat sekali dalam menebak hasil pertandingan piala dunia. Hasil pencarian Bing seringkali juga lebih bersih dari konten spam akibat berbagai trik SEO yang dilakukan oleh para publisher nakal.

Apakah ada hal-hal lain yang kita lewatkan? Jangan lupa sampaikan juga uneg-uneg kamu di kolom komentar dibawah ini.

NB: Dapatkan Phablet Windows 10 Mobile GRATIS (Giveaway) | Beli (1.7 Jutaan)

Untuk Review & Giveaway Kepoin Tekno, Subscribe!
Productivity addict. Geek by nature. Platform Agnostic.
  • Aji Saputra Raka Siwi

    Benar….

  • Juga google hadir duluan.
    Google indexnya juga jauh lebih banyak n fresh

  • Vinsens

    Kadang gw klo nyari sesuatu di google gak ketemu, coba di bing atau yahoo search kadang ketemu.
    Google sekarang kebanyakan content spam gara2 pada main SEO secara ngawur

  • Muhammad Dary Azhari

    Enakan DuckDuckGo daripada Google, serasa lebih aman