Kelebihan Perangkat Nokia/Microsoft: Tangkapan Sinyal yang Konsisten dan Bagus

Kelebihan Perangkat Nokia/Microsoft: Tangkapan Sinyal yang Konsisten dan Bagus

0

wp_20160926_15_06_39_pro

Meskipun adopsi Windows Mobile 10 tidak menunjukkan tanda-tanda peningkatan, ada banyak hal yang masih membuat saya seolah mengalami ketergantungan pada platform ini. Selain Outlook Mail dan Skype yang sangat superior di Windows Mobile 10, salah satu hal yang menjadikan saya sukar beralih ke platform lain adalah: tangkapan sinyal yang sangat bagus dan konsisten di perangkat Nokia atau Microsoft.

Sebelumnya, saya perlu menceritakan sedikit latar belakang saya (meskipun sudah sering diceritakan juga), bahwa saya adalah beberapa di antara pengguna Windows Mobile 10 yang benar-benar memerlukan platform ini untuk kepentingan kerja. Lingkungan profesi saya menggunakan Email dan Skype secara masif – Dua hal yang ditangani Windows Phone atau Windows Mobile 10 dengan sangat baik. Satu hal lagi: Saya aktif menggunakan perangkat ponsel untuk menelepon (dan menerima telepon) berbagai lembaga di seluruh Indonesia untuk kepentingan kerja, dan meskipun yang lebih sering saya gunakan ‘hanya’ Lumia 535, namun perangkat ini benar-benar berhasil menghadirkan konektivitas yang baik, panggilan yang jernih baik untuk saya maupun lawan bicara saya, serta juga fasilitas aplikasi telepon yang mendukung.

 

Mengapa perangkat Nokia / Microsoft Memiliki Konekvititas yang Baik?

7_faktor_nokia_nyaman_2

Saya pernah membahas secara detail mengenai mengapa perangkat produksi Nokia / Microsoft nyaman digunakan untuk bertelepon. Nokia adalah salah satu yang pertama kali memperkenalkan sistem active antenna dan fitur noise cancellation yang digunakan secara baik. Ini menjadikan mic hanya menangkap suara kamu saja dan mengabaikan noise di latar belakang, sehingga lawan bicaramu akan menangkap suara yang jernih ketika kamu berbicara.

TheVerge baru-baru ini membahas bahwa iPhone 7 mengalami permasalahan dengan konektivitas data serta koneksi suara yang sangat buruk ketika dipakai menelepon. Update dari Apple sedikit memperbaiki masalah ini, namun hal ini mengingatkan juga bahwa Apple secara konsisten mencatatkan kualitas konektivitas medioker jika dibandingkan perangkat High End lainnya.

Sekedar informasi, perangkat yang legendaris dalam hal konektivitas dan kualitas panggilan telepon adalah Motorola dan BlackBerry. Nokia secara konsisten memosisikan diri berada di bawah mereka berdua. Sebuah penelitian di Denmark bahkan menyebutkan bahwa Lumia 640 merupakan perangkat dengan konektivitas terbaik, baik dari segi tangkapan suara maupun data internet. Ini dapat kamu simak dalam tabel berikut:

Peringkat perangkat berdasarkan kualitas data internet yang diterima
Peringkat perangkat berdasarkan kualitas data internet yang diterima

 

Peringkat perangkat berdasarkan kualitas panggilan telepon
Peringkat perangkat berdasarkan kualitas panggilan telepon

Kamu bisa membaca hasil penelitian tersebut secara lengkap di sini.

Untuk iPhone, konon konektivitas terburuk dimiliki oleh iPhone 4, iPhone 6 dan iPhone 7. Pengalaman saya menunjukkan bahwa iPhone 6 yang digunakan oleh teman saya sering sekali sulit ditelepon jika dia berada dalam ruangan tertutup. Dia seringkali harus berjalan ke luar rumah untuk menerima telepon lebih baik, sementara saya dengan santai menerima telepon di tempat yang sama menggunakan Lumia 535 milik saya.

Ada faktor lain yang menjadikan perangkat milik Nokia / Microsoft superior dalam hal penerimaan data dan tangkapan suara untuk telepon, yaitu menara sinyal komunikasi. Sudah merupakan pengetahuan umum jika kamu bekerja di pengadaan tower atau kuliah di bidang TI, ada empat provider tower terbesar di Indonesia yang menguasai lebih dari 80% pengadaan tower komunikasi. Mereka adalah: Ericsson, ZTE, Huawei, dan… Nokia! Untuk Denmark, tempat penelitian yang saya singgung di atas berlangsung, angkanya lebih menyeramkan lagi. Lebih dari 90% tower komunikasi di Denmark atau daerah Nordic adalah dari Ericsson dan Nokia. Ini merupakan salah satu alasan mengapa perangkat ponsel yang dibuat oleh Nokia, Huawei, ZTE, atau Ericsson (di Indonesia) secara konsisten memiliki kemampuan komunikasi yang bagus. Pengujian dan penyetelan didasarkan pada sistem tower milik mereka sendiri, sehingga tanpa memandang menara mereka nantinya dimanfaatkan oleh operator mana, tangkapan sinyal untuk perangkat tersebut memiliki kecenderungan yang bagus.

 

Tips Jika Konektivitas Kamu Terasa Kurang Baik

wp_20160513_17_47_11_pro

Beberapa teman sempat mengeluhkan kepada saya, jika memang tangkapan sinyal untuk Windows Phone atau Windows Mobile bagus, mengapa dalam situasi yang ‘menantang’ (tempat sulit sinyal), mengapa perangkat Windows Phone cenderung malah mendapatkan sinyal yang lebih rendah – Edge mungkin – sementara perangkat Android tertentu justru masih memperoleh sinyal 3G. Untuk masalah ini, kita perlu menengok pada karakteristik perangkat. Memaksakan menangkap sinyal dengan frekuensi tinggi, tentu saja lebih membebani kinerja antena dan baterai. Dalam situasi semacam ini, perangkat Windows Phone sebagian besar memiliki setting agar ‘main aman’ dengan mengambil sinyal yang frekuensinya lebih rendah agar pengguna mendapatkan tangkapan yang lebih konsisten. Ini karena fokus OS Windows Phone adalah mengirit resource dalam situasi menantang, berbeda Android yang bisa ‘dipaksa’ untuk memboroskan daya guna menghasilkan performa yang diinginkan. Saya secara spesifik menyebut Android, karena dalam situasi serupa, Apple iOS menggunakan pendekatan yang kurang lebih sama dengan Windows Phone, yaitu menghemat resource.

Namun demikian, jika kamu mengalami kesulitan konektivitas, ada beberapa tips yang dapat kamu perhatikan dan praktikkan, antara lain:

  1. Sulit mendapatkan tangkapan sinyal, baik untuk telepon maupun data di Windows Phone. Mungkin waktunya kamu memeriksakan IC sinyal ataupun kondisi antena kamu di Nokia Care Center atau Unicom. Kedua komponen ini cenderung berkurang kemampuannya seiring waktu. Saya pernah mengganti tiga komponen sekaligus setelah dua tahun menggunakan Lumia 820, yaitu antena, IC sinyal, serta speaker telepon.
  2. Sinyal hilang di lokasi tertentu. Coba restart perangkat. Jika tetap tidak mendapatkan sinyal, pindah ke tempat lain.
  3. Tidak mendapatkan koneksi LTE, padahal sudah mengganti kartu SIM. Menurut pengalaman saya, penyesuaian di perangkat Nokia / Microsoft lebih lambat dibandingkan perangkat lain. Contoh dalam pemakaian dunia nyata, misalnya hari pertama saya mengganti SIM ke 4G/LTE, saya berada di lokasi yang sebenarnya tercakup 4G, namun tidak mendapatkan sinyal 4G, maka pada hari kedua atau ketiga jika saya berada di lokasi yang sama, barulah saya mendapatkan sinyal 4G tersebut.
  4. Tidak mendapatkan data internet sama sekali ketika ada gangguan pada Home Internet / WiFi. Berbeda dengan perangkat iOS atau Android yang secara otomatis beralih ke data mobile ketika ada gangguan pada Home Internet / WiFi (yang sering berakibat ‘jebol’-nya pemakaian data pada pengguna perangkat iOS – Terutama yang menyalakan fitur WiFi Assist), perangkat Windows Mobile tidak akan beralih secara otomatis ke data seluler, kecuali kamu mematikan WiFi. Sebagai tambahan, jika kamu ingin mendapatkan bantuan dari data seluler jika WiFi mengalami gangguan, maka kamu dapat membuka Setting > Network & Wireless > Data Usage

784f81f9f043ea7f255be7bbff7f1b1e5ae58baf1dbe0d43b0350bb15017dd60

Nah, kamu dapat memilih untuk mengizinkan agar paket datamu ikut mendukung akses internet apabila WiFi lemah atau kurang dapat diandalkan dengan tap tombol “Allow“.

 

Penutup

Jika kamu perhatikan, banyak orang yang berusia tua, apalagi gaptek, seumuran Bapak atau Ibu kita lebih memilih menggunakan perangkat Windows Phone / Microsoft daripada Android. Asal kita bersedia ‘sedikit bersusah payah’ mengatur setting tile di start screen agar lebih mudah mereka gunakan, maka mereka akan lebih senang menggunakan ponsel ini daripada perangkat dengan platform Android. Mengapa demikian? Karena orang seumuran mereka lebih nyaman menggunakan perangkat tersebut untuk menelepon, menerima telepon, dengan dukungan baterai yang cenderung lebih hemat – Kebutuhan yang cukup terpenuhi di perangkat milik Nokia / Microsoft. Sering saya menerima curhatan bahwa Android ‘lebih ribet’ bahkan sekedar untuk menerima telepon atau menelepon. Ini lebih parah lagi dialami perangkat low end. Seringkali perangkat mengalami hang atau restart saat digunakan untuk menelepon.

Pengalaman yang saya temui di kehidupan sehari-hari tersebut menjadikan saya sadar bahwa ternyata ada satu hal yang dapat kita banggakan dari perangkat Windows Mobile, yaitu konektivitas yang mumpuni. Punya pengalaman sendiri terkait konektivitas perangkat Nokia / Microsoft? Sumbangkan pendapat kamu di kolom komentar!

 

Sumber: Neowin, TheVerge, MacRumors, MSPoweruser

 

NB: Dapatkan Phablet Windows 10 Mobile GRATIS (Giveaway) | Beli (1.7 Jutaan)

Untuk Review & Giveaway Kepoin Tekno, Subscribe!
Penulis Winpoin yang paling sering minta dimaklumi kalau lagi lama nggak nulis | Dengan senang hati menjawab pertanyaan seputar Windows Phone lewat akun Twitter @kikisidharta