Target Microsoft untuk Menekan Jumlah Pengguna XP Terlihat Tidak Realistis

Target Microsoft untuk Menekan Jumlah Pengguna XP Terlihat Tidak Realistis

0

Target Microsoft untuk Menekan Jumlah Pengguna XP Terlihat Tidak Realistis

Microsoft sudah mengumumkan akan menghentikan support XP pada 8 April 2014 mendatang. Hal itu dilakukan untuk “memaksa” pengguna XP agar melakukan upgrade dan beralih dari OS yang sudah berumur 12 tahun tersebut.

Tidak hanya menghentikan support XP saja, Microsoft juga memiliki target untuk menekan jumlah pengguna XP hingga dibawah 10% sebelum 8 April 2014 nanti. Tetapi target tersebut sepertinya terlihat semakin tidak realistis.

Dari data statistik pengguna Windows terbaru bulan Juli, market share Windows XP masih kokoh bertengger di posisi kedua dengan jumlah pengguna sebesar 37.19%.

Target Microsoft untuk Menekan Jumlah Pengguna XP Terlihat Tidak Realistis

Bahkan WinPoin turut melakukan polling dan hasilnya menunjukkan bahwa 61.02% pengguna XP enggan untuk melakukan upgrade karena menganggap XP masih oke.

Target Microsoft untuk Menekan Jumlah Pengguna XP Terlihat Tidak Realistis

Microsoft cukup aktif mengumumkan bahwa support XP akan segera dihentikan, dan hal itu sudah berlangsung sejak lebih dari 2 tahun lalu. Tetapi kalau melihat dari data bulan Agustus 2011, market share XP hanya turun sedikit saja dalam 2 tahun. Saat itu XP masih memiliki market share sebesar 52.46%, hanya 15.27% lebih tinggi dari saat ini.

Banyak pengguna XP belum memiliki alasan kuat kenapa mereka harus melakukan upgrade. Mereka menganggap bahwa hingga saat ini XP masih mampu memenuhi kebutuhan mereka dalam berkomputer.

So..berdasarkan data, fakta, dan analisa tersebut, WinPoin beranggapan bahwa target Microsoft untuk menekan jumlah pengguna XP hingga dibawah 10% sebelum 8 April 2014 tidaklah realistis.

Menurut kamu?

via Net Applications

NB: Dapatkan Phablet Windows 10 Mobile GRATIS (Giveaway) | Beli (1.7 Jutaan)

Untuk Review & Giveaway Kepoin Tekno, Subscribe!
Productivity addict. Geek by nature. Platform Agnostic.