via HowtoGeek

Acara Apple beberapa hari yang lalu antara lain mengumumkan bahwa iPhone terbaru akan support dual SIM meskipun (sayangnya) salah satunya adalah eSIM. Ini bukanlah hal baru karena Apple Watch 3 yang dirilis tahun lalu juga sudah memperkenalkan eSIM ini untuk memungkinkan Apple Watch 3 menggunakan koneksi internet secara mandiri. Namun, sistem eSIM ini masih belum digunakan di Indonesia karena tidak adanya operator yang mendukung sistem ini. Meskipun demikian, menarik untuk diulas apa perbedaan antara eSIM dan SIM umum yang dapat kita pasangkan di ponsel atau mungkin juga laptop.

via ZDNet

Jika ditelusuri lebih jauh, sebenarnya Microsoftlah yang mempopulerkan eSIM ini melalui acara Computex 2017 yang mana mengungkapkan ambisi Microsoft untuk memanfaatkan teknologi eSIM di perangkat Windows 10 miliknya. Ini sudah mulai terwujud melalui perangkat Always Connected PC yang gencar dirilis oleh Microsoft sejak tahun lalu. Google Pixel 2 yang sudah dirilis juga memiliki teknologi eSIM. Tapi seperti biasa, exposure media selalu lebih menggila saat Apple yang memanfaatkan teknologi tersebut.

 

Apa itu eSIM?

via MobileWorld

eSIM adalah singkatan dari embedded SIM, dalam artian SIM yang tertanam (dalam konteks tertanam di perangkat elektronik dengan kemampuan menangkap data seluler). Ukuran eSIM lebih kecil dari kartu SIM biasa dan sementara ini hanya dapat digunakan untuk menangkap data seluler, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat digunakan juga untuk menelepon melalui sistem jaringan GSM. Di negara-negara yang mendukung eSIM, sistem ini memiliki keistimewaan lain, yaitu dapat memanfaatkan jaringan operator lain. Ini memungkinkan tangkapan sinyal yang stabil dan juga beralih antar akun langganan (di AS kita perlu berlangganan data untuk eSIM) dengan mudah. Karena ukurannya, eSIM juga memungkinkan perangkat memiliki ukuran lebih kecil dan ringkas. Apple Watch 3 adalah salah satu contoh pemanfaatan eSIM dalam sebuah perangkat berukuran kecil.

via Apple

 

Apa Beda eSIM dengan SIM Biasa?

Seperti yang sudah saya singgung di atas, selain dimensi yang lebih kecil, eSIM juga masih hanya memiliki kemampuan terbatas dibandingkan SIM tradisional. eSIM belum dapat digunakan untuk menelepon dengan gelombang umum, namun ini bisa berubah di masa mendatang. Tidak semua operator juga sudah mendukung penggunaan eSIM ini. Sementara eSIM hanya didukung di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

 

Peluang Menggunakan eSIM di Indonesia

via Merdeka

Menerapkan teknologi eSIM mungkin tidak serumit upaya mengaplikasi teknologi koneksi seperti 5G misalnya, sehingga menurut saya sebenarnya operator-operator seluler di Indonesia memiliki peluang untuk ‘memeluk’ teknologi ini, dengan syarat mereka mau mempertimbangkannya. Dengan makin banyaknya perangkat yang memanfaatkan teknologi eSIM seperti Always Connected PC, Apple Watch 3, serta iPhone Xs, Xs Max, dan Xr yang baru dirilis kemarin, mungkin ini sudah waktunya bagi operator di Indonesia untuk memikirkan aplikasi eSIM di Indonesia!

 

 

Referensi

de Looper, Christian. (2018). What is an eSIM? Here’s everything you need to know. Digital Trends.

Summerson, Cameron. (2017). What are eSIMs and How Do They Work? HowtoGeek

 

  Tips Pilihan iOS 12, Wajib Coba!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.