Seperti yang telah ditulis dalam artikel Obsidian, Aplikasi Catatan Dengan Konsep Local-First, saya saat ini sudah menggunakan aplikasi ini sebagai aplikasi catatan utama yang sejujurnya sudah cukup nyaman saya gunakan sebagai pengganti Notion dan AnyType.

Nah seperti yang juga telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya, meskipun kita bisa mendapatkan fitur sync agar catatan tersinkronisasi antar perangkat, sayangnya kita harus beli paket langganan dengan harga $5 untuk sync dan $10 untuk publish yang tentu akan lebih murah jika bayar tahunan.

Namun jangan khawatir guys, karena sebenarnya masih ada cara alternatif yang bisa kita lakukan agar data dan catatan tetap tersinkronisasi dengan mudah tanpa ada masalah.
Sync via Cloud Storage
Nah yang pertama dan paling saya rekomendasikan adalah dengan melakukan sinkronisasi data dengan Cloud Storage, caranya sederhana, cukup simpan Obsidian Vault di OneDrive, Google Drive, Dropbox dan lainnya.
Dimana jika disimpan di folder tersebut (misalkan OneDrive di Windows), maka setiap perubahan akan tersimpan otomatis ke cloud dan tentu akan tersinkronisasi.

Nah contohnya seperti pada gambar diatas, saya menyimpan Vault di OneDrive, dimana setiap perubahan akan langsung tersimpan di cloud, jika saya membuka Obsidian di perangkat Windows lain dengan akun Microsoft yang sama, saya cukup buka Vault tersebut saja.
Hal yang sama bisa kamu lakukan dengan Google Drive, Dropbox atau Mega, catatannya satu saja, asal folder Vault disimpan dan disync otomatis oleh penyedia layanan cloud storage.
Sync via Repository Github
Nah untuk kamu power user atau sudah terbiasa dengan command line dan repository, sinkronisasi menggunakan Git bisa jadi solusi yang sangat powerful dan fleksibel. Konsepnya sederhana, Obsidian Vault kamu dijadikan sebuah repository Git, lalu setiap perubahan dicommit dan dipush ke GitHub atau Git server lain.
Kelebihan metode ini adalah kontrol versi, dimana kamu tentunya bisa melihat histori perubahan catatan, mengembalikan versi lama jika terjadi kesalahan, bahkan bekerja secara paralel di beberapa device tanpa takut catatan rusak.

Nah untuk caranya sendiri mudah kok, yang pertama kamu cukup Inisialisasi repository Git di folder Obsidian Vault > Commit setiap perubahan > Push ke Github.

Di perangkat lain, kamu cukup clone saja repository-nya dan jika ada perubahan yang dilakukan di perangkat lain, cukup Pull saja datanya.
Btw nih kawan kawan, untuk mempermudah, kamu juga bisa memakai plugin seperti Obsidian Git yang memungkinkan commit dan push langsung dari dalam Obsidian tanpa harus buka terminal setiap saat.

Sync via Syncthing
Nah yang terakhir dan bisa kamu coba adalah dengan menggunakan Syncthing, dimana metode ini cocok untuk kamu yang ingin sync peer to peer tanpa cloud storage. Konsep-nya jadi mirip dengan AnyType, dimana data akan langsung disinkronkan antar perangkat selama terhubung ke jaringan yang sama atau internet.
Kelebihan metode ini tentunya adalah privasi, dimana data tidak disimpan di server pihak ketiga, semua file tetap berada di perangkat kamu sendiri. Kekurangannya, semua device harus aktif agar sinkronisasi bisa berjalan dengan lancar.
Kamu bisa mendownload Syncthing dari halaman berikut. Dan setelah Syncthing terpasang di semua perangkat, langkah selanjutnya cukup mudah, guys. Kamu tinggal menambahkan folder Obsidian Vault ke dalam Syncthing, lalu bagikan folder tersebut ke device lain yang ingin kamu sinkronkan. Pastikan semua perangkat sudah saling terhubung dan status folder menunjukkan synced.
Namun dari apa yang saya coba sih, agar lebih baik disarankan untuk tidak membuka Obsidian secara bersamaan di dua perangkat yang sedang mengedit file yang sama. Karena meskipun Syncthing cukup pintar dalam menangani konflik, tetap ada kemungkinan muncul file conflict jika kamu mengubah catatan yang sama di waktu bersamaan.
Jadi pilih yang mana?
Nah untuk melihat perbedaannya kamu bisa cek tabel yang telah saya buat berikut, dimana tentu ada kelebihan dan kekurangannya masing masing dari setiap metode sync.
| Metode Sync | Kemudahan Setup | Privasi | Real-time Sync | Kontrol Versi | Biaya | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Cloud Storage | Sangat Mudah | Sedang | Ya | Tidak | Gratis / Berbayar | Pengguna umum, pemula |
| GitHub Repository | Sulit | Tinggi | Tidak | Ya | Gratis | Power user, developer |
| Syncthing | Menengah | Sangat Tinggi | Ya | Tidak | Gratis | Pengguna fokus privasi |
Kalo saya sih karena butuh version history, metode dengan Git + Cloud yang paling pas, karena sekali setup maka sisanya hanya akan mengikuti saja.
Tapi apakah kamu ada metode lain? coba komen dibawah guys, dan untuk sekedar catatan sih, sebenarnya Notion juga sudah bagus dan memang setelah sebelumnya hampir 2 tahun saya pakai Notion, enak enak saja, namun karena tidak tersedia aplikasi native di Linux tentu alternatif lain harus saya coba.
Komen dibawah guys dan berikan pendapatmu.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
