
Sebelumnya kita sudah membahas mengenai Empat Alasan Kenapa Linux Lebih Baik dari Windows dan ternyata ada beberapa komentar menarik yang mungkin bisa kita ikut bahas juga di artikel ini.
Nah selama bertahun-tahun, perdebatan Windows vs Linux memang jelas tidak ada habisnya, meskipun Linux sering dipuji karena kebebasan, open-source, efisiensi dan performa maksimalnya, namun disisi lain, Windows masih bertahan sebagai sistem operasi desktop paling dominan di dunia dan itu tentu bukan tanpa alasan dong.
Nah terlepas dari sekarang ada cukup banyak pengguna Linux baru karena dukungan Windows 10 yang dihentikan, tapi Windows (terutama Windows 11) masih tetap menjadi pilihan utama mayoritas pengguna, baik pengguna rumahan seperti kita, professional bahkan hingga industri.
Kemudahan Penggunaan dan Lebih Cepat Penyesuaian
Salah satu keunggulan Windows adalah kemudahannya, sejak pertama kali setup atau dinyalakan, pengguna langsung bisa bekerja tanpa perlu belajar banyak hal teknis, misalkan kamu beli perangkat baru (contoh laptop baru yang sudah preinstalled dengan Windows 11 dan Office 2024), tinggal setup hingga selesai dan sudah deh, sistem bisa langsung dipakai, browser ada, aplikasi bawaan juga banyak, tinggal install aja aplikasi lain yang dibutuhkan.

Berbeda dengan Linux yang meskipun sekarang semakin user friendly, namun tetap saja masih banyak hal yang harus dilakukan, jadi untuk pengguna awam atau pengguna yang hanya ingin laptopnya langsung dipakai bekerja, jelas Windows adalah pilihan paling baik karena jauh lebih praktis.
Kompatibiltas Software Luas Banget
Meskipun Linux sudah memiliki banyak aplikasi yang mendukung bahkan banyak juga alternatif-nya juga, tapi faktanya dan bahkan jadi poin paling krusial adalah Windows punya kompatibilitas software yang nyaris tidak tertandingi. Mulai dari Adobe, AutoCAD, Corel dan bahkan aplikasi akutansi contohnya MYOB, dia hanya berjalan di Windows.

Dengan kata lain, di Windows, install aplikasi, klik next, selesai. Untuk lingkungan kerja profesional, efisiensi seperti ini sangat penting, berbeda di Linux karena tidak semua aplikasi berjalan sempurna, update bisa memicu masalah baru, dan troubleshooting sering kali membutuhkan usaha ekstra.
Gaming dan Dukungan Hardware Lebih Matang
Oke sebelumnya kita sudah bahas juga bahwa Gaming di Linux sudah jauh lebih berkembang berkat Steam Proton, tapi kawan-kawan, tidak bisa diragukan bahwa Windows tetap jadi platform utama bagi developer Game, Driver GPU dan teknologi baru seperti DLSS, Ray Tracing dan lain lain.

Banyak game populer juga hanya berjalan di Windows, contoh RDR2 dan lainnya, oleh karena itu untuk Gaming, Windows tetap jadi pilihan paling utama.

Selain game, hal yang sama juga berlaku untuk hardware lain, misalkan printer, scanner dan device enterprise lain, di Windows, dukungan driver biasanya langsung tersedia resmi dari vendor tanpa ada konfigurasi tambahan, tinggal install, konfigurasi sesuai kebutuhan dan selesai.
Contohnya aplikasi penting untuk monitoring yang biasanya dipakai perusahaan besar yaitu EcoStruxure Platform dari Schneider Electric yang hanya berjalan di Lingkungan Windows.
Integrasi Ekosistem dan Dukungan Jangka Panjang
Nah satu hal yang pasti, meskipun Windows itu merupakan sistem operasi, tapi sistem ini sudah menjadi bagian dari ekosistem yang besar, mulai dari integrasi Microsoft Office, OneDrive, Teams, bahkan hingga Active Directory membuat Windows sangat kuat di lingkungan kerja dan perusahaan.

Selain itu, dari sisi dukungan, Windows juga menawarkan dukungan update jangka panjang dan konsisten, meskipun kadang bermasalah, namun Microsoft selalu berusaha untuk memperbaikinya melalui KIR atau Known Issues Rollback, jadi harusnya update bermasalah langsung terisolasi.
Lalu Windows ini Untuk Siapa?
Windows terutama Windows 11 yang menjadi sistem operasi versi paling baru dan masih mendapatkan dukungan penuh Microsoft, tentu sangat cocok digunakan oleh mayoritas pengguna, apalagi jika ingin sistem yang stabil, kompatibel, mudah digunakan dan siap dipakai sejak hari pertama, jika di bandingkan Linux, jelas Windows masih menjadi pilihan yang paling masuk akal.
Selain itu, mayoritas perkantoran dan lingkungan kerja masih menggunakan Windows, pengguna Linux memang ada, namun Windows tetap jadi pilihan utama.
Beberapa perangkat baru juga sudah preinstalled dengan Windows mengingat tentu vendor hardware ingin pengguna untuk bisa langsung dengan mudah menggunakan produk mereka, tinggal buka dari box, setup dikit dan selesai, pengguna bisa pakai untuk pekerjaan mereka
Komentar Pembaca
Nah pada artikel sebelumnya, ada beberapa komentar menarik nih, sekalian saja kita bahas disini.
Dari Raja Linux, “nggak bebas install adobe, autodesk, corel, tiktok, mendeley, valorant, google drive dll 😭”
Nah jujur aja, itu fakta yang langsung dirasakan pengguna baru Linux, masalahnya sih bukan cuma tidak bisa sama sekali, tapi ribet jika bisa, dan bahkan mustahil untuk beberapa aplikasi. Di Windows, semua tinggal klik dan jalan, dan bagi banyak orang, produktivitas tidak boleh kalah oleh idealisme OS saja.
Dari Rizki Kurniasan, “Sebenernya agak lucu blognya Windows tapi akhir akhir ini bahasnya Linux… Linux not for everyone anyway…”
Yap bener banget Linux bukan untuk semua orang, apalagi di dunia kerja nyata, kompatibilitas dokumen dan workflow lebih penting daripada sekedar gratis atau open source saja, bahkan banyak perusahaan rela bayar mahal hanya untuk lisensi.
Dan kenapa akhir akhir ini kita bahas Linux, ini tentu untuk memberi konteks perbandingan, bukan berarti membahas linux berarti mengabaikan Windows loh ya.
Dari Yare Yare, “Masalahnya orang tidak peduli OS nya apa… kompatibilitas sangat penting disini.”
Saya setuju banget, mayoritas pengguna itu tidak peduli dengan kernel, filesystem, atau lisensi, yang penting cuma satu, kerjaan selesai tanpa ribet. Dan Windows jelas menang disini, karena sudah jadi standar de facto.
Dari Andji varrahman, “Semua akan subjektif… sekarang windows 11 + WSL.”
Betull banget, WSL jadi bukti bahwa Windows memang tidak anti Linux, dan dengan WSL keduanya bisa berjalan berdampingan dan saling melengkapi satu sama lain.

Dari Hamdi Musaad "“OS tanpa aplikasi penting sama aja seperti gelas tapi bolong.”
Analogi yang bagus banget dan itu bener, OS itu cuma fondasi aja, tapi nilai sebenarnya jelas datang dari aplikasi dan ekosistem, tanpa efek domino dari pengguna, developer dan industri, OS sehebat apapun yang tetap aja kosong untuk kebanyakan orang.
Nah bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
