Berita kali ini cukup mengejutkan hingga sedikit sekali di antara penggemar teknologi menduganya: IBM menggolkan deal untuk mengakuisisi Distributor Linux, Red Hat Inc senilai $33,4 miliar. Jumlah tersebut memang terlalu menggiurkan untuk ditolak. Sebagai catatan, nilai tersebut adalah deal ketiga terbesar di dunia teknologi sepanjang sejarah. IBM akan membeli semua saham Red Hat, masing-masing sebesar USD 190, dengan nilai premium 63% terhadap nilai perusahaan tersebut saat ini.

Pembelian tersebut nampaknya untuk memperkuat posisi IBM di bisnis cloud. IBM adalah salah satu penyedia layanan cloud terbesar di dunia di bawah Microsoft dan Amazon, namun akhir-akhir ini mereka menyaksikan kedua raksasa tersebut memakan pangsa pasar dan pertumbuhan cloud IBM semakin menurun. Skor IBM semakin memburuk setiap tahun berdasarkan Magic Quadrant for Cloud Infrastructure as a Service (IaaS) Seluruh Dunia 2018 berdasarkan penelitian Gartner. Analisis strategis menyebutkan bahwa mereka kurang agresif di pasar ini.

“Akuisisi Red Hat adalah ‘pengubah arah’. Ini akan mengubah segala sesuatu di pasar cloud,” demikian tanggapan chairman dan CEO IBM, Ginni Rometty. “IBM akan menjadi penyedia cloud hybrid nomor satu di dunia, menawarkan solusi cloud terbuka kepada perusahaan-perusahaan yang kemudian akan berlanjut ke peningkatan nilai cloud untuk bisnis.”

“Menurut perhitungan kami, Red Hat akan mampu masuk ke lebih banyak perusahaan dibandingkan dengan saat ini”

Red Hat sendiri sebenarnya sedang mengalami penurunan. Kinerjanya di pasar saham berada di bawah ekspektasi pada kuartal sebelumnya, sehingga banyak yang memperkirakan bahwa Red Hat akan segera disalip oleh rival-rivalnya.

Mengenai harga yang luar biasa tinggi tersebut, Rometty menyatakan bahwa IBM “membayarkan sebuah harga yang adil. Ini adalah sebuah perusahaan premium. Jika Anda melihat ke bawah, perusahaan ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang kuat, profit kuat, cash flow yang sangat kuat“ jelas Rometty. “Ini adalah akuisisi untuk pertumbuhan pendapatan, ini bukan untuk sinergi biaya.”

Red Hat menjadikan IBM sebagai ‘pemain cloud yang kredibel, baik untuk cloud privat maupun hybrid’. Analis Bloomberg, Anurag Rana menyatakan. “Ini memberikan aset yang akan dinantikan IBM ke depannya, bukan ke belakang.”

IBM menyatakan bahwa Red Hat akan mengembangkan dan meningkatkan kemitraan Red Hat saat ini, termasuk dengan para penyedia cloud utama seperti Amazon Web Service, Microsoft Azure, Google Cloud, Alibaba, dan banyak lagi selain IBM Cloud. Pada saat yang bersamaan, Red Hat akan mendapatkan keuntungan dari skala cloud hybrid milik IBM yang akan membantu memperluas portofolio teknologi open source Red Hat ke bisnis global.

 

Sumber: MSPoweruser

  Apa Kabar Windows Phone..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.