
Meskipun Intel tetap ngotot dan tidak mau mengakui tuduhan ini, namun pengadilan memutuskan bahwa mereka telah bersalah karena memanipulasi hasil benchmark Pentium 4 generasi pertama agar terlihat lebih unggul dari AMD Athlon.
Kejadian ini memang bukan hal yang baru terjadi, melainkan terjadi pada awal tahun 2000 lalu. Kala itu Intel merilis Pentium 4 dan ternyata performanya masih dibawah AMD Athlon. Untuk membuat processornya laku, maka Intel melakukan manipulasi benchmark supaya banyak pembeli yang tertarik dengan Pentium 4. Hal ini juga dilakukan Intel agar processor Pentium 4 terlihat mampu bersaing dengan AMD Athlon.
Namun seperti pepatah bau busuk akhirnya tercium juga, upaya manipulasi benchmark ini akhirnya terendus juga oleh publik hingga membuat pengadilan menyatakan Intel bersalah.
Untuk itu pengadilan mengharuskan Intel untuk mendonasikan 4 juta dolar kepada lembaga pendidikan non-profit, serta membayar $15 untuk setiap pengguna komputer yang membeli PC dengan Pentium 4 sekitar bulan November 2000 hingga Juni 2002.
Pembeli Pentium 4 bisa mengajukan klaim untuk mendapatkan ganti rugi $15 tersebut. Namun sayangnya ganti rugi ini hanya berlaku bagi pembeli dari US saja. Untuk pembeli Pentium 4 dari Indonesia nampaknya hanya bisa gigit jari saja.
Tindakan manipulasi seperti ini memang banyak dilakukan oleh perusahaan untuk membuat produk mereka tampak bagus dan kompetitif. Tetapi kita tidak menyangka dan sangat terkejut ketika mendengar ternyata Intel melakukannya juga, meskipun hingga saat ini mereka masih bersikeras tidak pernah melakukannya.
Bagaimana pendapat kamu dengan tindakan manipulasi benchmark ini?
via ubergizmo
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
