via Business Insider

Saya percaya bahwa seseorang harus mengikuti mimpinya, dan saya melakukannya

Dalam sebuah bukunya, Larry Ellison, Co-Founder Oracle, salah satu perusahaan terbesar Silicon Valley, menuliskan itu. Kutipan pria yang sudah mengundurkan diri dari posisi CEO Oracle pada tahun 2014 yang lalu itu dibuktikannya sendiri dengan berbagai capaiannya. Larry Ellison tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan net worth sebesar USD 55,2 miliar per Maret 2017 yang lalu. Meskipun banyak melakukan inovasi dalam software database management systems, Ellison lebih dikenal karena gaya hidupnya yang santai dan mewah serta kesukaannya kawin cerai dan gonta-ganti pacar – sisi hidup yang sangat berbeda dibandingkan petinggi Silicon Valley lain yang biasanya hidup dalam kesederhanaan.

 

Anak Desa

via Astrum People

Lawrence Joseph Ellison dilahirkan persis setahun sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya: 17 Agustus 1944. Saat melahirkan Larry, ibunya, Florence Spellman, masih berusia 19 tahun dan tidak tahu bagaimana harus membesarkan seorang anak, apalagi ayahnya adalah seorang pilot pesawat tempur yang sedang pergi berperang (saat itu adalah masa Perang Dunia II). Bocah yang masih berusia sembilan bulan ini akhirnya dititipkan kepada kakan perempuannya, Lilian Spellman Ellison (dari sinilah nama keluarga ‘Ellison’ berasal). Meskipun berstatus anak adopsi, Larry dibesarkan dalam keluarga yang penuh kasih sayang.

Sayangnya perbedaan karakter dengan ayah tirinya menimbulkan banyak pertengkaran di masa remaja Larry. Ayahnya adalah orang yang keras kepala dan taat terhadap prinsip, sedangkan Larry sejak kecil menunjukkan sifat yang mandiri, bebas, dan tanpa kompromi. Di masa sekolah, Larry sudah tertarik pada bidang-bidang yang tidak umum diminati remaja seusianya: Konstruksi pesawat antariksa, teknologi tinggi, dan teknik mesin. Meskipun seorang nerd, Larry juga dikenal memiliki prestasi olahraga yang baik, terutama di cabang Squash, Voli, dan hoki.

Setelah lulus dari SMA South Shore di Urbana-Champaign, Larry masuk University of Illinois pada tahun 1960. Dalam sebuah wawancara, Larry mengakui bahwa dia sebenarnya sangat bersemangat dan menanti-nantikan masa kuliah karena dia ingin memuaskan minatnya akan teknologi di Universitas. Sayangnya, baru semester pertama, menjelang ujian final, ibu (angkat) Larry meninggal dunia. Kematian orang yang sangat dicintainya ini begitu memukul Larry sehingga dia tidak mengikuti ujian dan memutuskan untuk dropout dari University of Illinois. Setelah masa-masa perenungan, hidup luntang-lantung selama setahun dari hasil kerja part-time, Larry mendaftar lagi di University of Chicago untuk mengejar gelar Fisika dan Matematika. Namun ternyata dia tidak mampu menunjukkan prestasi di universitas ini. Nilai-nilainya begitu buruk sehingga akhirnya dia dikeluarkan, baru di semester pertama. Usianya saat itu 22 tahun!

Meskipun demikian, Larry menolak pulang. Dia tetap termotivasi untuk mengejar kesuksesan meskipun saat itu hidup di bawah garis kemiskinan. Saat itu bidang Komputer dan programming sedang naik daun dan menarik minat Larry. Dia belajar dengan tekun di malam hari, sementara siangnya bekerja serabutan apa saja. Larry juga mengunjungi berbagai klub penggemar komputer dan menghadiri banyak acara. Setelah berkenalan dengan banyak orang, Larry menyerap ilmu mereka dan menjadi pembelajar yang baik. Dia mulai terkenal sebagai programmer pemula yang cemerlang di kalangan para programmer amatir.

 

Awal Karir

Amdahl Corporation via Springer Link

Berkat lingkar pergaulan dan kemampuannya, Larry akhirnya diterima di Amdahl Corporation, sebuah perusahaan teknologi yang didirikan pada tahun 1970. Larry adalah karyawan angkatan pertama perusahaan tersebut. Beberapa tahun kemudian, dia pindah ke sebuah perusahaan elektronik yang lebih besar bernama Ampex. Ini merupakan prestasi besar bagi Larry karena perusahaan ini adalah saingan Sony Corporation di Amerika! Di Ampex, Larry mengurus sebuah sistem database untuk CIA yang disebutnya sebagai “Oracle” (sebutan ini adalah dari Larry sendiri).

Ampex Corp

Pada tahun 1977, Larry Ellison bertemu dengan Bob Miner di Ampex. Bob adalah talent yang direkrut Ampex sebagai supervisor baru. Bob tidak lama bekerja di Ampex. Beberapa bulan kemudian dia mengajukan pengunduran diri dan mendirikan perusahaan baru yang bernama Software Development Laboratories (SDL), bersama dengan Bruce Scott dan Ed Oates. Beberapa bulan setelah SDL berdiri, Larry direkrut oleh SDL sebagai mitra bisnis dan berinvestasi USD 1.200 ke perusahaan tersebut.

Ed Oates, salah satu pendiri SDL kemudian meminta Larry mempelajari sebuah makalah dari Edgar F. Codd mengenai manajemen database: “A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks”. Makalah ini menginspirasi Larry yang kemudian menciptakan sistem manajemen database yang bisa membantu mengelola daftar klien, data peralatan, catatan finansial, informasi transaksi, korespondensi, dokumen hukum, dan sebagainya.

Pada tahun 1982, SDL kemudian diganti namanya menjadi Oracle System Corporation dengan Larry yang tercatat sebagai salah satu pendirinya!

 

Membesarkan Oracle System Corporation

via Astrum People

Produk andalan Oracle saat itu adalah Oracle RDBMS, sistem yang dikembangkan oleh Larry. Uniknya saat menjual produk, mereka memberi nama rilisan produknya sebagai v2.0, karena Larry yakin bahwa tidak ada seorang pun yang mau membeli versi pertama.

Pada saat itu, Oracle RDBMS adalah software pertama yang dapat melakukan pengelolaan database secara mudah dan luar biasa. Misalnya, software ini dapat mengurutkan supermarket yang memiliki kinerja terbaik setelah kita memasukkan data-data Supermarket tersebut secara detail. Oracle RDBMS menjadi rujukan perusahaan-perusahaan besar, lembaga penelitian, dan banyak agensi untuk pengelolaan database. Ini adalah prestasi yang luar biasa karena saat itu Oracle baru memiliki delapan orang karyawan – termasuk tiga orang pendirinya: Larry Ellison, Bob Miner, dan Ed Oates.

Prestasi Oracle ini menyentak IBM, raksasa teknologi AS yang secara tradisional sudah ‘menguasai’ dunia teknologi sejak tahun 50-an. Mulai 1974, IBM sebenarnya sudah mengerjakan sebuah produk database berdasarkan teori Codd (makalah yang sama yang menginspirasi Larry untuk menulis program Oracle RDBMS) dan disebut IBM System R. Proyek ini tidak kunjung selesai, bahkan setelah Oracle merilis produk Oracle RDBMS. Ini sebenarnya ironis karena Larry sebenarnya sempat mengajukan proposal kerjasama dengan IBM pada saat menulis Oracle RDBMS karena Larry ingin agar produknya juga kompatibel dengan sistem milik IBM. Sayangnya, para eksekutif IBM menolak membagikan kode System R yang sedang mereka kembangkan sehingga kerjasama ini tidak pernah terwujud.

Tahun 1982, pendapatan Oracle mencapai USD 2,5 juta (masih dengan hanya 8 karyawan saja) – dan ini tentu saja merupakan pukulan telak bagi IBM yang dengan sumber daya melimpah yang dimilikinya, nyatanya kalah dengan delapan orang Enthusiast dalam mengembangkan sebuah program database. Oracle bahkan menjalin kontrak dengan pemerintah AS, mencakup semua lembaga milik pemerintah untuk Oracle RDBMS. Nilai kontrak ini sudah cukup bagi Oracle untuk melakukan penelitian lanjutan dan mengembangkan versi lebih hebat dari Oracle RDBMS!

Pada tahun 1983, Oracle merilis versi 3 Oracle RDBMS. Software ini dapat diakses secara komersial dan dapat diinstal oleh semua operating system dan semua mainframe, workstation, PC, microcomputer, dan banyak mesin lain. Investasi USD 1200 yang dikucurkan Ellison pada saat dia pindah ke SDL, kini terbayar dengan pendapatan perusahaan yang mencapai USD 5 juta – berarti peningkatan 100% dalam setahun! Larry saat itu sangat bangga dan bahagia. Namun peningkatan profit itu ternyata belum ada apa-apanya dibandingkan pencapaian perusahaan selanjutnya. Pada tahun 1986, Oracle mengumpulkan pendapatan penjualan sebesar USD 55 juta!


Seperti perusahaan lain pada umumnya, Oracle juga mengalami masa-masa sulit yang mampu diatasi oleh Larry Ellison. Baca cerita lengkapnya di Kisah Silicon Valley #80 – Larry Mengatasi Masa Suram Oracle.

 

 

Referensi

Farzan, Antonia. (2015). From a college dropout to a $54 billion fortune — the incredible rags-to-riches story of Oracle founder Larry Ellison. Business Insider

Larry Ellison Biography: Success Story of Oracle Co-Founder. Astrum People.

  Apa Kabar Windows Phone..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.