NCC

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi Nokia Care Center karena Nokia Lumia 820 saya mengalami kerusakan LCD setelah jatuh secara spektakuler dengan ‘wajah’ menghadap ke bawah. Alangkah terkejutnya saya ternyata perangkat kesayangan ini tidak dapat lagi diservis di Nokia Care Center Malang. Mbak resepsionis yang manis menyatakan bahwa untuk perangkat Lumia, perbaikannya diserahkan pada unit khusus Microsoft di Surabaya, dan saya harus datang sendiri ke Surabaya karena Nokia Care Center ‘tidak lagi menangani’ perangkat Lumia. Tentu saja ini menjadikan saya cukup syok karena salah satu alasan saya ketika pertama kali menggunakan Lumia adalah nama besar Nokia dan layanan purna jualnya sangat terjamin dan tepercaya.

Sebenarnya isu ini telah lama menjadi bahasan panas di antara pengguna Lumia. Ketika Microsoft mengakuisisi Nokia, banyak user yang merasa khawatir akan masa depan perangkatnya. Nokia Care Center sudah hampir menjadi urban legend karena kemudahannya mengurus garansi dan perbaikan bagi handset Nokia, dan ini tentu saja menimbulkan rasa aman. Sementara itu Microsoft tentu saja belum jelas kemampuannya dalam menangani berbagai klaim dari pengguna untuk perangkatnya. Fakta bahwa saya harus melangkah ke kota lain untuk mendapatkan servis resmi saja sudah cukup mengkhawatirkan. Jaringan mereka tentu belum luas dan hingga saat ini hanya Tuhan yang tahu kualitas seperti apa yang bakal mereka tawarkan dalam memberikan pelayanan.

Meskipun sebelumnya mereka berjanji akan memanfaatkan jaringan luas Nokia dalam memberikan layanan, nyatanya ini sekedar lip service, terbukti bahwa Microsoft kemudian merintis Pusat Layanan miliknya sendiri. Tanggal 8 Desember 2014, raksasa software ini membuka Microsoft Devices Care di Singapura. Untuk yang di Indonesia, saya telah mencari kabar, namun nampaknya belum dibuka secara resmi dan Microsoft sepertinya melakukannya secara ‘gerilya’ alias diam-diam mengelola layanan perbaikan, namun belum menyeluruh.

Isu ini ‘dibumbui’ dengan perangkat Microsoft, Lumia 535, yang menuai protes massal akan kualitasnya. Spek tinggi perangkat yang pertama kali mengenakan cap Microsoft ini seakan tak berarti diterpa permasalahan touch (dan beberapa permasalahan lainnya) yang melanda pengguna di seluruh dunia. Saya pribadi makin was-was jika perangkat ‘murni’ Microsoft saja terlihat meragukan, bagaimana mereka dapat menggantikan Nokia memberikan layanan lainnya?

Untuk menggantikan Nokia, Microsoft perlu:

1. Membuka Care Center di semua kota Indonesia, minimal di kota besar.

2. Memberikan garansi untuk perangkat Lumia yang dijual, penggantian dan perbaikan gratis dalam jangka waktu yang disepakati dalam perjanjian garansi (umumnya enam bulan).

3. Memberikan support penuh suku cadang untuk semua perangkat Lumia dan melayani segala jenis perbaikan Lumia

4. Menyediakan aksesori resmi untuk perangkat Lumia

Kita semua berharap Microsoft dapat melakukan semua hal tersebut di atas dengan baik, sehingga dongeng ini dapat ditutup dengan kalimat: “…Live happily ever after” untuk semua pengguna Lumia (khususnya di Indonesia).

Kemudian Microsoft akan menjadi legenda!

  15 Fitur Baru Keren Android P  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.