Storage atau tempat penyimpanan merupakan salah satu bagian penting dalam sebuat laptop, tablet ataupun smartphone. Mulai dari sistem operasi hingga koleksi foto para platelet tersimpan disini. Tempat penyimpanan tersebut bisa berupa Harddisk, SSD, atau eMMC. Perbedaan Harddisk dengan tempat penyimpanan lainnya sudah terlihat jelas, namun bagaimana dengan SSD dengan eMMC?

Apa itu eMMC?

Jika kamu pernah punya Nokia Symbian generasi awal, kamu pasti tidak asing dengan MMC (Multi Media Card), kartu penyimpanan eksternal yang beberapa generasi selanjutnya lebih kita kenal dengan kartu SD (Secure Digital). MMC masih belum punah, akan tetapi kini lebih sering ditemukan dalam bentuk tertanam/tersolder ke motherboard (embedded). Inilah asal mula dari nama eMMC yaitu embedded multi media card. Penyimpanan eMMC umumnya ditemukan di smartphone, tablet dan laptop murah. eMMC menggunakan NAND flash memory yang sama seperti di flashdrive, kartu SD begitupula SSD.

Perbedaan eMMC dan SSD

Meskipun konsepnya sama ada perbedaan menonjol antara eMMC dan SSD. Kecepatan eMMC 5.1 sudah mencapai 400MB/s, setara dengan kecepatan rata-rata SATA SSD. Namun, bukan sekedar kecepatan saja yang mempengaruhi performa. eMMC biasanya beroperasi dengan gerbang memori yang lebih sedikit daripada SSD, artinya keduanya bisa memindah file dengan kecepatan yang sama, tetapi dalam volume yang berbeda. Perbedaan ini akan terlihat saat kamu mengoperasikan banyak file atau software sekaligus. Dimana kamu akan merasakan penurunan kecepatan yang signifikan di eMMC.

Ribet ya? Baik, analogikan saja seperti ini. Ada dua buah jalan. Jalan pertama (eMMC) adalah jalan kecil di pedesaan dengan dua jalur. Jalan kedua (SSD) adalah jalan tol dengan banyak jalur. Jika hanya satu atau dua mobil mungkin bisa sama cepatnya, tapi kalau ada ratusan mobil? Di jalan pertama macet, di jalan kedua masih lancar.

images via Windows Central

Selain itu, kecepatan baca PCIe SSD terbaru sudah mencapai 3,2GB/s lho. Artinya SSD memiliki potensi kecepatan yang jauh lebih tinggi dari eMMC yang versi paling tingginya mentok di 400MB/s.

Kesimpulan

eMMC:

  • Memiliki harga lebih murah dari SSD karena kecepatan kerja rata-rata lebih pelan dari SSD.
  • Lebih pas jika digunakan untuk file-file kecil dan kerja ringan seperti browsing atau mengedit dokumen.
  • Biasa ditemukan di smartphone, tablet, atau laptop terjangkau.
  • Kapasitas eMMC umumnya tidak terlalu besar, biasanya sekitar 32GB, 64GB, dan 128GB.

SSD:

  • Cocok buat kamu yang butuh kerja dengan software berat macam Maya, After Effect, Premiere dan sekelasnya.
  • Kapasitas maksimal SSD lebih besar dibanding eMMC, umumnya antara 128GB sampai 4TB.
  • Harga dari SSD bervariasi. SATA SSD memiliki harga yang lebih murah dibanding PCIe SSD. Tapi rata-rata kecepatan baca tuis SATA SSD lebih pelan daripada PCIe SSD.

Bagaimana denganmu? Apakah kamu pemakai salah satu dari kedua tipe penyimpanan ini? Jika iya, bagikan juga pendapat dan pengalamanmu disini ya!

  Akhir dari Notch di Android..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.