Home Editorial 7 Hal yang Bisa Dilakukan Pengguna Windows, Tapi Cuma Mimpi Bagi Pengguna...

7 Hal yang Bisa Dilakukan Pengguna Windows, Tapi Cuma Mimpi Bagi Pengguna Mac

Banyak yang menasihatkan “pilihlah OS yang cocok untuk aktivitas kamu” – Ini sangat benar dalam praktik sehari-hari. Ada beberapa hal yang mungkin unggul dilakukan di MacOS, namun sebaliknya lebih banyak hal lagi yang mungkin bisa dilakukan pengguna Windows. Untuk membantu kamu memilih OS yang tepat sesuai dengan kebutuhan, saya menyusun berbagai hal yang mudah dilakukan pengguna Windows (utamanya Windows 10), tapi cuma mimpi untuk pengguna Mac!

 

1| Kontrol Layar Sentuh

Salah satu ide paling brilian Microsoft dekade ini adalah menjadikan OS-nya ‘ramah sentuhan’, diawali dengan Windows 8 (yang sayangnya bersama Vista disebut-sebut paling flop di antara berbagai versi Windows), Microsoft menyempurnakan visi OS-nya saat merilis Windows 10. OS ini memang dioptimasi untuk penggunaan layar sentuh, sehingga pengguna dapat berinteraksi secara lebih menyeluruh dengan hardware Windows. Apa gunanya memiliki layar sentuh pada laptop atau PC? Selain pengendalian yang lebih detail, ini juga memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan hardware Windows untuk keperluan desain, gambar, membuat coretan, atau aktivitas lain yang membutuhkan peran digital pen. Sistem ini terbukti bermanfaat sekali dalam konteks pendidikan maupun dunia kerja profesional!

Lalu mengapa Apple tidak mengikuti? Rupanya Tim Cook terlanjur gengsi karena mengeluarkan komentar bahwa “…menyatukan tablet dan PC itu adalah seperti menyatukan pemanggang roti dan kulkas… Secara teori mungkin tapi hasilnya tidak akan sebagus pemanggang roti dan kulkas sebagai perangkat yang berbeda..” Namun akhir-akhir ini, Apple nampaknya malu-malu berupaya mengimplementasikan sistem tersebut melalui Macbook Pro touchbar miliknya – Deretan touchbar ini dinyatakan sebagai ‘kontrol revolusioner’ yang akan meningkatkan pengalaman menggunakan laptop. Sayangnya implementasi serba nanggung ini justru menuai banyak kritikan.

Sebaliknya, Microsoft nampaknya dapat mendebat pernyataan Tim Cook tentang pemanggang roti dan kulkas, karena perangkat Surface Pro generasi terbaru dan Surface Book 2 sudah mengejar kemampuan iPad Pro sebagai perangkat gambar dan desain (Oke, keduanya sedikit jauh dari Wacom yang memang merupakan spesialis dalam hal ini) – Sementara itu, iPad masih sangat jauh jika ingin ‘mengaku’ sebagai komputer sungguhan karena banyaknya keterbatasan yang dimiliki untuk aktivitas kerja sehari-hari.

 

2| Kustomisasi Tampilan

Ada berbagai tema yang dapat kamu instal jika ingin tampilan perangkat Windows PC atau laptop kamu tampil beda dengan lainnya. Kustomisasi yang dilakukan juga bakal sangat ekstrim dan personal. Ini tentu saja susah, bahkan nyaris tidak mungkin dilakukan oleh pengguna MacOS yang harus puas hanya dengan mengganti-ganti wallpaper atau posisi dock miliknya.

 

3| Melakukan Tablet Mode (dan aneka variannya)

Berhubungan dengan poin pertama, Windows 10 memungkinkan implementasi tablet mode. Jika menggunakan perangkat yang memang dirancang sebagai convertible atau 2-in-1, kamu dapat dengan mudah mengubah perangkat kamu menjadi tablet dengan desain UI yang memudahkan implementasi tersebut. Kenapa saya mencantumkan ‘aneka variannya’? Itu karena perangkat Microsoft memiliki banyak implementasi dengan memanfaatkan fitur ini. Misalnya mengubahnya menjadi ‘tent mode’ untuk menikmati multimedia. Ini menjadikan perangkat Microsoft terasa luwes dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

4| Login dengan Windows Hello

Sejak 2015, Microsoft telah menyempurnakan piranti keamanan yang memanfaatkan kamera khusus perangkat Windows laptop atau PC, yaitu Windows Hello. Kamera yang digunakan untuk login ke perangkat menggunakan teknologi pemindai retina yang hingga kini akrab digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar. Sistem ini bahkan tidak dapat diakali oleh kembar identik!

Saya tidak menutup kemungkinan bahwa Apple akan menerapkan teknologi 3D camera dan sistem Face ID yang saat ini berada di iPhone X pada Macbook. Tapi seperti yang kita ketahui, masih banyak celah untuk mengakali teknologi ini, seperti halnya yang dibahas oleh banyak channel YouTube, misalnya memanfaatkan topeng wajah yang didesain mirip pemilik perangkat.

 

5| Kompatibilitas dengan Berbagai OS (Termasuk Mobile)

Melakukan pengujian aplikasi iOS dan MacOS? Kamu bisa memanfaatkan tool yang ada di perangkat Windows. Suka melakukan koding untuk Linux? Kini kamu bisa menjalankan bash untuk Linux di Windows 10.

Perangkat mobile apa yang kamu pakai? Cukup menginstal iTunes di Windows, maka perangkat kamu akan dapat dengan mudah membaca dan mengelola iPhone dan iPad. Sehari-hari menggunakan Android? Kamu bisa dengan mudah memanajemen data dengan PC atau laptop Windows. Bahkan Windows 10 setelah Fall Creators Update memungkinkan kamu untuk menautkan perangkat Windows ke iPhone atau Android secara lebih mudah (ke depannya lagi lewat fitur Timeline, kamu akan dapat melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya kamu lakukan menggunakan iPhone atau perangkat Android di PC atau laptop Windows).

 

6| High End Gaming

Saya menyertakan kata high end karena memang Macbook masih memungkinkan untuk memainkan beberapa game yang tidak terlalu menuntut kinerja GPU. Solitaire atau catur mungkin? Oke, yang lebih dari itu bisa kok. Tapi siapa yang akan menyangkal kenyamanan memainkan game high end di PC atau laptop Windows? Batman – Arkham City, Witcher 3, Battlefield, Deus Ex – adalah sedikit di antara judul game yang bakal membuat Mac mengibarkan bendera putih.

Bukan berarti bahwa Mac tidak canggih, hanya saja pengembangan GPU di Mac dilakukan ke arah yang berbeda, sehingga tidak mungkin bagi Mac untuk memainkan judul-judul game yang menuntut intensitas grafik tinggi!

GPU milik Mac dioptimalkan untuk grafis video, sehingga memungkinkan Mac melakukan pekerjaan rendering dan mengolah multimedia dengan mudah dan efisien, namun kesulitan untuk memanfaatkan kecanggihannya untuk gaming.

 

7| Menggunakan banyak Software pihak ketiga untuk aneka pekerjaan dan aktivitas

Berfokus pada enterprise dan dunia kerja secara umum, Windows memiliki dukungan software pihak ketiga yang melimpah. Ingin mencari software untuk pekerjaan tertentu? Kamu bakal menemukannya di Windows dan kemungkinan untuk banyak segmen tidak menemukannya di Mac. Contohnya untuk pekerjaan saya sebagai penerjemah, tidak ada software pendukung harian saya yang dibuat untuk MacOS. Di tangan saya, MacOS nyaris tidak berguna selain hanya untuk mengetik ringan dan medsos saja. Selisih jumlah software untuk MacOS vs Windows sangat besar, sehingga dapat dikatakan bahwa MacOS memang minim dukungan software pihak ketiga.

 

Lalu, apakah Memang Mac Begitu Tertinggalnya oleh Windows?

Nah, itu tadi 7 hal yang bisa dilakukan pengguna Windows, tapi merupakan impian bagi pengguna Mac. Jika kamu baca, sebagian besar fitur dan kemampuan Windows tersebut sangat bermanfaat untuk aktivitas sehari-hari di zaman modern ini. Apakah dengan demikian berarti Mac tertinggal jauh oleh Windows? Saya tidak mengatakan demikian. MacOS memiliki keunggulan dalam pengelolaan RAM dan efisiensi daya, yang mana menjadikan Macbook rata-rata memiliki usia pakai baterai yang sangat panjang, serta lebih ‘santai’ dalam mengolah multimedia. Setelah unggul jauh pada dekade awal milenium, sayangnya Apple banyak mengalokasikan sumber daya pengelolaan MacOS ke iOS yang lebih menguntungkan. Ini menjadikan MacOS seperti stagnan dan hanya memiliki fitur yang itu-itu saja (meskipun tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan luar biasa pada beberapa kasus). Jika tidak berhati-hati, OS komputer yang potensial ini dapat ditinggalkan. Apalagi di bidang yang semestinya Mac unggul jauh, yaitu Multimedia, akhir-akhir ini semakin didekati kemampuan PC dan laptop Windows. Banyak Youtuber favorit saya seperti Juan Carlos Bagnell, Michael Fisher, dan Mark Guim memilih menggunakan Razer Blade dan Surface Book yang mulai dapat menggantikan kesempurnaan Macbook untuk mengolah bahan multimedia. Dave Lee, salah seorang yang terbaik dalam review laptop saat ditanya tentang perangkat apa yang digunakannya untuk bekerja, dia menjawab: “Saya menggunakan Macbook Pro… Karena kalau menggunakan Macbook saya tidak dapat bermain game dan itu menjadikan saya lebih produktif.” Tentu saja nanti akan konyol jika nilai jual Macbook pada akhirnya hanya ‘tidak dapat digunakan untuk bermain game’.

Kamu punya pendapat tambahan terkait hal ini? Sumbangkan wawasan kamu di kolom komentar!

Penulis Winpoin yang paling sering minta dimaklumi kalau lagi lama nggak nulis | Dengan senang hati menjawab pertanyaan seputar Windows Phone lewat akun Twitter @kikisidharta