Sering disarankan di banyak forum pecinta PC/laptop, bahwa jika kamu memiliki PC atau laptop lama, maka cara paling mudah untuk meningkatkan performa dan kecepatannya, adalah dengan mengganti storage milikmu dengan yang lebih cepat. Biasanya yang disarankan adalah SSD, dan tipe terbarunya adalah NVMe. Apa sebenarnya yang dimaksud NVMe? Dan mengapa drive ini dapat meningkatkan performa dengan sangat drastis?

 

Apa itu NVMe?

NVMe merupakan singkatan dari Non-Volatile Memory Express. Bentuknya seperti SSD umum, hanya saja drive ini tidak menggunakan skema SATA. Ini adalah tipe drive penyimpanan yang diperkenalkan pada tahun 2013 lalu. Istilah “Non-Volatile” berarti bahwa penyimpanan ini tidak akan terhapus saat komputer kamu melakukan reboot. Istilah Express yang disematkan padanya merujuk pada fakta bahwa data yang kamu simpan dilakukan melalui interface PCI Express (PCIe) di motherboard komputer. Drive ini memberikan koneksi yang lebih bersifat langsung dengan motherboard karena data tidak perlu melalui controller Serial Advance Technology Attachment (SATA).

Drive NVMe ini jauh lebih cepat dibandingkan drive SATA yang menjadi sistem populer selama bertahun-tahun PCIe 3.0, generasi terbaru dari PCI Express, memiliki kecepatan transfer data maksimal sebesar 985 megabyte per detik! Drive NVMe mampu memanfaatkan jalur 4 PCIe, berarti secara teoritis mampu mencapai kecepatan maksimal 3,9 Gbps (3940 Mbps). Sementara itu, SSD SATA tercepat, yaitu Samsung 860 Pro, ‘hanya’ mampu mencapai kecepatan 560 Mbps.

Drive NVMe hadir dalam beberapa bentuk berbeda. Yang paling umum adalah stik m.2, sebagaimana pada gambar di atas. Lebarnya 22 mm dan panjangnya bisa jadi 30, 42, 60, 80, atau 100mm. Stik ini cukup tipis untuk ditempatkan mendatar di motherboard, jadi sangat cocok untuk komputer dan laptop. Oya, SSD SATA juga memiliki form factor yang sama, jadi pastikan kamu tidak keliru dengan drive yang lebih lambat. Samsung 970 EVO adalah contoh untuk drive m.2 NVMe.

Selanjutnya adalah form factor PCIe-3.0. NVMe ini bentuknya sama dengan GPU dan aksesori lain yang dipasangkan ke salah satu slot PCIe-3.0 di motherboard. Ini cocok untuk casing ATX dan motherboard ukuran penuh dan cocok untuk chassis laptop dan PC kecil yang ukurannya terbatas. Intel 750 SSD adalah contoh drive NVMe PCIe-3.0 NVMe.

 

Haruskah kita membeli NVMe?

SSD SATA akan membuat PC atau laptop milikmu menyala dalam hitungan detik, meluncurkan program seketika, dan menjadikan kamu bisa memindahkan file relatif cepat. Tapi kalau kamu bekerja dengan data yang besar, maka kamu akan kesulitan karena SSD berukuran besar sangat mahal. Jika membandingkan antara SSD SATA dan NVMe, harga keduanya nyaris sama. Jadi jika kamu harus memilih antara SATA dan NVMe, maka akan lebih baik kamu memilih NVMe.

Namun seperti umumnya SSD, drive ini memiliki lifespan atau masa pakai yang agak singkat. Karena sistemnya memang bukan mekanis, maka durabilitasnya lebih buruk. Ini patut jadi pertimbangan jika kamu memilih SSD sebagai storage sistem.

Meskipun demikian, performanya layak untuk dinikmati, meskipun umurnya tidak sepanjang tipe HDD. Kemungkinan dalam 2-3 tahun, kamu harus menggantinya dengan SSD baru.

 

 

Sumber: HowtoGeek

  Android 10 vs iOS 13 — Eps.1!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.