
Peluncuran Macbook Neo beberapa hari lalu yang kabarnya akan dijual dengan harga $599 langsung menjadi salah satu topik yang cukup ramai dibahas di industri teknologi, dan bukan hanya komunitas saja, namun memicu diskusi besar di kalangan produsen PC Windows.
Salah satunya adalah ASUS, dimana secara terbuka menyebut bahwa perangkat tersebut sebagai “shock to the entire industry” atau kejutan besar bagi industri laptop global.
Nah seperti yang telah kita bahas sebelumnya, Apple memperkenalkan MacBook Neo sebagai laptop entry-level baru yang ditenagai chip A18 Pro, prosesor yang juga digunakan pada seri iPhone terbaru. Dan dengan harga yang jauh lebih murah tersebut, banyak pihak menilai perangkat ini berpotensi menjadi pesaing serius bagi laptop Windows di kelas harga menengah.
Co-CEO ASUS, S.Y. Hsu, bahkan mengakui bahwa kehadiran MacBook Neo memang memberikan dampak besar pada ekosistem PC, menurutnya, langkah Apple merilis laptop dengan harga sangat terjangkau merupakan sesuatu yang jarang terjadi.
In the past, Apple’s pricing situation has always been high, so for them to release a very budget-friendly product, this is obviously a shock to the entire industry. In fact, in the entire PC ecosystem, there have been a lot of discussions about how to compete with this product.
Asus co-CEO, S.Y. Hsu
Ia juga menyebut bahwa perusahaan seperti Microsoft, Intel, dan AMD kemungkinan perlu memperhatikan ancaman tersebut dengan serius. Tapi, meskipun mengakui potensinya, Hsu tetap mencoba meredam kekhawatiran industri dengan menyebut bahwa MacBook Neo kemungkinan tidak sepenuhnya menggantikan laptop konvensional.
Baca Juga : Dampak AI, Harga Laptop Bisa Naik Hingga 40%
Menurutnya, perangkat tersebut lebih mirip perangkat konsumsi konten, seperti iPad, dibandingkan notebook mainstream yang digunakan untuk pekerjaan berat.
Nah hal ini tentu berkaitan dengan spesifikasi yang cukup terbatas seperti penggunaan 8GB Unified Memory yang menurut sebagian pengamat teknologi masih tergolong minimal untuk sebuah laptop modern.

Namun disisi lain, performa chip A18 Pro ternyata cukup mengejutkan. Beberapa pengujian awal menunjukkan bahwa performanya mampu menyamai bahkan sedikit melampaui Apple M1, prosesor yang selama ini dikenal sangat efisien dan memiliki performa tinggi di kelasnya.
Namun tentu dengan kombinasi harga murah, efisiensi Apple Silicon, dan ekosistem macOS, MacBook Neo berpotensi menarik perhatian banyak pengguna baru yang sebelumnya mungkin memilih laptop Windows.
Dan menariknya nih guys, Hsu menegaskan bahwa industri PC tidak akan tinggal diam, karena menurutnya, produsen laptop Windows kemungkinan akan merilis berbagai produk baru untuk bersaing langsung dengan MacBook Neo di segmen harga yang sama.
Nah menarik bukan, mari kita tunggu nanti, apakah akan ada pesaing dari Macbook Neo di ekosistem Windows?.
Via : PCMag, Windows Central
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
