Satya Nadella: "Microsoft Masih akan Tetap Membuat Smartphone"

Bisnis cloud Microsoft menjadi ‘bahan bakar’ yang mendorong profit perusahaan yang bermarkas besar di Redmond ini. Meskipun pada prinsipnya memang makin banyak pelanggan yang mendaftar untuk produk penyimpanan internet, pemrosesan, dan software Office, namun semua ini adalah produk-produk yang menggunakan Cloud sebagai landasannya.

Meskipun memang para analis sudah memperkirakannya, namun pertumbuhan bisnis Cloud Microsoft lebih tinggi dari ekspektasi mereka. Perkiraan analis terhadap pertumbuhan bisnis Cloud Microsoft adalah USD 7.95 miliar, sementara Microsoft mencatatkan USD 8,35 miliar. Ini menjadikan saham Microsoft meningkat sebesar 3,6 persen untuk mencatatkan nilai USD 108.20 per saham.

CEO Microsoft, Satya Nadella memang menargetkan pertumbuhan yang stabil dalam hal bisnis Azure dan Office 365. Namun pertumbuhan Cloud ini memang menakjubkan. Azure tumbuh sebesar 89 persen, dan ini hanya dalam satu kuartal! Sementara Office 365 menunjukkan pertumbuhan yang lebih ‘normal’ yaitu ‘hanya’ 38 persen.

“Azure tengah menjadi bisnis hot saat ini. Office 365 juga,” ungkap Dan Morgan, senior portfolio manager di Snovus Trust yang memiliki saham Microsoft. “Microsoft sedang menunggangi ombak yang luar biasa dan melakukan hal-hal hebat untuk memacu perusahaan. Ini langkah tepat karena bergantung pada PC adalah ‘jalur mati’.”

 

via IT Pro

Selama kuartal keempat tahun lalu, perusahaan ini telah berhasil mengakuisisi situs web berbagi kode, GitHub Inc. sebesar USD 7,5 miliar. Tujuan utama Satya pada saat itu adalah mempercepat pergerakan Cloud dan Artificial Intelligence. Dampaknya mungkin terlalu dini untuk dianalisis sekarang, namun Michael Spencer, general manager untuk investor mengungkapkan bahwa Microsoft berada di jalur yang tepat dengan pembelian ini.

Lompatan besar profit Azure ini memang masih belum bisa menyaingi bisnis cloud milik Amazon, AWS, yang nilainya masih tiga kali lebih besar dari Azure. Namun dengan mencatatkan pertumbuhan terbesar terus menerus, mungkin dalam beberapa tahun mendatang, Microsoft sudah bisa menyalip AWS sebagai penyedia layanan cloud utama, khususnya bagi kalangan Enterprise. Prestasi ini menjadikan kapitalisasi pasar Microsoft stabil di nomor tiga dunia, tepat di belakang Apple dan Google.

Jangan remehkan juga sektor lain. Meskipun keuntungan dari PC dianggap tidak lagi relevan bagi Microsoft, lini PC premium mereka, Surface, juga menunjukkan peningkatan penjualan yang signifikan. Profit dari penjualan PC Microsoft ini naik 17 persen dan mendapatkan keuntungan USD 10,8 miliar. Pendapatan dari layanan gaming dan konsol Xbox juga menghasilkan keuntungan sebesar USD 10 miliar untuk pertama kalinya.

Banjir profit ini menunjukkan bahwa Nadella melakukan banyak hal yang tepat meskipun tetap menjadi sosok yang paling dibenci oleh para penggemar Microsoft karena menutup divisi Windows 10 Mobile tahun lalu.

 

Sumber: IT Pro

  Tips Pilihan iOS 12, Wajib Coba!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.