
Sebelumnya, Discord telah menuai kontroversi karena mengumumkan rencana verifikasi usia berbasis identitas resmi untuk mengakses ruang dengan batasan umur. Namun tentu ada masalah disini, yang mana ini bukan sekadar soal pembatasan usianya, namun lebih ke bagaimana cara verifikasinya.
Jadi kawan-kawan, sebelumnya Discord berencana untuk menggunakan upload dokumen identitas resmi seperti KTP dan estimasi usia berbasis face recognition, yang tentu dong, banyak pengguna merasa ini terlalu invasif untuk sekadar mengakses channel tertentu saja. Banyak pengguna merasa khawatir terkait keamanan data dan privasi karena data biometrik dan KTP disimpan oleh pihak ketiga dan adanya resiko kebocoran data.
Apalagi Discord sebelumnya sempat dikaitkan dengan vendor eksternal yang mengalami insiden kebocoran data, sehingga tingkat kepercayaan pengguna sudah sensitif pada platform ini.
Baca Artikelnya di : Data Discord Bocor, 70.000 Pengguna Terdampak!
Discord Umumkan Penundaan!
Nah setelah mendapatkan banyak kritik dari pengguna, Discord akhirnya mengambil langkah dengan mundur terkait rencana peluncuran sistem verifikasi usia berbasis identitas secara global. Mereka memutuskan untuk menunda rollout sambil menyempurnakan pendekatan transparansi dan opsi verifikasi bagi pengguna.
Keputusan ini secara resmi disampaikan dalam sebuah postingan blog oleh CTO Discord, Stanislav Vishnevskiy, yang menurut penjelasannya ia tidak secara langsung meminta maaf, namun mencoba meluruskan apa yang disebutnya sebagai kesalahpahaman publik terhadap tujuan dan mekanisme program verifikasi tersebut.
Menurut Discord, tujuan utama program ini adalah membangun perlindungan tambahan bagi pengguna remaja, yang jumlahnya meningkat signifikan sejak masa pandemi dan disisi, mereka juga ingin memastikan ruang komunitas khusus dewasa tetap bisa beroperasi tanpa pembatasan berlebihan.
Menurut klaim mereka, ada lebih dari 90 persen pengguna sebenarnya tidak mengakses ruang dengan batasan usia dan untuk pengguna yang mengaksesnya, usia sering kali dapat diperkirakan melalui umur akun, metode pembayaran, serta pola aktivitas, tanpa perlu pemeriksaan identitas langsung.
Tapi Perubahan Berlaku Di Beberapa Negara
Meskipun ditunda, kebijakan ini akan tetap berjalan di negara yang secara hukum mewajibkannya, seperti Inggris, Australia, dan Brazil karena di wilayah tersebut, regulasi lokal mengharuskan platform menyediakan metode seperti estimasi usia berbasis wajah atau pemeriksaan identitas resmi, dan Discord tidak memiliki keleluasaan untuk mengabaikan aturan tersebut.
Selain itu, dalam postingannya Discord juga menyatakan tidak akan lagi bekerja sama dengan Persona setelah periode uji coba di Inggris bulan lalu, dimana mereka menekankan pentingnya transparansi penuh dari vendor mitra, serta membuka kemungkinan bekerja dengan beberapa vendor sekaligus agar pengguna memiliki pilihan mengenai pihak mana yang akan memproses data mereka. Mereka juga kabarnya akan menambah opsi verifikasi yang direncanakan mencakup verifikasi kartu kredit. Untuk vendor yang menggunakan estimasi usia berbasis wajah, prosesnya diwajibkan dilakukan langsung di perangkat pengguna, bukan melalui pemrosesan server eksternal.
Tapi perlu diketahui bahwa meskipun ada penundaan, Discord menegaskan bahwa verifikasi usia tetap menjadi bagian dari roadmap perusahaan dan kini dijadwalkan pada paruh kedua 2026 dan sebagai bagian dari komitmen transparansi, Discord berjanji akan merilis postingan teknis mendetail sebelum peluncuran global dilakukan.
Nah bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.
Via : Discord
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
