Home News Founder Debian Linux Meninggal Dunia di Usia 42 Secara Misterius

Founder Debian Linux Meninggal Dunia di Usia 42 Secara Misterius

Founder Debian Linux Meninggal Dunia di Usia 42 Karena Bunuh Diri?

Dunia IT dan Open Source kehilangan sosok yang sangat berjasa, khususnya bagi pengembangan distro Linux. Ian Murdock, yang merupakan founder dari Debian Linux telah meninggal dunia di usia 42 tahun pada 28 Desember 2015 lalu.

Penyebab kematiannya sendiri masih belum diketahui pasti, karena keluarga tidak mengungkapkannya dengan alasan privasi.

Namun yang masih menyisakan kontroversi adalah tingkah laku aneh Ian Murdock yang tergambar melalui akun Twitternya sebelum kematiannya. Melalui akun Twitternya, Murdock terlihat baru saja berseteru hebat dengan pihak kepolisian.

Founder Debian Linux Meninggal Dunia di Usia 42 Karena Bunuh Diri?

Hal ini diperparah dengan adanya follower yang dianggapnya nge-troll dan semakin memperburuk keadaan.

Founder Debian Linux Meninggal Dunia di Usia 42 Karena Bunuh Diri? Founder Debian Linux Meninggal Dunia di Usia 42 Karena Bunuh Diri?

Akhirnya tanpa diduga Ian Murdock nge-tweet dan memutuskan untuk bunuh diri. Sepertinya masalahnya cukup berat dan kicauan troll semakin membuat keadaannya menjadi buruk.

Founder Debian Linux Meninggal Dunia di Usia 42 Karena Bunuh Diri? Founder Debian Linux Meninggal Dunia di Usia 42 Karena Bunuh Diri?

Kini akun Twitternya sudah dihapus, meskipun cache nya masih bisa diakses untuk diinvestigasi.

Apakah Ian Murdock memang meninggal karena keputusannya melakukan bunuh diri, atau karena penyebab lainnya? Sampai detik ini belum ada pernyataan pasti dari pihak keluarga.

Namun pihak kepolisian telah mengonfirmasi memang benar kalau Ian Murdock sempat ditangkap karena dilaporkan telah berteriak-teriak sambil menggedor-gedor pintu tetangganya.

Ketika ditangkap dan dimasukkan ke mobil patroli, Ian Murdock berlaku agresif dan membentur-benturkan kepalanya ke besi teralis hingga berdarah dan dibawa ke rumah sakit.

Setelah beberapa saat dirawat dan dipulangkan, Murdock kembali melakukan hal yang sama, berteriak-teriak sambil memukuli pintu yang sama hingga akhirnya ditahan kepolisian.

Murdock pun bebas setelah membayar uang jaminan, tetapi ternyata tidak lama setelah kebebasan itu, muncul kabar atas kematiannya.

Entah mana cerita yang benar, apakah versi Ian Murdock melalui Twitternya atau versi kepolisian.

Meskipun masih menyisakan kontroversi, tetapi satu hal yang pasti adalah kita kehilangan salah satu tokoh penting dalam sejarah perkembangan IT, khususnya di dunia Linux dan Open Source.

Debian telah menjadi basis dari banyak distro Linux populer, seperti Ubuntu, KNOPPIX, Xandros, dsb. Nama Debian sendiri diambil dari nama Ian Murdock yang dipadukan dengan nama kekasihnya dulu yaitu Deborah Lynn.

Selain sebagai founder Debian Linux, Ian Murdock juga pernah menjadi CTO Linux Foundation, Senior Leader di Sun Microsystem dalam Project Indiana yang menghasilkan OS OpenSolaris, Vice President Platform & Developer di ExactTarget yang akhirnya menjadi SalesForce, hingga yang terakhir dia bekerja di Docker.

Rest in Peace, Ian Murdock.

via sfbay | techaeris | wikipedia | arstechnica | images via itfoss

Productivity addict. Geek by nature. Platform Agnostic.