Baru baru ini dikabarkan bahwa developer extensions untuk Google Chrome yang mencoba untuk mempublish extensi baru yang berbayar atau mengupdate versi extensinya mendapatkan pesan penolakan “Spam and Placement in the Store”.

Sedikit informasi berbeda dengan kebanyakan web browser stores yang hanya menerima free extension, Chrome Web Store menerima segala jenis Extensi baik itu yang gratis atau yang berbayar, Dan berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan pada pertengahan 2019 seperti dilansir dari GHacks mengunggapkan bahwa 8.9% dari semua ekstensi chrome jatuh kedalam kategori berbayar.

Terkait Blokir yang dilakukan, Chrome Extensions Developer Advocate Simeon Vincent mempublikasikan pengumumannya dalam halaman official Chromium Extensions forum di Google Groups. Berdasarkan informasi yang diterima, Google memutuskan untuk menahan publikasi semua Extensi Chrome komersial dikarenakan banyaknya jumlah transaksi penipuan yang melibatkan extensi chrome berbayar yang bertujuan untuk mengeksploitasi pengguna.

“Earlier this month the Chrome Web Store team detected a significant increase in the number of fraudulent transactions involving paid Chrome extensions that aim to exploit users. Due to the scale of this abuse, we have temporarily disabled publishing paid items. This is a temporary measure meant to stem this influx as we look for long-term solutions to address the broader pattern of abuse.”

“If you have paid extensions, subscriptions, or in app-purchases and have received a rejection for “Spam and Placement in the Store” this month, this is most likely the cause.”

Google membuat pengumuman ini pada tanggal 25 Januari 2020, dalam catatannya Vincent mengakatan bahwa developer yang extensinya terpengaruh dengan pemblokiran dan penolakan “Spam and Placement in the Store” ini bisa membalas penolakan dan melakukan banding hingga mereka disetujui.

Sebenarnya langkah Google ini adalah langkah yang bagus terutama dengan niatannya untuk memberantas Extensi yang mengeksploitasi pengguna, hanya saja sebagian developer pastinya tidak akan senang ketika extensi mereka yang aman dianggap “Spam and Placement in the Store”.

Nah bagaimana menurutmu? silahkan berikan komentarmu dibawah.

Sumber : Google, Ghacks

  Galaxy Z Flip vs Galaxy Fold, Mending Mana..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.