Google Membatalkan Rencana Penghapusan Cookie Pihak Ketiga di Chrome

Jika kita ingat kembali, pada bulan Januari 2020 lalu Google mengumumkan bahwa mereka akan mulai menghentikan dukungan penggunaan cookie pihak ketiga di browser Google Chrome, dimana saat itu mereka menyatakan bahwa rencananya merupakan bagian dari program privacy sandbox dengan maksud untuk membuat proses browsing menjadi lebih aman.

Baca Juga : Artikel terkait Penggunaan Cookie Pihak Ketiga

Namun, tampaknya rencana tersebut sempat terombang ambing bahkan beberapa kali Google sampai menunda Pemblokiran Cookie Pihak Ketiga di Google Chrome, dan terus diundur meskipun diharapkan akan selesai pada tahun 2025.

Tetapi kawan kawan, Google baru baru ini mengumumkan bahwa mereka telah membatalkan rencana untuk menghapus cookie pihak ketiga di browser Google Chrome. Keputusan mengejutkan ini tentu mengejutkan banyak pihak, karena langkah tersebut sebelumnya dianggap sebagai upaya besar untuk meningkatkan privasi pengguna dalam dunia digital.

TONTON JUGA:

Hal ini sendiri telah dikonfirmasi oleh VP Google Privacy Sandbox Anthony Chavez yang mengatakan perusahaan telah memutuskan “untuk mempertahankan pendekatan kami saat ini dalam menawarkan pilihan cookie pihak ketiga kepada pengguna di Chrome.”.

Tekait Cookie pihak ketiga sendiri, teknologi ini sering digunakan oleh pengiklan untuk melacak aktivitas pengguna di berbagai situs web, memungkinkan iklan yang lebih terarah. Namun, nyatanya hal ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang pelanggaran privasi. Oleh karena itulah Google awalnya berencana menggantikan cookie pihak ketiga dengan teknologi baru yang disebut “Privacy Sandbox,” yang bertujuan untuk memberikan keseimbangan antara privasi pengguna dan kebutuhan pengiklan.

Namun sangat disayangkan, setelah berbagai uji coba dan feedback dari komunitas teknologi dan pengiklan tentunya, Google memutuskan untuk mempertahankan Cookie Pihak Ketiga tersebut yang tentu berakhir dengan memicu perdepatan tentang masa depan privasi digital. Namun yah bagaimanapun Google dalam hal ini harus menyeimbangkan kebutuhan bisnis dengan perlindungan data pengguna.

Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : Google


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation