Bagi pengguna macOS, mencoba Linux jelas terasa seperti melakukan lompatan besar. Mulai dari perbedaan interface, cara kerja sistem, sampai filosofi desain yang kadang cukup mengagetkan.
Linux sering dianggap ribet, aplikasinya susah, dan tidak semudah macOS yang sekali nyala sudah bisa langsung bisa dipakai dengan setup minimal.
Tapi perlu diingat, tidak semua distro Linux terasa asing untuk pengguna macOS. Salah satu yang paling ramah jelas adalah elementary OS.
Desain yang Familiar
Nah elementary OS dikenal dengan tampilannya yang clean, minimalis, dan konsisten. Banyak pengguna bahkan menyebut tampilannya mirip macOS, terutama dari dock (Plank) di bagian bawah, panel atas (Wingpanel), dan animasi yang halus.

Jika kamu sudah terbiasa dengan macOS dan ingin mencoba Linux, dengan elementary OS kamu tidak akan terasa kehilangan arah saat pertama kali menyesuaikan diri.
Fokus pada User Experience
Selain itu, salah satu fokus utama elementary OS ini adalah pada pengalaman pengguna, setiap aplikasi bawaan dirancang dengan prinsip yang konsisten, mulai dari layout, icon hingga interaksinya.


Sekilas ini mirip dengan filosofi apple yang mengutamakan kesederhanaan dan kenyamanan pengguna, bukan sekedar fitur yang banyak seperti OS sebelah.
Pengalaman Trackpad Hampir Serupa
Pengguna Macbook sering kali menyebut bahwa pengalaman trackpad di perangkat mereka sangat nyaman dan sempurna, dan jujur saya setuju karena memang swipe jari untuk beralih workspace sangat mulus dan enak, navigasi sangat lancar dan menyenangkan.
Nah di elementary OS, pengalamannya juga serupa guys, dan swipe tiga jari kiri atau kanan untuk berganti workspace juga mulus sama halnya dengan swipe atas untuk melihat jendela yang terbuka di workspace
Meskipun memang sih rasanya mungkin tidak 100% sama, tapi untuk kamu yang ingin menghidupkan perangkat mac lama agar performanya lebih baik, elementary OS bisa jadi solusi yang sempurna.
Ringan tapi Tetap Modern
Dibandingkan dengan macOS yang cenderung berat di perangkat lama, elementary OS ini bisa berjalan lebih ringan tanpa mengorbankan tampilan modern.
Bisa dibilang, OS ini cocok banget untuk Mac Lama atau kamu yang ingin sistem yang lebih responsif.

Pemakaian resourcenya pun tidak terlalu berat, saat ini dengan membuka banyak tab browser dan aplikasi, penggunaan RAM nya pun sangat minimal.

AppCenter Lebih Kurasi
Nah satu kelebihan elementary OS menurut saya adalah AppCenternya yang unik, aplikasi didalamnya dikurasi dengan standar desain dan kualitas tertentu, bahkan banyak aplikasi didalamnya menggunakan sistem “pay what you want”.
Untuk pengguna macOS yang terbiasa dengan App Store yang rapi dan terkurasi, ini akan terasa familiar dibandingkan dengan repo linux lain yang terkadang terlalu bebas.

Cocok untuk Transisi Bertahap
Nah kalau tujuan pengguna bukan langsung meninggalkan macOS namun lebih sekedar eksplorasi Linux, elementary OS jelas adalah pintu masuk yang aman.
Selain itu, banyak distro biasanya mengharuskan pengguna berinteraksi dengan terminal, nah elementary OS mencoba mengurangi hal ini dengan menyediakan GUI yang cukup lengkap untuk kebutuhan sehari hari.
Terminal memang ada, tapi pengguna tidak dipaksa untuk menggunakannya.
Meskipun begitu, karena OS ini adalah Linux, jelas mungkin pengguna macOS harus menyesuaikan diri dengan semua komponen didalamnya, seperti misalkan harus mencari aplikasi alternatif (apalagi jika aplikasi tidak tersedia secara cross platform), harus mulai terbiasa dengan terminal, dan harus trial and error ketika pertama kali migrasi.
Baca Juga : Migrasi ke ElementaryOS 8 – Gantikan Windows 10 Pro di Asus K401UQK
Tapi setelah berjalan lama dan terbiasa, elementary OS bisa jadi salah satu OS pengganti di perangkat Mac lama.
Jika sudah terbiasa dan ingin mencoba pengalaman berbeda, nanti bisa mencoba distro linux lain, entah itu yang berbasis Debian, Fedora atau bahkan Arch.
Nah apakah kamu punya Mac dan pakai Linux? komen dibawah guys.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
