“Hal yang paling penting dalam membuat game adalah, kami membangun prototype game itu di langkah yang paling awal, sebelum menulis aturan-aturan game itu. Kami sudah bermain game itu dengan aturan-aturan yang direncanakan di kepala kami sehingga game itu terasa matang, bahkan sebelum dibuat. Proses ini berhasil dijalankan dengan baik di Ensemble Studios. Kami membangun prototype game tersebut sejak awal dan secara bertahap mulai membentuk game tersebut. Sayangnya, proses semacam ini memang sangat sulit dijadwalkan atau diatur anggarannya, sehingga hanya sedikit tim yang dapat melakukannya.” Demikian ungkap Bruce Shelley saat ditanya bagaimana kiatnya membangun game yang terasa ‘sempurna’ dan sukses. Shelley dan Ensemble Studios, hingga sekarang dikenang sebagai legenda hidup berkat banyak game sukses yang dihasilkannya. Gamer yang sudah mulai bermain game di awal tahun 2000 mungkin akan mengenang Age of Empires series sebagai masterpiece karya Bruce Shelly.

Pembuat Board Game

Secara umum ciri khas karya-karya Shelley adalah area permainan yang luas dan strategi. Kita seakan menata elemen-elemen yang ada dalam game tersebut untuk meraih kemenangan. Format semacam ini mendapatkan pengaruh besar dari pekerjaan Shelley sebelumnya, yaitu pembuat game papan – Istilah yang digunakan untuk menyebut permainan yang dapat dilakukan di atas meja, baik oleh dua orang atau lebih banyak.

Shelley menceritakan bahwa pada awal karirnya, dia bergabung dengan teman-teman yang dikenalnya dari eskul game University of Virginia untuk memulai sebuah perusahaan yang bernama Iron Crown Enterprise. Perusahaan ini membuat banyak game papan yang kreatif. Salah satu karya terbesarnya adalah Middle Earth Role Playing, sebuah game yang merujuk pada salah satu karya Tolkkien, Lord of The Ring. Namun Bruce mengincar karir yang lebih tinggi. Peluang datang padanya saat sebuah agensi di New York menawarkan program magang. Agensi ini merupakan penerbit majalah Strategy & Tactics serta beberapa game perang-perangan dengan media papan. Setelah masa magangnya berakhir, Shelley dipekerjakan oleh Avalon Hill, sebuah perusahaan board game yang cukup ternama di Virginia. Di sini dia betah bekerja hingga enam tahun masa pengabdian. Di tahun keenam, perusahaan ini berusaha untuk merambah bidang game komputer sehingga Shelley mendapat kesempatan untuk ikut membantu mengembangkan game komputer. Keahlian yang didapat dari Avalon Hill ini yang memudahkan Shelley untuk bekerja di MicroProse, sebuah developer game terkemuka yang berlokasi di Maryland. Di sini Shelley mengenal Sid Meier, seorang programmer game terkemuka yang terkenal karena kejeniusannya.

“Sid adalah orang pertama yang bekerja dengan saya, yang benar-benar memikirkan desain sebuah game dan filosofinya. Dari pengalaman saya sebelumnya, saya secara intuitif bisa mengetahui apa yang saya perlukan untuk membuat game dan ini saya anggap sebagai hal yang hebat, namun Sid lebih dari itu. Dia memberikan bobot pada sebuah judul, mengembangkan daftar aksioma untuk diikuti, dan banyak lagi. Dari dia saya belajar bahwa ada ‘tahapan ilmiah’ untuk proses pembuatan dan kami tidak harus ‘menemukan hal baru’ setiap saat. Industri kami pada saat itu masih seperti janin, dan pelopor seperti Sid memberikan landasan pengalaman dan pengetahuan yang luar biasa pada apa yang dia bangun. Dia memperkuat konsep prototyping dan desain dalam permainan papan”

Pada saat itu, Meier adalah jaminan sukses. Game buatannya seperti Pirates! laris di mana-mana, disusul oleh game yang menjadi legenda di era 90-an: Civilization. Shelley belajar banyak dari Meier untuk menjadi seorang developer game yang sukses. “Prinsip yang selalu ditekankan Sid terkait pembuatan game adalah: pemain harus bersenang-senang, bukan desainer, programmer, atau komputer. Awali game buatanmu dengan beberapa menit awal yang hebat; gameplay yang hebat adalah rangkaian keputusan menarik yang harus dipecahkan oleh pemain.”

Kesempatan untuk menjadi legenda

Banyak belajar dari mentor hebat seperti Sid Meier, Shelley hanya menunggu satu hal: kesempatan. Dan perusahaan yang menyadari potensinya nampaknya cukup jeli memberikan hal ini. MicroProse kemudian berupaya mematangkan sebuah game strategi dengan memberi kesempatan desainer game muda seperti Shelley dan Brian Rynolds. “Menurut saya, Sid punya pengaruh besar dalam hal ini. Perusahaan berani mempekerjakan orang seperti saya yang sebelumnya nyaris tidak punya pengalaman dan koneksi. Perusahaan memasukkan orang seperti saya dari divisi gaming kertas untuk membuat video game yang nyata, kesuksesan saya tidak lepas darinya.”

Shelley bekerja di bawah bimbingan Sid Meier dan mereka berdua menghasilkan sebuah judul yang cukup populer pada waktu itu, yaitu Covert Action.

Setelah itu berturut-turut kolaborasi Shelley dan Meier menghasilkan game populer di zaman itu, seperti Railroad Tycoon dan Civilization.

“Industri ini sangat unik,” ujar Shelley mengomentari keberhasilannya pada waktu itu. “Kita boleh meminjam ide dari game yang sudah sukses dan melakukan sesuai intuisi kita.”

Pada akhir tahun 1992, Shelley mengundurkan diri dari Microprose untuk kemudian bergabung dengan sebuah startup yang baru berkembang, Ensemble Studios! Di sini Shelley bisa bersenang-senang dengan menerapkan elemen-elemen dari judul sukses yang pernah dikerjakannya sebelumnya, untuk kemudian diolah menjadi game dengan nuansa berbeda. Shelley merancang sebuah game real time strategy yang selanjutnya akan menjadi legenda: Age of Empires.

Perjuangan untuk membuat game ini sangat berat karena Shelley membuatnya dengan luar biasa serius. Dia membuat prototype dini, memainkannya setiap hari, menyempurnakan desain dengan cara bermain (untuk memeriksa kekurangannya), memperbaiki, menghapus, dan menambahkan. Apalagi pada saat itu Shelley bekerja di luar kota sehingga komunikasinya dengan Ensemble sebagian besar dilakukan melalui email.

Dalam sebuah wawancara, Shelley mengakui ada prinsip-prinsip yang membantunya menetapkan standar kualitas sebuah game. “Nomor 1 adalah membuat sebuah game berkualitas tinggi; jika tidak, maka ini hanya buang-buang waktu saja. Nomor 2, desain harus menyenangkan pemirsa yang ikut bermain. Jika mereka sudah cukup senang dengan channel ini, maka tentu saja penjualan game mereka sendiri akan terdongkrak karenanya.

Judul ini benar-benar meraih sukses, namun menjadikan perusahaan serakah. Mereka selalu membuat alasan agar Shelley mau lembur untuk mengerjakan sekuel game ini. Age of Empires secara keseluruhan terjual lebih dari 11 juta kopi hingga 2019 ini. Shelley juga memproduksi beberapa seri game yang mirip-mirip Empires dengan format berbeda yaitu Age of Kings dan Age of Mythology. Kesuksesan game-game ini menjadikan Microsoft tertarik, dan akhirnya mengakuisisi Ensemble Studios.

Masa Tua

Setelah Shelley sukses dengan Ensemble Studios, dia berupaya mencari tantangan baru. Shelley mendirikan sebuah startup yang dikenal dengan nama Bonusxp. Di sekitar waktu itu, Microsoft juga meminta bantuannya untuk ikut mengembangkan Halo Wars, sebuah game Real First Person yang disukai oleh masyarakat AS. Shelley juga sering berbicara di banyak seminar untuk membahas masa depan game, termasuk AR/VR yang mulai tren sejak dua tahun belakangan ini.

“AR akan menjadi sesuatu yang signifikan. Saya bisa melihat pada meja ini dan membayangkannya bergerak. Saya sudah mencobanya dan sangat terkesan oleh kemajuan saat ini. ” Ujar Shelley.

Referensi

Charles, Simon. (2003). Interview: Bruce Shelly – The Mythology of Empires. Gamasutra

Plunkett, Luke. (2009). So, Why Did Ensemble Studios Close Up. Kotaku.

Takahashi, Dean. (2016). How Bruce Shelly brought a board gamer’s view into designing Civilization. VentureBeat.

Age of Empires: Where it all began Interviews. Age of Empires Community

  Selamat Jalan Android Q  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.