Home Editorial Kisah Silicon Valley #28: Saling Senggol di Silicon Valley

Kisah Silicon Valley #28: Saling Senggol di Silicon Valley

Dalam intro Digital Wars episode pertama, saya sudah mengungkapkan bahwa di antara perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dunia terjadi persaingan yang terselubung. Intrik, saling tipu, saling klaim paten teknologi, saling tuntut di pengadilan, kadang terang-terangan mendiskreditkan saingannya merupakan hal yang biasa. Terkadang ‘perang dingin’ antar perusahaan tersebut terlihat begitu nyata sehingga menjadi konsumsi publik yang terhibur seolah menyaksikan pertandingan UFC.

Dalam artikel ini saya ingin merangkum beberapa ‘senggolan’ antar perusahaan teknologi raksasa yang kadang begitu menghibur bagi khalayak seperti kita.

 

1984

Steve Jobs tidak pernah menutupi ketidaksukaannya pada IBM. Perusahaan komputer yang berkuasa pada tahun 1970-1980 tersebut begitu dominan dalam menekan para pesaingnya. Steve Jobs menjuluki mereka sebagai ‘the big brother‘.

Jobs secara kreatif membuat iklan yang menyindir kekuasaan IBM dalam sebuah iklan yang menggambarkan Macintosh sebagai produk pendobrak kemapanan.

Keindahan visual iklan tersebut tidak perlu diragukan karena disutradari oleh Ridley Scott yang tenar oleh franchise film Alien yang mempopulerkan Signourney Weaver sebagai wanita perkasa pembasmi Alien.

Meskipun Steve Jobs terang-terangan menyindir The Big Brother, bahkan menjelaskan tujuan iklan itu dalam beberapa kesempatan wawancara, namun IBM kalem menanggapi iklan ini, bahkan menganggap Apple tak lebih dari ‘kerikil’.

Perlu waktu 22 tahun bagi Apple untuk membuktikan bahwa mereka lebih dari sekedar ‘kerikil’. Tahun 2006, saat Apple mulai jaya dengan iPod, IBM harus merelakan divisi komputernya diakuisisi oleh Lenovo!

 

Good artist copy; great artists steal

via Cult of Mac

Sekitar tahun 1979, Steve Jobs mengunjungi Research Center milik Xerox di Palo Alto. Dia terkesan pada demonstrasi ‘mouse’ milik Xerox yang memiliki tiga tombol. Pada waktu itu komputer belum memiliki GUI (Graphic User Interface – Dalam artian sebagian besar command diketikkan secara langsung tanpa interaksi grafik), sehingga apa yang dimiliki Xerox benar-benar melompati zamannya. Masalahnya: Xerox menjualnya dengan harga sangat mahal (USD 300), namun tidak tahu bagaimana memanfaatkan hal ini untuk kebutuhan pengguna harian. Tidak hanya sekali Jobs mengunjungi Xerox untuk ‘mengagumi’ teknologi mouse tersebut, namun beberapa kali – bahkan bersama tim ahlinya. Jobs kemudian membuat mouse dengan sistem yang kurang lebih serupa, memiliki satu tombol, dengan harga hanya USD 15!

Xerox kesal oleh ulah Jobs, namun tidak dapat melakukan apa-apa. Paten dan hak cipta belum begitu ketat pada masa tersebut. Dunia teknologi menuduh Jobs seorang pencuri. Namun Jobs dengan bangga malah mengutip ucapan Pablo Picasso dalam sebuah wawancara: Seniman yang baik itu mencontek, tapi seniman yang hebat mencuri!

 

You’re ripping us off! I trusted you and now you’re stealing from us

via Oldcomputer

Masih lanjutan bagaimana Jobs ‘terinspirasi’ untuk membuat mouse, begitu bangga atas karyanya tersebut, Jobs mengundang Bill Gates ke kantornya di Cupertino untuk memamerkan Macintosh baru yang GUI-nya dijalankan dengan mouse tersebut. Gates, seorang geek sejati, tidak menutupi rasa kagumnya. Dia banyak menanyakan hal-hal teknis pada Jobs seputar konsep Macintosh tersebut dan Jobs dengan senang hati menjawabnya. Bill Gates bahkan memesan satu Macintosh sembari menyatakan kekagumannya pada perangkat tersebut.

Setahun kemudian, Microsoft meluncurkan Windows 1.0 dengan GUI. Steve Jobs langsung meledak. Dia menelepon Bill untuk meminta penjelasan. Bill Gates dengan tenang justru mendatangi mabes Apple.

Bill memasuki ruang konferensi dikelilingi dari segala sudut oleh sepuluh orang eksekutif Apple. Steve mulai berteriak-teriak marah pada Bill, “Kau merampok kami!” Steve melotot menunjuk-nunjuk pendiri Microsoft tersebut. “Aku mempercayaimu dan kau mencuri dari kami.”

Gates dengan tenang menatap Jobs. “Steve, persetujuan kita adalah bahwa Microsoft tidak akan merilis perangkat lunak berbasis mouse hingga Mac jatuh tempo dalam perilisan. Itu sudah setahun lalu.”

Jobs menggeram marah, “Bagaimanapun juga PRODUK KAMI LEBIH KEREN!”

Bill tersenyum kalem, “Bukan masalah”.

Dalam kesempatan lain, di sebuah wawancara, Bill berusaha menjelaskan apa yang terjadi saat seorang wartawan menanyakan, benarkah dia mencuri dari Apple?

“Itu tidak benar.” Ungkap Bill tenang. “Yang benar adalah kami berdua memiliki tetangga yang kaya raya (Xerox), dan kami berdua sama-sama mencuri darinya.”

 

Get a Mac

via Adweek

John Hodgman dan Justin Long mungkin tidak pernah menyangka bahwa mereka akan menjadi bagian dari sebuah kampanye iklan yang panjang dan ikonik. Iklan ini terus menjadi bahan perdebatan fanboy Apple dan Microsoft – dan mungkin akan selamanya begitu.

Pada tahun 2006, video iklan ‘Mac vs PC’ yang pertama dirilis. Video tersebut mempersonifikasikan Mac sebagai sosok yang hipster, keren, dan mampu menyelesaikan masalah. Sementara itu PC digambarkan lamban, rumit, dan membosankan.

Keseluruhan seri kampanye iklan ini berjumlah 66 video, dan episode terakhir ditayangkan pada tahun 2009.

Jadi jika kamu menganggap bahwa Microsoft beberapa tahun belakangan ini hobi merilis iklan dengan menyindir produk Apple, maka bayangkanlah kampanye iklan Apple ini yang begitu persisten dan panjang dalam mengungkapkan berbagai ‘kelemahan’ PC dari sudut pandang Apple.

 

I’m going to destroy Android, because it’s a stolen product. I’m willing to go thermonuclear war on this

via Venturebeat

Sebagai seseorang yang mempopulerkan kalimat, “seniman yang baik nyontek, tapi seniman hebat nyolong” – Ternyata Steve Jobs merupakan sosok yang paling baper jika teknologi perusahaannya ditiru.

Walter Isaacsson, penulis biografi Jobs menggambarkan bahwa saat Google merilis HTC dengan OS Android pada 2010, Jobs dengan cepat mendapati bahwa perangkat itu memiliki banyak fitur yang sama dengan iPhone. Jobs sangat murka dan menyebut Google sebagai ‘Maling besar’.

“Aku akan menghabiskan napas terakhirku jika perlu, dan aku akan membelanjakan setiap sen dari USD 40 miliar Apple yang ada di Bank, untuk memperbaiki apa yang salah,” Ujar Jobs dengan geram. “Aku akan menghancurkan Android, karena ini adalah produk curian. Aku akan meluncurkan perang termonuklir untuk ini.”

Eric Schmidt yang saat itu adalah CEO Google berupaya menenangkan Jobs. Dia mengajak Jobs untuk bertemu di Palo Alto. Jobs menyatakan tidak tertarik pada tawaran Schmidt, “Aku tidak tertarik pada uangmu. Jika kau menawarkan USD 5 miliar, aku tidak menginginkannya. Aku punya banyak uang. Aku ingin kau menghentikan menggunakan ide kami di Android, ITU yang aku inginkan!”

Kita tahu kelanjutannya. Google tidak menghentikan proyek Android, dan mereka kini menguasai 86% pasar smartphone di seluruh dunia dengan OS tersebut!

 

Pemakaman iPhone dan BlackBerry

via Engadget

Sebuah acara yang tak biasa untuk merayakan status RTM (Release to Manufacturer) sebuah produk: staff Windows Phone 7 merayakan selesainya produk mereka yang siap untuk dilisensikan kepada produsen, dengan menggelar sebuah parade di Redmond. Dalam parade ini, mereka seolah ‘memakamkan’ iPhone dan Blackberry. Ini memberikan pesan kuat bahwa Windows Phone adalah sebuah ancaman yang patut diperhitungkan.

Diiringi lagu Thriller, pertunjukan marching band, dan bahkan beberapa band internasional, parade itu menarik perhatian warga sekitar kampus Redmond.

Well, sayangnya dua tahun kemudian, Microsoft mengumumkan bahwa Windows Phone 7.8 dihentikan pengembangannya, digantikan oleh Windows Phone 8. Tahun 2017, Microsoft bahkan menyatakan tidak lagi melanjutkan pengembangan OS mobile terkini mereka: Windows 10 Mobile!

 

Can they not be innovative? Do they have to steal all of my partner’s ideas? I’m so appalled by that…

Miranda Kerr mungkin bukan orang dari lingkaran Silicon Valley. Tapi model hot itu adalah pacar Evan Spiegel, pendiri Snapchat. Saat Facebook mengumumkan fitur Stories yang sangat mirip dengan Snapchat, Kerr mengaku terkejut. “Apakah mereka tidak bisa lebih inovatif? Haruskah mereka mencuri ide pasangan saya? Saya sangat terkejut akan hal tersebut.”

Faktanya: Di balik wajah dan senyum ramahnya, Mark Zuckerberg memang dikenal pendendam yang kukuh. Saat penawarannya untuk mengakuisisi Snapchat ditolak Spiegel, beberapa bulan kemudian Facebook merilis fitur-fitur yang ‘terinspirasi oleh Snapchat’ seperti Stories dan juga fitur Face Mask.

Akibatnya? Setelah sempat menjadi sebuah aplikasi Unicorn (Sebutan untuk startup yang menjadi bintang di bursa), penggemar Snapchat semakin menurun dan performa Snapchat jatuh di bursa saham. Per November 2017 ini, Snapchat sudah lima bulan terakhir terus menerus mencatatkan kerugian. Entah apa yang bisa menyelamatkan Spiegel kali ini.

 

You need real computer my friends

CEO Microsoft, Satya Nadella Sindir Jurnalis yang Pakai iPad

Ini mungkin paling segar di ingatan kita. Macpoin mengungkap cerita ini secara penuh dalam sebuah artikel beberapa waktu yang lalu. Satya Nadella tengah menjadi pembicara dalam acara India Today Next Conclave. Saat diwawancara, dia melihat dua orang jurnalis yang membawa iPad. Nadella spontan berucap, “Kalian perlu komputer yang sesungguhnya, kawan.”

Audiens tergelak. Bisa dimaklumi bahwa seorang CEO akan merasa ‘risih’ melihat produk saingannya dibawa-bawa dalam acaranya. Steve Ballmer bakal lebih parah bereaksi terhadap hal ini. Semua orang maklum akan reaksi Nadella, apalagi di internet sudah terjadi perdebatan bertahun-tahun sejak Tim Cook pada tahun peluncuran iPad Pro di tahun 2015 mempertanyakan “Mengapa kita harus membeli PC?” (Klaim ini sebenarnya terdengar konyol dan menyakitkan untuk penggemar Apple sendiri, karena Apple sendiri memproduksi PC – meskipun mereka menyebutnya ‘Mac’). Diskusi di Internet berlangsung panas antara mereka yang mendukung iPad sebagai pengganti PC dan mereka yang bertahan pada pendapat bahwa iPad tidak akan pernah bisa menggantikan sebuah PC.

Rupanya insiden Nadella dengan iPad tersebut memicu reaksi Apple. Seminggu lalu perusahaan yang berbasis di Cupertino ini merilis sebuah video promo iPad Pro dengan tagline yang menohok: “What’s a computer” – Seolah menjawab pernyataan Nadella tersebut.

Sebenarnya iklan ini bertujuan menggambarkan kalau istilah ‘komputer’ (yang biasa digunakan untuk menyebut PC), sudah tidak lagi relevan. Bahkan seorang anak pun bisa menggunakan iPad untuk berbagai aktivitas komputasi. Well, sayangnya karena alur cerita (yang sebenarnya menarik), pendapat saya pribadi saat melihat klip tersebut jadinya: Oh, jadi iPad memang hanya pantas untuk mainan anak-anak? Hahaha..

 

Demikian beberapa kisah ‘saling senggol’ antara perusahaan raksasa teknologi. Jika kamu juga termasuk khalayak yang enjoy menikmatinya sambil makan popcorn, saya akan membuatkan episode semacam ini lagi kapan-kapan di Kisah Silicon Valley selanjutnya.

 

Referensi

Isaacson, Walter. (2011). Steve Jobs. Simon & Schuster.

Kahney, Leander. (2011). Steve Jobs Called Android Grand Theft, Threatened Google with Thermonuclear War. Cult of Mac.

Nudd, Tim. (2011). Apple’s Get a Mac – The Complete Campaign. Adweek.

Savov, Vlad. (2010). Microsoft celebrates Windows Phone 7 RTM with Funeral parade for iPhone and Blackberry. Engadget.

I helped Steve created Mac: Bill Gates responses to Jobs criticism by claiming credit of iconic Apple. Daily mail.

Miranda Kerr appaled Facebook for stealing snapchat ideas. The Telegraph.

Penulis Winpoin yang paling sering minta dimaklumi kalau lagi lama nggak nulis | Dengan senang hati menjawab pertanyaan seputar Windows Phone lewat akun Twitter @kikisidharta