via Nagya

Pada April 2017, Microsoft mengumumkan akuisisi Intentional Software sebuah perusahaan teknologi produktivitas yang sedang naik daun. Uniknya, perusahaan itu didirikan oleh mantan karyawan Microsoft sendiri Charles Simonyi – Dan Simonyi bukan orang sembarangan, karena dia adalah salah satu orang yang ikut serta merintis Microsoft Office!

“Saya sangat bahagia, bersemangat dan bersuka cita bergabung kembali dengan Microsoft, sebuah perusahaan teknologi kelas satu di dunia,” tulis Simonyi dalam sebuah posting tentang berita tersebut. “Saya sangat bahagia deal ini terwujud, tim yang berbakat di Intentional akan memiliki rumah baru untuk melanjutkan pekerjaan dan berkontribusi terhadap produk-produk hebat!”

 

Perintis versi pertama Microsoft Word

Simonyi & Brodie
via app.emaze

Pada tahun 1981, Bill Gates dan Paul Allen membuat salah satu perekrutan paling brilian yang pernah mereka lakukan. Mereka mempekerjakan mantan karyawan Xerox, Charles Simonyi dan Richard Brodie. Kedua programmer ini sebelumnya adalah perintis Xerox Bravo, sebuah program WYSIWYG (What You See Is What You Get) pertama di dunia. Dia meneruskan proyek tersebut di Microsoft karena Xerox waktu itu belum begitu paham bagaimana ‘cara mencari uang’ dari program semacam itu (yang mana juga menjadikan sistem GUI Xerox ‘dicuri’ oleh Steve Jobs untuk Macintosh miliknya). Di lain pihak, Bill Gates sudah melihat ‘potensi basah’ software tersebut sehingga cepat-cepat mengamankan tanda tangan Simonyi dan Brodie.

“Pada saat pertama kali bergabung dengan Microsoft pada Februari 1981, saya merasa mendapatkan hak istimewa untuk ikut serta dalam revolusi PC, mulai dari secercah cahaya yang saya lihat pada saat di Xerox, kemudian Microsoft menciptakan ekosistem utama dan penerimaan universal terhadap interface GUI berbasis mouse dan jaringan” ujar Simonyi dengan bangga dalam sebuah wawancara.

via The Windows Club

Versi Microsoft Word pertama dirilis pada tahun 1983 untuk Xenix dan MS-DOS, kemudian hingga versi keempat rutin dirilis – meskipun tidak laku secara komersial. Pada saat itu pangsa pasar word processor (software penulis kata di komputer) dikuasai oleh WordStar. Ini adalah program buatan MicroPro International yang sangat praktis dan sesuai untuk operating system pada saat itu.

WordStar sangat populer sejak awal 1980 dan baru tergeser pangsa pasarnya di tahun 1985 – Bukan.. Bukan oleh Microsoft Word – Tapi oleh WordPerfect, aplikasi pengolah kata produksi Corel (Perusahaan teknologi yang mungkin lebih kamu kenal dengan produk larisnya: Corel Draw).

Meskipun tak kunjung populer, Bill Gates menaruh kepercayaan tinggi terhadap masa depan word processor karya Simonyi dan Brodie tersebut. Sempat berganti nama menjadi Microsoft Write, akhirnya Word mulai populer saat adanya kesepakatan segitiga antara Microsoft, Apple, dan Atari, yang menjadikan Microsoft Write dirilis untuk Atari ST (PC produk Atari) dan Macintosh dari Apple.

Mungkin karena campur tangan Apple, Microsoft Word memiliki banyak pengembangan dan fitur unik. Salah satunya adalah mekanisme copy protection yang menyebabkan disket yang menyimpan file Word akan terlihat kosong, akan tetapi dapat digunakan setelah dipasangkan pada Macintosh. Tampilan elegan dan kemudahan menggunakan Word juga menarik minat banyak pengguna Macintosh. Apalagi pengguna Macintosh juga dimanjakan karena banyak fitur unik Word for Macintosh yang tidak dirilis untuk versi Windows hingga dirilisnya Office XP tahun 2002.

Microsoft Word dan Excel sebelumnya dijual terpisah, sebelum akhirnya Microsoft mengambil inisiatif untuk menyatukan dua software ini dalam paket Microsoft Office 98. Pengguna Macintosh juga mendapatkan versi bundling ini, bahkan ada kecenderungan paket ini lebih populer bagi pengguna Macintosh dibandingkan para pengguna Windows yang masih banyak menggunakan WordPerfect yang saat itu lebih populer.

Rilis Windows XP mengubah segalanya. Versi Windows ini dicintai oleh pengguna di seluruh dunia, dan sebagai efeknya, Microsoft Office menjadi lebih populer. Apalagi Microsoft juga memperkenalkan paket bundling yang mana memungkinkan pengguna Windows XP juga memiliki paket Microsoft Office sebagai pelengkap. Tentu saja ini susah ditandingi produsen lain. Windows XP laris di seluruh dunia bersama dengan Microsoft Word!

Simonyi ikut bersuka cita di balik kesuksesan Microsoft Office tersebut setelah lebih dari dua puluh tahun membesarkannya. Namun rupanya itu tidak menghentikan hasratnya yang haus akan tantangan dan keinginan berkreasi. Simonyi mengajukan pengunduran diri pada tahun 2002. Bill Gates dengan berat hati melepas programmer berdarah Hungaria tersebut. Tidak sampai sebulan setelah gegap gempita pelepasan Simonyi sebagai ‘sang pemenang’ di Microsoft, lulusan Stanford ini sudah menggandeng Gregor Kiczales untuk mendirikan perusahaan yang diberinya nama: Intentional Software!

 

Gila Produktivitas

via Tomshw

“Charles ini orang yang gila produktivitas,” ungkap Robert X. Cringely, teman kuliah Simonyi dalam bukunya, Accidental Empires. “Disertasinya adalah tentang upaya menjelaskan metode mengorganisir programmer untuk menulis software.. yang kemudian menciptakan posisi metaprogrammer, yaitu orang yang bertindak sebagai desainer, pengambil keputusan, dan pengendali komunikasi dalam sebuah kelompok pengembang perangkat lunak… Dalam sistem ini, programmer secara individu tidak diizinkan untuk mengambil keputusan tentang proyek. Yang mereka lakukan hanyalah menulis kode sebagaimana dijelaskan oleh metaprogrammer. Jika ada programmer yang mengalami masalah, maka dia akan membawanya kepada metaprogrammer, yang akan memberikan jawaban atau mencarikan solusi dengan mendiskusikannya kepada programmer lain.”

Kalimat di atas adalah tanggapan Robert X. Cringely tentang Simonyi. Pada saat mengambil gelar Ph.D jurusan computer science di Stanford University, Simonyi menulis disertasi tentang teknik manajemen proyek software yang disebutnya meta-programming. Konsep ini dia aplikasikan pada lingkungan pekerjaannya, baik Xerox, Microsoft, maupun perusahaan rintisan yang didirikannya sendiri.

Bukan hanya konsep manajemen yang dihadirkannya ke Xerox dan Microsoft, Simonyi juga memperkenalkan teknik yang disebutnya object-oriented programming (OOP). Dalam OOP, program komputer dirancang dengan menjadikannya di luar object yang berinteraksi satu sama lain. Bukan hanya sebuah sumbangan bagi Xerox dan Microsoft, konsep pemrograman ini juga memberikan sumbangan terhadap bahasa pemrograman umum yang digunakan di seluruh dunia!

Saat keluar dari Microsoft pun, Intentional Software yang didirikannya juga tetap berfokus pada produktivitas. “Intentional Software adalah perusahaan yang berfokus pada menciptakan platform untuk aplikasi produktivitas tim generasi baru,” demikian tulis Simonyi dalam blog Microsoft. “Kami terus mendorong diri kami untuk memikirkan cara-cara baru guna memberdayakan orang.”

Pasca akuisisi Intentional Software oleh Microsoft, nyatanya programmer kebanggaan Hungaria ini tetap dipenuhi dengan ide-ide baru tentang produktivitas. “Kita bisa membayangkan banyak skenario penggunaan baru yang bisa dilakukan lintas perangkat,” tulisnya sambil menekankan kata ‘lintas perangkat’ yang mengacu pada lini perangkat Microsoft Surface yang banyak mengubah cara orang berinteraksi dengan komputer. “Di kehidupan nyata, kita memiliki banyak desktop dan banyak perangkat lain seperti papan tulis, papan iklan, dan layar PC tempat data dapat disajikan atau dipindahkan. Desktop PC jangan sampai, dan tidak seharusnya, menjadi sebuah metafora yang membatasi.” Ucapan Simonyi ini jelas menekankan visinya bahwa interaksi pengguna dengan data tidak hanya terbatas oleh PC ataupun satu perangkat saja, melainkan dengan banyak perangkat yang ‘menampilkan data’.

 

Wisatawan Angkasa

via Pulse

Kehidupan pribadi Simonyi memang tidak banyak mendapatkan sorotan. Padahal gaya hidupnya sendiri cukup unik. Simonyi menikah dengan Lisa Persdotter, putri seorang milioner Swedia. Pernikahan mereka sendiri tertutup dan hanya dihadiri beberapa teman dekat, termasuk Bill Gates. Sebelum itu Simonyi tidak menikah dan berkencan dengan seorang selebriti Amerika: Martha Stewart – hingga tahun 2008.

Hal unik lain yang dilakukan Simonyi (dan menjadi headline surat kabar selama berbulan-bulan) adalah saat dia menjadi turis angkasa luar untuk pertama kalinya di dunia. Ya, Simonyi ‘berjalan-jalan’ ke luar angkasa menggunakan pesawat ulang alik Soyuz TMA-9 milik Rusia, berangkat 9 April 2007 dan kembali pada 21 April 2007. “Sangat menakjubkan bagaimana menyaksikan bumi dari kegelapan langit. Ini sangat sangat dramatis.”

Simonyi jelas terkesan oleh perjalanannya ke luar angkasa sehingga mengulanginya lagi dengan Soyuz TMA-14 pada Oktober 2008!

Kini sang turis angkasa ini kembali ke pelukan perusahaan yang sempat dibesarkannya, Microsoft, dan nampaknya karya-karyanya akan kembali memengaruhi Microsoft dalam mendukung produktivitas dunia.

 

 

Referensi

Bishop, Todd. (2017). Microsoft is acquiring Intentional Software founded by Office Pioneer Charles Simonyi. Geekwire.

Thurrott, Paul. (2017). Charles Simonyi is Returning to MicrosoftThurrott

Weinberger, Matt. (2017). The amateur astronaut behind Word and Excel is making his triumphant return to Microsoft. Business Insider.

  Unboxing Nokia 1 Indonesia  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.