via Tech News

“Dulu saya mengira bahwa orang-orang (di dunia bisnis) akan menggunakan laptopnya dengan berhati-hati, seperti meletakkannya dengan lembut di atas meja dan membuka/menutup layar dengan perlahan,” Arimasa Naitoh menghela napas sejenak. “Ternyata saya keliru. Para pebisnis sangat sibuk sehingga hampir tidak punya waktu untuk merawat perangkatnya.”

Hadirin tertawa. Sebagian merasa tersindir.

“Inilah pelajaran pertama yang kami ambil. Itulah mengapa ThinkPad generasi awal berfokus pada durabilitas. Kami juga memastikan bahwa port penting yang dibutuhkan pengguna selalu tersedia dan ini tahan lama untuk memastikan penggunaan jangka panjang.”

 

Kotak Makan Siang ala Naitoh

via arn

Saat Arimasa Naitoh bergabung IBM pada tahun 1974, tidak ada produksi PC. Misi besar pertamanya pada saat itu adalah menangani karakter yang kompleks dalam bahasa Mandarin dan Jepang. Pada tahun itu, IBM menciptakan sebuah komputer besar unik yang baru selesai pada tahun 1983: IBM 5550. Kesuksesan Naitoh dalam proyek ini menjadikannya dipromosikan dan ditransfer ke kantor pusat IBM di AS, tepatnya dia menangani pabrik di New York. Naitoh sudah kerasan di AS, bahkan berniat untuk tinggal di sana seterusnya bersama keluarganya. Namun pada tahun 1988, sebuah telepon dari kantor cabang IBM di Jepang, memintanya pulang karena IBM sedang mengembangkan sebuah produk baru yang disebut: ThinkPad.

Nampaknya Naitoh menyadari bahwa ini adalah sebuah proyek serius yang bisa menjadi landasan IBM di masa mendatang. Dia mengajak keluarganya ke Maui untuk berlibur seminggu sebelum pulang ke Jepang. Kepada istrinya dia mengatakan, “kemungkinan ini adalah liburan terakhir kita untuk 10 tahun ke depan.”

Pada saat itu, Toshiba dan Compaq sudah memiliki laptop yang dijual di pasaran. Kedua raksasa teknologi Jepang ini sudah bersaing dengan Apple dan Dell memperebutkan pangsa pasar PC Dunia. IBM baru mulai mengembangkan proyek laptopnya. Pada awalnya proyek ini disebut Project Aloha, namun kemudian diganti menjadi ThinkPad. Nama ThinkPad ini merupakan refleksi dari sejarah dan budaya IBM sejak dahulu kala. Thomas J. Watson Sr adalah orang yang pertama kali memperkenalkan THINK sebagai slogan IBM pada tahun 1920. Watson menjabarkan filosofi THINK sebagai berikut:

Dengan THINK, saya ingin agar kami mempertimbangkan segala sesuatu. Saya menolak untuk menjelaskan tanda ini secara spesifik, namun jika seseorang melihat kata THINK, saya berharap dia akan langsung memahami bahwa dia harus berpikir untuk mencapai sesuatu

Trivia: Slogan Apple, “Think Different” sebenarnya merupakan tanggapan sinis Steve Jobs terhadap filosofi THINK dari IBM. Semasa hidupnya, Jobs dikenal berupaya keras menjadi antitesis IBM yang disebutnya sebagai ‘The Big Blue“.

ThinkPad yang menjadi merek produk ini di kemudian hari disarankan oleh karyawan IBM, Denny Wainwright yang memiliki buku catatan (notepad) dengan tanda THINK di sakunya. Kata ini sangat berkesan bagi dewan direksi IBM sehingga mereka langsung menerima ThinkPad sebagai kode produk ini jika dirilis nantinya.

via Wikipedia

Kenapa IBM bergegas mengumpulkan sumber daya terbaiknya untuk memastikan kelangsungan proyek ini? Alasannya, mereka telah memenangkan kontrak untuk menyuplai perangkat laptop bagi mahasiswa di Harvard University. Bukan saja mereka harus memastikan produk tersebut tersedia dalam waktu sembilan bulan sesuai kontrak, namun IBM juga harus memastikan bahwa produk tersebut mewakili fitur andalan IBM yang disukai dunia: sebuah keyboard bergaya mekanik (IBM sejak tahun 1980-an terkenal karena keyboard mekaniknya: IBM M).

Desain ThinkPad pada awalnya dimulai dengan ide bento alias kotak makan siang ala Jepang. Tomoyuki Takahashi, design and user experience director IBM Jepang adalah yang bertanggung jawab atas desain awal ThinkPad ini. Takahashi menangani tampilan hardware ThinkPad, sementara Naitoh bertanggungjawab atas software. ThinkPad pertama mirip sekali dengan bento dalam bentuk kotak hitam yang menawarkan banyak fitur canggih di dalamnya. “Pada saat itu, ThinkPad memberikan kenyamanan yang keren dan ergonomik,” ujar Takahashi. Pada saat itu tim desain berpendapat bahwa desain yang sederhana dan kokoh akan menjadikan perangkat ini intuitif dan mudah dipahami. Namun tentu saja menjadikan sebuah perangkat ‘mudah dipahami’ bukan hanya tanggung jawab divisi hardware, melainkan juga divisi software!

via Oldcomputers

“Proyek ini adalah mimpi buruk,” ujar Naitoh bertahun-tahun kemudian dalam sebuah wawancara. “Anda tidak dapat menggunakan mouse di udara, jadi kami harus menguji berbagai tipe perangkat ‘penunjuk’.”

Akhirnya IBM memutuskan untuk membuat sebuah tombol merah di bagian tengah keyboard ThinkPad. Pada awalnya, ‘tombol’ tersebut berwarna merah terang. Akan tetapi karena IBM menggunakan warna tersebut untuk sebuah ‘tombol pematian darurat’ (untuk mematikan perangkat jika terjadi hang atau macet), maka warna tersebut kemudian diubah warnanya menjadi magenta (merah agak keunguan). Namun pada produk selanjutnya di masa mendatang, warna merah digunakan untuk tombol ini.

Tapi segala kelelahan itu terbayar. Harvard sangat bahagia dengan hasil proyek tersebut!

 

Dua Dekade Laptop Bisnis Terbaik

via fastcodesign

Tahun 1992, Thinkpad dirilis secara resmi ke pasar umum. Pengguna dan kritikus teknologi langsung menempatkan produk ini sebagai ‘sesuatu yang penting’. Matthew J. Ross dari PC Magazine menyebutnya “luar biasa, sebuah kesuksesan yang nyata” dan dalam reviewnya, dia menyimpulkan, “setelah bertahun-tahun berupaya merancang perangkat portabel, IBM akhirnya berhasil menciptakan sesuatu yang tepat.” BusinessWeek dan PC Computing memberikan penghargaan bagi ThinkPad 700c yang rilis di tahun tersebut bersama ThinkPad 300. Tentu saja ini merupakan kebanggaan luar biasa bagi tim IBM. “Sebelum Oktober, IBM bahkan bukan pemain utama dalam mobile computing, namun sekarang kami adalah pemain utama itu!”

Kunci kesuksesan tersebut dapat dianalisis dari banyak faktor. Pada saat itu, IBM adalah perusahaan yang terintegrasi. Berlawanan dengan paradigma perusahaan umum yang biasanya hanya merakit produk dari pabriknya (Dell melakukan hal ini), IBM memproduksi sendiri komponen perangkat keras untuk produk ThinkPad (meskipun membeli processor dari Intel seperti halnya produsen lain). ThinkPad 700c yang banyak dipuji tersebut menggunakan Intel 486 yang banyak dipakai oleh perangkat high end di tahun 1992, namun sudah dikustomisasi oleh IBM sehingga lebih powerful dibanding pabrikan lain. ThinkPad juga salah satu pelopor perangkat yang menggunakan layar active matrix thin-film transistor (TFT), teknologi awal yang memberikan warna bagus dalam bentuk portabel. Semua orang kagum oleh layar yang ditawarkan ThinkPad. Ukuran 10,4 inci juga termasuk ukuran yang cukup besar menurut standar 1992.

Teknologi unik pada perangkat ini juga dapat dilihat dari hard disk perangkat ini. Pengguna bisa melepaskannya dengan mudah dari bagian depan perangkat. Trik ini memungkinkan pengguna untuk mengganti hard disk jika sudah terlalu penuh (pada tahun 1992, ukuran penyimpanan hard disk masih tidak begitu besar).

TrackPoint yang sudah disinggung sebelumnya, sebuah perangkat pengendali kursor yang terletak di antara huruf G, H, dan B, juga merupakan sesuatu yang inovatif. Dengan menggunakan perangkat ini, pengguna tidak perlu mengangkat tangannya dari keyboard jika ingin berpindah ke interface lain. ThinkPad sepertinya dibuat dengan mempertimbangkan kenyamanan tukang ketik. Selain dengan nyaman meletakkan tangan di atas keyboard untuk mengendalikan kursor, keyboard ThinkPad juga dibuat dengan feel yang serupa dengan periferal keyboard IBM M yang ternama. Keyboard bertipe chiclet yang sangat empuk dan nyaman, memiliki key travel yang menjadikan jari terasa nyaman saat menekannya.

IBM terus mempertahankan hal-hal yang menjadi ciri khas ThinkPad ini selama bertahun-tahun setelahnya. ThinkPad Transnote yang dirilis tahun 2001 menyertakan buku catatan yang memungkinkan pengguna mengubah tulisan menjadi konten digital. Sangat bermanfaat bagi penulis dan pebisnis!

via Transnote

Bahkan ketika perkembangan zaman (yang diinspirasi oleh Apple) menggeser tren perangkat laptop menjadi semakin tipis, ThinkPad tetap mampu beradaptasi dengan baik. Mempertahankan durabilitas yang menjadi ciri khasnya lengkap dengan keyboard yang dicintai pengguna di seluruh dunia, digabungkan dalam desain perangkat yang lebih tipis. Namun IBM (yang kini divisi komputernya dikelola Lenovo) tetap mempertahankan sisi kekuatan dan keandalan ThinkPad.

X1 Carbon via Laptopmag

Begitu tenarnya keandalan IBM ThinkPad ini sampai-sampai NASA memesan secara khusus laptop ThinkPad untuk dimanfaatkan dalam berbagai misi ruang angkasa sejak 1998.

via Wikipedia

Daftar seri ThinkPad yang pernah berjasa dalam misi luar angkasa antara lain adalah:

  • ThinkPad 750 (first use in December 1993 supporting the Hubble repair mission)
  • ThinkPad 750C
  • ThinkPad 755C
  • ThinkPad 760ED
  • ThinkPad 760XD (ISS Portable Computing System)
  • ThinkPad 770
  • ThinkPad A31p (ISS Portable Computing System)
  • ThinkPad T61p

Tentu saja tipe ThinkPad ini sudah dimodifikasi agar lebih tahan terhadap tekanan udara dan panas. Inilah yang kemudian menginspirasi Lenovo untuk membuat ThinkPad X1 Carbon yang konon berasal dari bahan yang lulus sertifikasi militer untuk ketahanan tekanan, guncangan, dan panas.

 

Akuisisi Lenovo Tidak Menyurutkan Popularitas ThinkPad

via Fastcodesign

Tahun 2005, raksasa teknologi Tiongkok, Lenovo, membeli bisnis PC IBM, termasuk merek Thinkpad. Liu Chuanzhi saat pidato awalnya sebagai ‘pemilik baru’ divisi komputer IBM bahkan menyebut ThinkPad secara khusus, menandakan bahwa dia mengenali betapa kuatnya merek ini bagi dunia.

Kami mendapatkan keuntungan dalam tiga hal dari akuisisi IBM. Kami mendapatkan merek ThinkPad, teknologi manufaktur canggih IBM, dan sumber daya internasional perusahaan, seperti saluran penjualan global dan tim operasi. Tiga elemen ini pasti akan meningkatkan pendapatan penjualan kita selama tahun-tahun mendatang.

Lenovo sukses dalam mempertahankan kualitas dan inovasi yang menjadi ciri khas ThinkPad, dengan tanpa mengubah banyak hal yang sudah dicintai para pengguna di seluruh dunia: garis desain dan fitur-fitur favorit pengguna. Bahkan rasa hormat Lenovo terhadap merek ini ditunjukkan dari keputusan mereka saat tahun 2012, Lenovo memindahkan produksi lini komputer ThinkPad ke Jepang, tepatnya manufaktur NEC di Yonezawa, Yamagata. Akaemi Watanabe, President Lenovo Jepang dengan berkaca-kaca mengungkapkan perasaannya tentang hal tersebut,

Sebagai orang Jepang, saya bangga melihat kembalinya produk yang kami rintis ini ke tangan kami. Tujuan kami kini adalah melakukan produksi skala penuh yang tentu saja akan meningkatkan citra kami di mata masyarakat dunia dan menjadikan produk ini lebih diterima bagi konsumen di Jepang.

Naitoh, sang ‘Bapak ThinkPad’ kini menjabat sebagai Notebook Business Unit Development President di Lenovo. Dia terus menyumbangkan pemikirannya untuk menjadikan ThinkPad bertahan di tengah gempuran produk-produk laptop yang lebih modern. Barusan bahkan dia menerbitkan buku tulisannya sendiri yang berjudul: “How the ThinkPad Changed the World and Is Shaping the Future.”

 

 

Referensi

Budmar, Patrick. (2012). ‘Father of the ThinkPad’, Arimasa Naitoh, on the notebook’s past, present, and future. Arnnet.

McCracken, Harry. (2017). How IBM’s ThinkPad Became A Design Icon. fastcodesign.

Ohnesorge, Lauren K. (2017). Meet the ‘father of the ThinkPad’ laptop. Bizjournal.

  Membasmi Edge dan Bing di Windows 10  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.