
Beberapa bulan lalu The Document Foundation telah mengkritik Microsoft dan sebut Format File Kompleks di Microsoft Office Jadi Alat Untuk Kunci Pengguna, pernyataan tersebut tentu bukan tanpa dasar karena desain Office Open XML yang sangat rumit dan sulit diimplementasikan secara penuh oleh pihak ketiga.
Nah mengenai hal tersebut, baru – baru ini Microsoft kembali mendapatkan kritik dari The Document Foundation di mana kali ini hadir dengan nada yang lebih keras, mereka menuduh Microsoft menempatkan kepentingan komersial di atas prinsip keterbukaan dan standar yang seharusnya menjadi fondasi format dokumen modern.
Secara umum, meskipun LibreOffice bersifat gratis dan open source, kompatibilitas masih menjadi penghalang utama bagi banyak pengguna untuk beralih ke alternatif lain, dan meskipun memang LibreOffice mampu membuka dan mengedit format dokumen Microsoft, tetapi masalah tata letak dan format yang tiba tiba berubah masih sering terjadi. Menurut TDF, akar masalahnya bukan pada LibreOffice melainkan pada desain format file Microsoft itu sendiri.
Nah dalam sebuah tulisan blog, Italo Vignoli yang merupakan salah satu pendiri The Document Foundation menyebut anggapan bahwa OOXML adalah format standar yang harus diterima semua pihak sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Menurutnya, OOXML tidak mungkin benar-benar menjadi standar terbuka selama Microsoft tidak bersedia merombak total aplikasi Office mereka.
Kasus Excel dan Kesalahan Data Genetik
Salah satu contoh yang disorot Vignoli dalam postingannya adalah perilaku Excel yang sudah berlangsung lama dalam mengonversi teks tertentu menjadi tanggal secara otomatis. Fitur ini mungkin masuk akal untuk penggunaan spreadsheet umum, tetapi menjadi malah kacau di dunia ilmiah, khususnya genetika.
Banyak gen memiliki nama singkatan alfanumerik seperti MARCH1 atau SEPT1 dan saat dimasukkan ke Excel, MARCH1 akan otomatis diubah menjadi 1-Mar, SEPT1 menjadi 1-Sep, dan DEC1 menjadi 1-Dec. Kesalahan ini bukan sekadar gangguan kecil. Bahkan kabarnya, sebuah studi tahun 2016 yang dimuat di jurnal Genome Biology meneliti 3.597 makalah ilmiah yang menyertakan file Excel berisi daftar gen. Hasilnya, sekitar 20 persen di antaranya mengandung kesalahan data akibat auto-formatting Excel.
Nah meskipun akhirnya pada tahun 2023 kemarin Microsoft akhirnya menambahkan opsi untuk menonaktifkan konversi tanggal otomatis di Excel. Ironisnya, update ini muncul setelah HUGO Gene Nomenclature Committee atau HGNC terpaksa mengganti nama sekitar 27 gen, termasuk MARCH1 yang diubah menjadi MARCHF1, demi menghindari kesalahan interpretasi oleh Excel. Pada titik itu, kerusakan data sudah terlanjur terjadi di ribuan publikasi ilmiah.
Namun yang pasti, melalui kritik terbarunya ini, LibreOffice dan The Document Foundation kembali menegaskan posisi mereka bahwa masalah kompatibilitas bukan sekadar persoalan teknis. Namun ini adalah konsekuensi dari strategi bisnis Microsoft yang lebih mementingkan dominasi pasar dibanding interoperabilitas dan standar terbuka, dan bagi pengguna, kritik ini menjadi pengingat bahwa di balik dokumen Word dan Excel yang terlihat sederhana itu, ada pertarungan panjang antara keterbukaan, kontrol, dan kepentingan komersial.
Yah intinya sih Microsoft memang tampak mengunci pengguna di ekosistemnya sendiri dengan membuat format file Office terlalu kompleks dan membuat perangkat lunak alternatif seperti LibreOffice sulit mencapai kompatibilitas sempurna.
Mungkin kedepan Microsoft akan lebih lunak? tapi rasanya tidak karena bagaimanapun Microsoft Office menjadi primadona dikalangan pengguna.
Tapi bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.
Referensi : The Document Foundation
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
