Surface Pro 3

Salah satu hal positif yang diraih Microsoft pada ajang Mobile World Congress di Barcelona adalah dinobatkannya Surface Pro 3 sebagai tablet terbaik oleh GSMA, grup penyelenggara MWC. Hal ini cukup melegakan bagi Microsoft karena di ajang tahunan tersebut, banyak fans yang mengkritisi penampilan Microsoft yang bila dinilai, dapat dibilang “biasa-biasa saja”.

Microsoft memang mengumumkan lini Lumia terbaru, yaitu Lumia 640 dan Lumia 640 XL, smartphone yang berorientasi pada produktivitas dan kerja dengan harga terjangkau. Kamu bisa melihat video promonya yang cukup keren dan inspiratif berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=WwY04RcMBAA

Meskipun banyak yang memuji langkah Microsoft ini, namun ini menjadikan lini mid-range Lumia menjadi penuh sesak dan potensial untuk ‘saling membunuh’ satu sama lain. Dalam artian Lumia yang lebih lama di kisaran harga tersebut, seperti misalnya Lumia 535, Lumia 630, dan Lumia 730, akan bersaing langsung dengan Lumia 640, dan ini tentu saja mengurangi daya jual sesama perangkat Lumia sendiri.

Kemudian kritik yang lain adalah terkait pengumuman flagship atau ponsel unggulan yang dijanjikan. Microsoft melalui direktur pemasaran ponselnya, Neil Broadley, menyatakan bahwa Microsoft tidak akan mengumumkan produk flagship terlebih dahulu hingga Windows 10 telah siap. Ini berarti bahwa penggemar fanatik Windows Phone sekali lagi harus gigit jari karena tidak memiliki ponsel andalan yang dijanjikan.

Kembali pada kemenangan Surface Pro 3 sebagai tablet terbaik, semua blog teknologi sepakat akan keputusan ini. Semua berpendapat bahwa memang Surface Pro 3 seperti melengang santai tanpa lawan berarti, karena memang terlalu superior untuk sebuah tablet. Microsoft telah bertindak tepat dengan memfokuskan pengembangan Surface Pro 3 pada produktivitas, serta promo Surface Pro 3 yang disebut ‘bisa menggantikan laptop’. Semua pengguna Surface Pro 3 sangat puas terhadap performa tablet hibrid ini dan mengakui bahwa Surface Pro 3 memiliki kelas tersendiri yang belum dapat disaingi oleh tablet lainnya, termasuk iPad generasi terbaru sekalipun!

Dengan Surface Pro 3, kita dapat memanfaatkan Windows 8.1 secara optimal, menggunakan semua aplikasi yang dibutuhkan untuk bekerja, dan bila memang kita memerlukannya sebagai laptop, maka sebuah keyboard dock nan elegan telah siap menemani. Sayangnya, produk ini belum dipasarkan di Indonesia. Kalaupun bisa masuk, maka bersiaplah merogoh kocek dalam-dalam karena kemungkinan harganya bisa mencapai 25-30 juta rupiah.

https://www.youtube.com/watch?v=CTo5DfBtWkY

Fenomena tablet hibrid Surface ini menunjukkan kerja keras dan persistensi Microsoft. Adalah suatu perjudian besar ketika Microsoft masih mempertahankan divisi Surface, karena proyek sebelumnya, Surface Pro pertama dan kedua, disebut-sebut gagal total. Walau diakui kualitasnya, namun Microsoft kesulitan dalam memasarkan tablet hibrid tersebut. Bahkan Microsoft harus membuang banyak stok Surface di gudang. Namun akhirnya Microsoft menemukan ceruk pasar dan cara promosi yang tepat, yaitu menempatkan Surface sebagai perangkat bagi profesional yang produktif. Inilah yang kemudian menjadikan Surface Pro 3 berjaya sepanjang tahun 2014, baik dari segi penjualan maupun juga pengakuan akan kualitasnya.

Meskipun masih banyak catatan terkait kehadiran Microsoft di ajang MWC barusan, tentu saja kita perlu memberi selamat pada Microsoft karena meskipun agak lambat, Microsoft menunjukkan kemajuan di berbagai divisinya. Kita harapkan prestasi serupa akan diraih divisi ponsel dengan lini Lumia terbaik sesuai yang dijanjikan Microsoft. Untuk sementara ini, patutlah kita berikan ucapan selamat untuk Surface Pro 3!

  Kirim SMS Lewat PC..?? Bisa Kok!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.