
Microsoft kembali menegaskan ambisi mereka untuk menjadikan Copilot sebagai pusat produktivitas di ekosistem Windows, karena dalam artikel blog terbaru mereka, Microsoft secara terang-terangan menyebut Copilot sebagai aplikasi produktivitas terbaik yang dibundel langsung di Windows.
Nah dalam artikel berjudul “Best productivity apps in Windows for getting more done” ini, Microsoft secara khusus hanya membahas aplikasi bawaan Windows, meskipun disajikan dalam bentuk daftar bernomor, jika dibaca lebih jelas sih urutannya malah terlihat seperti daftar promosi daripada daftar peringkat yang objektif.
Bahkan bisa dibilang urutannya terasa tidak logis secara fungsional, contoh aplikasi fundamental seperti File Explorer yang digunakan hampir setiap hari justru ditempatkan di bawah aplikasi lain seperti Copilot, Calendar, atau Clock. Sementara itu, Copilot dan Microsoft Edge mendapatkan pembahasan yang jauh lebih panjang dan detail sementara aplikasi lain hanya dijelaskan secara singkat.
Copilot Diposisikan Sebagai Raja Produktivitas
Nah Microsoft menempatkan Copilot di posisi paling atas, menurut klaim mereka, Copilot mampu meningkatkan efisiensi kerja dengan merangkum email, menyusun draf pesan, membuat daftar tugas dari catatan yang terpencar, hingga membantu berbagai aktivitas langsung dari desktop Windows.

Dan tidak lupa, Microsoft juga menyoroti interaksi suara melalui perintah “Hey Copilot” yang memungkinkan pengguna bekerja secara hands free, bahkan Copilot digambarkan sebagai asisten AI yang membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan sehari hari tanpa harus berpindah aplikasi.
Secara fungsi sih memang benar, dimana Copilot memang bisa membantu pengguna dalam banyak hal, namun sayangnya aplikasi inti seperti File Explorer justru nyaris terabaikan.
Nah selain Copilot, Microsoft juga memasukkan beberapa aplikasi bawaan lain ke dalam daftar, seperti Microsoft To Do, Calendar, OneNote, Snipping Tool, Clock, dan Sticky Notes.
Namun pada akhirnya, langkah ini semakin menegaskan arah strategi Microsoft yang ingin menjadikan AI sebagai pusat pengalaman Windows, dengan penempatan Copilot di posisi teratas dan sorotan besar terhadap Microsoft Edge, terlihat jelas bahwa Microsoft sedang mendorong dua produk tersebut agar semakin melekat dalam alur kerja harian pengguna. Namun terlepas dari klaim dan strategi pemasaran yang diusung tersebut, jelas keputusan tetap ada di tangan pengguna.
Bagi sebagian orang, Copilot mungkin benar benar membantu meningkatkan efisiensi, namun bagi yang lain, aplikasi klasik seperti File Explorer justru tetap menjadi fondasi produktivitas yang tidak tergantikan.
Nah bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.
Via : Microsoft
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
