Microsoft saat ini sedang mengerjakan sebuah proyek dengan kode “Bali” – Ya, kamu tidak salah baca. Bali yang di Indonesia itu memang merupakan inspirasinya. Proyek ini dirancang untuk memberikan pengguna kontrol terhadap data yang dikumpulkan tentang mereka. Proyek ini tadinya diawali oleh Microsoft Research dan sedang dalam tahap pengujian pribadi.

Mary Jo Foley, wartawan teknologi yang merupakan kontributor tetap untuk Microsoft, pertama kali melihat keberadaan proyek ini dari twit “Longhorn” yang ditanggapi oleh “Walking Cat”. Keduanya adalah sosok anonim yang sering mengungkap info tentang Microsoft. Longhorn menggambarkan Bali sebagai “sebuah proyek yang dapat menghapus semua informasi koneksi dan akun milik pengguna (inverseprivacyproject).”

Berbekal info itu, Mary Jo menemukan halaman Bali project. Halaman ini memungkinkan orang yang memiliki kode terkait masuk ke situs tersebut. Halaman “About” untuk proyek Bali menjelaskan bahwa ini adalah “bank data pribadi baru yang menjadikan pengguna dapat mengontrol semua data yang dikumpulkan tentang mereka… Bank ini akan memungkinkan pengguna menyimpan semua data (baik mentah maupun yang sudah diolah) yang dibuat oleh mereka. Ini memungkinkan pengguna melakukan visualisasi, mengelola, mengendalikan, membagikan, dan melakukan monetisasi data.”

Menurut halaman Tentang tersebut, Bali berdasarkan konsep “Inverse Privacy,” sebuah judul makalah yang diterbitkan pada tahun 2014 oleh Yuri Gurevich, Efim Hudis, dan Jeannette Wing, yang ketiganya bekerja bagi Microsoft Research. Sebuah item informasi pribadi dibalik secara pribadi jika beberapa pihak memiliki akses terhadapnya, tapi pembuat/pengguna tidak. Contoh data semacam ini adalah data yang diberikan penyedia layanan kesehatan, polisi, operator jalan tol, toko komersial, dan karyawan. Seperti yang kita ketahui, pengguna menyetor data, namun mereka tidak tahu di mana data disimpan dan tidak mendapatkan keuntungan darinya.

Proyek ini masih dalam tahap awal, dalam artian developer berfokus untuk membantu pengguna memisahkan data pribadi dari berbagai situs web dan memiliki kemampuan untuk ‘melihat’ data tersebut.

Meskipun tidak semua proyek dari Microsoft Research akan dikomersilkan, namun Mary Jo Foley berpendapat bahwa Bali memiliki peluang bagus untuk dijadikan sebuah produk komersial, terutama bagi pengguna yang peduli terhadap keamanan dan keselamatan data. Kita nantikan seperti apa wujud project Bali ini selanjutnya nanti.

 

 

Sumber: ZDNet

  Ada yang Aneh di Xiaomi Mi A3  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.