Microsoft baru baru ini mengungkapkan sekaligus memperingatkan para pengguna bahwa ada sebuah cyber threats Tarrask sebuah “defence envasion malware” yang menggunakan Windows Task Scheduler untuk menyembunyikan status devices compromised dari dirinya sendiri.

Dengan kata lain, jika perangkat ternyata terserang malware tersebut, tidak ada informasi bahwa perangkat tersebut terserang sehingga pengguna tidak akan menyadarinya.

Serangan ini kabarnya datang dari Hafnium sebuah grup yang yang berbasis di negara China, saat ini Microsoft sedang melacak aktivitas Hafnium dalam hal eksploitasi baru ini dari Windows Subsystem.

“As Microsoft continues to track the high-priority state-sponsored threat actor HAFNIUM, new activity has been uncovered that leverages unpatched zero-day vulnerabilities as initial vectors,” Microsoft Detection and Response Team (DART) mengungkapkan.

Secara teknis, Hafnium menggunakan malware Tarrask untuk memastikan bahwa PC yang disusupi tetap rentan, dimana mereka juga menggunakan bug Windows Task Scheduler untuk membersihkan jejak dan memastikan bahwa bagian dari aktivitas Tarrask tetap bersih dan tidak terlacak.

Mengenai hal ini kamu bisa melihat detail dari Tarrask Malware dihalaman Microsoft berikut.

Nah karena hal tersebut, pastikan kamu tetap bermain aman di Internet ya guys, jangan install sembarangan software apalagi menggunakan crack dan aplikasi bajakan, karena bisa saja Malware Tarrask akan menyusup dan membuat perangkat kamu menjadi rentan untuk disusupi malware lainnya.

Mengenai hal ini, semoga saja Microsoft segera memberikan perbaikan dan keamanan yang lebih lanjut lagi.

Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : Microsoft

  ⚡️ 3 JUTAAN! 7 Alasan Kenapa Beli OPPO A76 (Review)  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.