
Februari 2013 lalu Opera menyatakan akan meninggalkan Presto – rendering engine buatannya – dan menggantinya dengan WebKit – rendering engine yang digunakan oleh Google Chrome dan Apple Safari. Kini seiring dengan beralihnya Chrome dari WebKit menjadi Blink, Opera pun mengikuti jejak tersebut.
Hal ini berhasil WinPoin ketahui dari halaman FAQ Chromium yang menyatakan bahwa Opera juga akan mengadopsi Blink sebagai rendering engine-nya.
Bruce Lawson, salah satu tim opera, melalui blog pribadinya membenarkan bahwa Opera akan menggunakan Blink sebagai rendering engine mereka. Bruce menganggap bahwa Blink memiliki masa depan yang menjanjikan. Arsitekturnya memungkinkan browsing dengan lebih cepat.
Tahun ini memang sepertinya menjadi tahun yang “sehat” bagi pengembangan browser. Firefox dan Samsung kini bekerja sama untuk mengembangkan Servo, browser untuk perangkat berbasis ARM. Google Chrome mengubah rendering engine-nya dari WebKit menjadi Blink. Opera-pun mengikuti jejak Chrome dengan mengubah rendering engine-nya dari Presto menjadi Blink.
Bahkan IE pun kini terlihat lebih powerful sejak dirilisnya IE 10 beberapa waktu lalu. Babak baru persaingan antar browser baru saja dimulai :D
via FAQ Chromium | Bruce Lawson
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
