
CEO Microsoft Satya Nadella baru baru ini memperingatkan bahwa industri AI beresiko kehilangan dukungan publik jika gagal menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna. Uniknya, pernyataan ini disampaikan hanya tiga minggu setelah komentar kontroversialnya yang membela pengguna AI dan meminta pengkritik untuk berhenti memperdebatkan kualitas teknologi tersebut.
Baca Juga : Tagar Microslop Jadi Trending, Kenapa?
Nah Nadella di ajang World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss ini menegaskan bahwa perusahaan developer AI dapat memasuki bagian berbahaya jika teknologi yang mereka kembangkan menghabiskan sumber daya besar tanpa menghasilkan dampak positif yang jelas bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut juga menjadi sorotan publik mengingat sebelumnya Microsoft juga berencana untuk membangun Data Center AI di berbagai negara termasuk yang menuai kontroversi ada di Lowell Charter Township, Michigan.
Dalam sesi diskusi bersama CEO BlackRock, Larry Fink, Nadella menekankan bahwa komunitas global harus mampu memanfaatkan AI untuk menghasilkan perubahan nyata bagi individu, komunitas, negara, hingga berbagai sektor industri. Dimana menurutnya, tanpa dampak yang jelas, penggunaan AI justru berpotensi kehilangan legitimasi sosial, terlebih karena teknologi ini mengonsumsi sumber daya besar seperti energi yang semakin terbatas.
Selain itu, Nadella juga menambahkan bahwa adopsi AI seharusnya tidak hanya terjadi di industri teknologi saja. Berbagai sektor lain dinilai perlu ikut memanfaatkan AI secara lebih luas agar teknologi ini tidak berakhir sebagai sekadar tren sesaat atau gelembung teknologi tanpa nilai guna jangka panjang.
Nah disamping pernyataan yang bagus ini, justru yang menarik adalah, pernyataan ini terasa kontras dengan sikap Nadella pada akhir Desember lalu, yang dalam tulisan blog-nya, ia sempat meminta publik untuk berhenti mempermasalahkan kualitas AI dan mendorong masyarakat agar melampaui perdebatan soal hasil AI yang dinilai asal asalan. Ia bahkan menyebut AI sebagai penguat kognitif yang seharusnya diterima sebagai bagian penting dari kehidupan modern.
Sementara bagi pengguna Windows, peringatan Nadella ini tentu terasa cukup relevan loh, karena sepanjang tahun 2025, Microsoft secara agresif mengintegrasikan Copilot ke hampir seluruh layanannya, mulai dari dari File Explorer, Paint, Notepad, hingga berbagai fitur di Windows 11, AI hadir secara menyeluruh meski manfaatnya sering kali dipertanyakan. Yang pasti, pendekatan ini memicu reaksi keras dari komunitas pengguna, dimana banyak yang menilai Microsoft terlalu memaksakan fitur AI tanpa memberikan nilai tambah yang benar benar terasa, hingga akhirnya istilah sindiran Microslop pun menjadi viral sebagai bentuk kekecewaan terhadap strategi tersebut.
Via : Windows Central
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
