CEO Microsoft, Satya Nadella Sindir Jurnalis yang Pakai iPad

Kamu mungkin membencinya, mencintainya, atau sekedar ingin mengelus kepala botaknya, tapi kamu tak dapat menyangkal bahwa Satya Nadella adalah sosok yang berpengaruh. Selain itu dia juga berhasil mengangkat posisi Microsoft tinggal selangkah di belakang Apple, juga menyenangkan para investor Microsoft dengan banjir uang ke kas Microsoft. Time tak luput mengenali prestasi ini dan memasukkan Satya Nadella ke Daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia.

Lebih terhormat lagi, biografi Satya untuk majalah Time tersebut dituliskan oleh mantan managing editor untuk majalah Time, Walter Isaacson. Kita mengenalnya sebagai penulis biografi untuk Steve Jobs, Albert Einstein, dan tokoh-tokoh besar lainnya.

Tentang Nadella, Isaacson menulis:

Tumbuh di India, Satya Nadella jatuh cinta pada kriket, sebuah olahraga yang keagungannya hadir dari meleburnya sang bintang ke dalam tim yang kohesif dan harmonis. “Pemain yang brilian jika tidak mengutamakan tim maka akan menghancurkan seluruh tim,” Tulis Nadella di bukunya, Hit Refresh.

Sejak menjadi CEO Microsoft pada tahun 2014, Nadella telah menggunakan prinsip tersebut untuk mememulihkan spirit inovasi perusahaan tersebut. Utamanya terkait strategi produk baru, yang menekankan pada komputasi cloud dan memungkinkan orang-orang untuk berkolaborasi lintas platform. Nadella juga menekankan pentingnya empati dan membuat produk yang bekerja secara andal, hal yang penting baginya, karena anak pertamanya lahir dengan kerusakan otak dan hidupnya bergantung pada mesin yang menjalankan sistem Microsoft.

Hasil dalam empat tahun tersebut cukup menakjubkan. Nilai pasar Microsoft meningkat 130%. Lebih penting lagi, perusahaan ini mulai menciptakan produk yang terasa ramah pengguna, empatetik dan kolaboratif.

Pujian Isaacson kepada Nadella mungkin hanya lewat kuping kiri dan keluar dari kuping kanan bagi penggemar Microsoft yang kesal karena Nadella mematikan sejumlah produk kesayangan fans. Namun kapitalisasi pasar dan nilai saham tentu saja adalah bukti sahih bahwa pria berkepala plontos ini memang layak untuk memimpin Microsoft!

 

Sumber: MSPoweruser

  Ada Apa di Apple WWDC 2018..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.