Setelah 14 Tahun, Windows Server Akhirnya Dukung Boot ReFS

Microsoft baru baru ini menghadirkan dukungan boot untuk ReFS pada build terbaru Windows Server Insider Preview terbaru setelah hampir 14 tahun file sistem tersebut diperkenalkan.

Nah bagi yang belum tahu, ReFS atau Resilient File System adalah file sistem yang dikembangkan Microsoft untuk meningkatkan integritas data, skalabilitas, dan ketahanan dibandingkan NTFS. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2012 bersama rilis Windows Server 2012, dan sejak debutnya dulu, ReFS terus mengalami peningkatan. Pada 2013, Microsoft menghadirkan pembaruan dengan peningkatan performa, stabilitas, dukungan tiered storage, serta operasi metadata yang lebih cepat.

Dan setelah 14 tahun sejak diperkenalkan, kini dalam build Windows Server Insider Preview terbaru, Microsoft akhirnya menghadirkan dukungan boot ReFS, yang artinya pengguna bisa menginstall dan menjalankan Windows Server langsung pada volume ReFS, bukan lagi terbatas pada NTFS.

Nah seperti pada gambar diatas, NTFS terlihat masih menjadi file sistem default, namun pada bagian drop down, ReFS bisa dipilih sebagai opsi alternatif.

TONTON JUGA:

Lalu apa sih kelebihan ReFS?

Jadi kawan kawan, Microsoft menyebutkan sejumlah kelebihan ReFS saat digunakan sebagai boot volume yang mana itu mencakup :

  • Deteksi korupsi lebih dini
    ReFS dirancang dengan pendekatan integrity first, mampu mendeteksi kerusakan data lebih cepat.
  • Perbaikan online tanpa chkdsk
    Tidak seperti NTFS yang sering memerlukan proses chkdsk, ReFS dapat menangani masalah sistem file secara online.
  • Skalabilitas sangat besar
    Jika NTFS sudah mendukung volume besar, ReFS melangkah lebih jauh dengan dukungan hingga 35 petabyte atau 35.000 TB.
  • Block cloning dan sparse provisioning
    Fitur ini memungkinkan perusahaan membuat dan memperluas file VHD atau VHDX berukuran besar dengan lebih cepat serta mempercepat proses penyalinan file berukuran besar.

Nah bagi organisasi atau perusahaan dengan kebutuhan virtualisasi dan penyimpanan skala besar ini adalah kabar bagus. Karena dengan dukungan boot ReFS, perusahaan kini dapat membangun infrastruktur server yang lebih modern sejak lapisan paling dasar sistem operasi yang artinya, bukan hanya volume data sekunder yang menggunakan ReFS, tetapi juga partisi sistem yang menjalankan layanan inti tersebut.

Selain itu, dengan dukungan volume hingga 35 petabyte ini juga memberi ruang ekspansi jangka panjang dan perusahaan tidak perlu khawatir terhadap keterbatasan kapasitas ketika kebutuhan data terus meningkat.

Nah bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : Microsoft


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation