Tagar Microslop Jadi Trending, Kenapa?

Baru baru ini Microsoft kembali menjadi pusat perdebatan publik setelah CEO Microsoft yaitu Satya Nadella meluncukran blog pribadi-nya yaitu “sn scratchpad” yang membahas masa depan teknologi.

Nah dalam blog tersebut, tentu tulisan perdana dari Satya Nadella ini berfokus pada AI atau kecerdasan buatan, namun sayangnya, alih – alih mendapatkan respon positif, justru itu memicu kritik tajam dari para pembaca.

Jadi kawan – kawan, dalam tulisannya, Satya Nadella ini mengutip gagasan dari Steve Jobs mengenai komputer sebagai “bicycle for the mind” yang mana ia menyebut AI modern sebagai “cognitive amplifiers” yait alat yang memperkuat kemampuan berfikir manusia. Menurutnya, fokus industri seharusnya bergeser dari sekedar kekuatan model AI ke bagaimana manusia memanfaatkannya untuk memberi dampak nyata.

Kontroversi AI Slop

Dalam artikel tersebut, Nadella juga menyerukan agar perdebatan mengenai “AI Slop” ini dihentikan, dimana istilah ini merujuk pada konten berkualitas rendah hasil generate AI, namun tampaknya, pernyataan tersebut justru dianggapo sebagai bentuk ketidak pedulian Microsoft pada masalah polusi internet akibat konten sampah hasil AI.

TONTON JUGA:

Terutama, setelah Microsoft dalam beberapa bulan terakhir yang juga gencar mendorong pengguna untuk beralih dari aplikasi klasik seperti Office dan Windows ke agen AI, khususnya Copilot.

Baca Juga : Tahun Baru Keyboard Baru, Review Paradox ZX‑68 Low Profile

Nah oleh karena itu, tagar “Microslop” jadi trending di sosial media X, dimana tagar ini merujuk pada penggabungan kata MIcrosoft dan Slop (sampah).

Selain itu, ribuan pengguna juga mengkritik kebijakan agresif Microsoft yang menjajalkan GPT dan Copilot ke hampir semua produk mereka, mulai dari ranah OS hingga ke aplikasi dan layanan cloud, semuanya mulai dijajalkan dengan AI yang bahkan mungkin tidak pengguna inginkan dan tidak pengguna gunakan.

Jadi, alih – alih mendapatkan dukungan langkah Nadella ini justru memicu gelombang kritik, jelas dalam hal ini publik merasa bahwa Microsoft terlalu berfokus pada mengejar hype tanpa memperhatikan kualitas dan kebutuhan nyata pengguna.

Yah bisa dibilang sih intinya gini, Satya bikin blog mengenai AI dan bilang bahwa AI ini seperti sepeda buat otak, dimana itu bisa bikin manusia lebih pintar, namun publik malah marah dan kritik habis habisan karena Microsoft justru terlalu memaksa menambahkan AI pada semua produk mereka. Nah lanjut, karena mendapatkan respon tersebut, dalam blog-nya juga Satya Nadella bilang jangan terlalu ribut mengenai “AI Slop”, namun justru itu membuat orang orang makin kesal dan akhirnya memberikan julukan “Microslop”. Kurang lebih begitu sih ya.

Namun bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : The Verge


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation