Tahukah Kamu, Bot Scalper Kini Mengincar RAM DDR5

Seperti yang telah kita tahu, harga RAM terutama RAM DDR5 telah mengalami lonjakan besar dalam beberapa bulan terakhir, bahkan berdasarkan laporan sebelumnya, Harga RAM Melonjak Tajam, DDR5 Naik Hingga 440 Persen Sejak Juli 2025.

Nah lonjakan ini tentu akibat perkembangan AI dan pusat data (data center) kini memicu fenomena baru di industri hardware, yang tidak hanya GPU yang menjadi target para scalper, kini bahkan RAM DDR5 juga mulai menjadi sasaran bot otomatis yang memantau stok dan harga secara agresif di berbagai situs penjualan.

Jadi kawan kawan, menurut laporan dari perusahaan keamanan bot DataDome, aktivitas scraping otomatis kini menyasar seluruh rantai pasokan memori DDR5, mulai dari kit RAM untuk konsumen hingga komponen industri seperti konektor dan modul memori khusus.

Bahkan, DataDome menemukan satu operasi bot scalping yang secara aktif memantau halaman produk RAM dengan intensitas sangat tinggi, dimana bot tersebut diketahui mengirim permintaan ke halaman produk setiap 6,5 detik.

TONTON JUGA:

Nah dalam prakteknya, ada lebih dari 550 akses otomatis terjadi pada satu halaman produk dan total mencapai lebih dari 50.000 request per jam di berbagai situs target dan tentu lebih dari 10 juta request dari bot ini berhasil diblokir oleh sistem keamanan DataDome.

Angka ini jelas sangat tinggi, bahkan beberapa kali lebih tinggi dari akses yang seharusnya, yang tentu ini bukan tanpa tujuan karena tujuan utama aktivitas ini adalah untuk mengambil data harga dan stok RAM DDR5 secara real-time, sehingga pelaku dibalik bot ini dapat membeli produk dengan cepat sebelum stok habis dan kemudian menjualnya kembali dengan harga jauh lebih tinggi.

Nah menarknya, bot ini tidak hanya memantau RAM untuk PC atau server biasa, karena berdasarkan analisa menunjukkan bahwa crawler tersebut juga memantau berbagai komponen dalam rantai pasokan memori. Dengan kata lain, pelaku scalping tidak hanya fokus pada penjualan kembali RAM siap pakai, tetapi juga mencoba memantau potensi kekurangan komponen di level hulu produksi.

Dan agar tidak mudah terdeteksi oleh sistem keamanan situs e-commerce, bot ini dirancang meniru pola aktivitas manusia dan salah satunya dengan membuat pola trafik siang dan malam yang menyerupai perilaku pengguna normal. Berikut adalah beberapa target dari bot berdasarkan informasi dari DataDome.

BrandModel/TypeSpecifications / Target
AmphenolHardware ComponentsDDR5 module sockets, SO-DIMM & CAMM2 connectors
ApacerOEM / IndustrialDDR5 SDRAM & DDR5-5600 modules
CorsairVengeance RGBDDR5 32GB (2x16GB)
CorsairVengeanceDDR5 64GB (2x32GB)
CorsairVengeance (High-Speed)DDR5 48GB (2x24GB) 8400MHz
CorsairDominator TitaniumDDR5 96GB 6400MHz CL32
CrucialPro SeriesDDR5 32GB 6000MHz CL40
CrucialSingle ModuleDDR5 64GB (1x64GB) 5600MHz CL46
GoodramIRDMDDR5 32GB (2x16GB) 6000MHz CL30
IEIIndustrial SolutionsDDR5-ready industrial systems
KingstonFury Beast RGBDDR5 32GB 6000MHz CL30
KingstonFURY Impact & KSMDDR5 SODIMM & Server/Workstation Modules
LexarAres RGB GamingDDR5 32GB (2x16GB) 6800MHz
MicronOEM / ServerLPDDR5 DRAM, standard DDR5 SDRAM, GDDR5
PatriotViper VenomDDR5 32GB (2x16GB)
TE ConnectivityHardware ComponentsDDR5 DIMM sockets
VirtiumIndustrialDDR5 Modules

Nah cukup unik memang, karena bot ini bahkan memantau hingga komponen kecil seperti DIMM socket dan konektor CAMM2, yang biasanya tidak terlalu diperhatikan oleh pengguna biasa. Hal ini menunjukkan bahwa pasar memori saat ini sudah sangat sensitif terhadap potensi kekurangan pasokan, bahkan di level komponen paling dasar sekalipun.

Jadi melihat kondisi ini, tidak menutup kemungkinan bahwa harga RAM DDR5 masih akan mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu ke depan, terlebih jika permintaan dari sektor AI dan data center terus meningkat.

Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.

Via : DataDome


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation