Tahun Baru Keyboard Baru, Review Paradox ZX‑68 Low Profile

Setelah cukup lama saya menggunakan Digital Alliance Meca Air S sebagai keyboard harian, akhirnya saya memutuskan untuk mengganti perangkat penting ini dengan model lain yang diharapkan jelas memiliki feel dan pengalaman yang lebih baik.

Nah sedikit cerita, keyboard Meca Air S saya sebelumnya memang cukup nyaman digunakan, apalagi dengan switch biru-nya, suara ketika mengetik rasanya enak banget, meskipun jelas mungkin akan mengganggu orang lain jika di tempat umum.

Nah kemudian saya sempat ganti juga ke Meca Air S dengan model switch Brown yang rasanya tetap clicky dan enak juga. Secara umum sih keyboard ini tidak ada masalah, namun ada satu kekurangan yang cukup fatal bagi saya, yang pertama adalah kita harus punya battery cadangan untuk antisipasi jika battery AAA nya habis, dan meskipun saya sudah pakai battery rechargeable, tetap saja itu merepotkan.

TONTON JUGA:

Baca Juga : Review GEEKOM A5 R7 – 5825U: Mini PC Powerful untuk Kerja & Gaming Ringan

Yang kedua, keyboard ini rasanya tinggi banget, untuk saya yang biasa menggunakan keyboard laptop feelnya lama lama makin pegal ketika digunakan, dan meskipun kita sebenarnya bisa beli Wrist Rest Pad, tapi mungkin itu bukan solusi terbaik apalagi jika keyboard sering dibawa keluar ruangan.

Rekomendasi Wrist Rest Pad yang saya pakai di Kantor : Redragon METEOR Palm Rest

Rencana ganti ke Keyboard Low Profile

Nah ada beberapa brand yang awalnya saya lirik, mulai dari Noir dan Keychron, keduanya bagus dan menarik untuk dicoba, untuk Keychron sendiri saya awalnya sempat melirik model yang K3 karena di kantor ada rekan kerja yang pakai keyboard tersebut dan setelah saya coba enak juga.

Namun ada beberapa hal yang jadi perhatian lain, yang pertama jelas adalah harganya, mengingat saya kaum mendang mending, mengeluarkan dana diatas 1 juta untuk sebuah keyboard rasanya cukup menegangkan.

Dan oleh karena itu, ada beberapa rekomendasi masuk dari beberapa rekan saya, mulai dari Keychron B1, Royal Kludge RK N80, Fantech Maxfit Air, Ajazz AKL680, Nix Eleve OKL-168 dan Paradox ZX-68

Awalnya saya melirik Keychron B1 karena mengejar feel mengetik ala di keyboard laptop, namun di tahun 2025 ini, masa sih enggak pakai keyboard mechanical?, dimana jelas keyboard jenis ini punya beberapa kelebihan termasuk kustomisasi dan dukungan pergantian switch yang bisa dibilang mudah banget.

Pilihan jatuh ke Paradox ZX-68

Setelah cukup lama mempertimbangkan pilihan, akhirnya Keyboard pilihan jatuh ke Paradox ZX-68, nah keyboard ini memiliki dua varian, yang standar dan yang low profile.

Karena sebelumnya feel mengetik agak pegal di keyboard standar, akhirnya saya memutuskan untuk pilih varian yang low profile dengan warna switch merah, yap sejujurnya saya suka switch yang warna biru, tapi karena saya sering mengetik tengah malam, itu justru membuat istri saya terganggu, daripada diusir, jadi mendingan pilih yang senyap senyap saja.

Unboxing dan Apa saja Isi dalam paket pembelian

Didalam paket penjualan Paradox ZX-68 ini, kita akan mendapatkan 1 x Keyboard Paradox Gaming ZX-68, 2 x USB Type-C (satu pendek satu panjang), Keycap Puller, Extra Keycaps Control, 1 x wadah untuk USB dan tentunya 1 x Magnetic Case yang jadi kelebihan model ini.

Nah jika perangkat yang kamu gunakan tidak memiliki USB Type-C jangan khawatir karena dalam paket pembelian kamu akan mendapatkan ekstra converter Type-C ke Type-A.

Dari sisi packaging sih tidak ada yang unik, dan hampir sama saja seperti mayoritas packaging keyboard Mechanical dibawah 1 jutaan.

Spesifikasi

Nah untuk spesifikasi dari Paradox ZX‑68 Low Profile ini bisa kamu cek pada tabel berikut.

SpesifikasiDetail
Layout68 keys (compact, mirip 65%)
SwitchLow-profile mechanical switch (Red, Blue, Brown)
KeycapProfil rendah, ramping, mirip laptop
KonektivitasWired USB-C + Wireless (Bluetooth/2.4GHz)
BateraiBuilt-in rechargeable
Hot-swappableYa, bisa ganti switch tanpa solder
BacklightRGB dengan beberapa mode

Untuk material keyboard ini sendiri, untuk body dia pakai ABS Plastic, sementara Keycaps standar menggunakan material PBT.

Nah berbeda dengan keyboard saya sebelumnya, dia sudah memiliki battery bawaan sehingga lebih praktis dibandingkan AAA, daya tahannya pun bisa dibilang cukup awet apalagi jika backlight dimatikan. Selain itu, RGB backlight juga hadir dengan beberapa mode yang bisa kita atur dari keyboard atau menggunakan aplikasi tambahan.

Dukungan Konektivitas

Keyboard ini hadir dengan dua opsi koneksi, yang pertama kabel via USB Type-C dan yang kedua bluetooth 5.1 yang bisa kita atur dengan 3 profile berbeda, jadi kita bisa menghubungkan keyboard ini hingga ke total 4 perangkat, 1 kabel, 3 bluetooth dengan tombol kombinasi cepat untuk berpindah perangkat.

Nah seperti pada gambar diatas, port USB dan Toggle Bluetooth ada disamping kanan dan meskipun jika kamu menggunakan koneksi bluetooth, kamu tetap bisa menggunakannya sambil charge kok, jadi jangan khawatir kehabisan battery ketika sedang digunakan.

Untuk berganti mode bluetooth, cukup tekan FN + Z / X / C saja. Dimana dengan itu kita bisa berganti profile dengan cepat dan mudah.

Build Quailty dan Bonus Magnetic Case

image by : Paradox Gaming

Untuk Build Qualitynya sih saya rasa ini ini salah satu keyboard murah yang feelnya kayak premium, dia benar benar solid berkat bodi berbahan ABS Plastic, untuk bagian keycaps sih standar aja, saya rasa ada yang lebih baik diluar sana, namun di keyboard ini feelnya memang lebih enak dan nyaman digunakan daripada ketika menggunakan Meca Air S sebelumnya.

Selain itu, yang jadi kelebihan utama dari keyboard ini adalah dia sudah hadir dengan Magnetic Case yang sekaligus berfungsi untuk meninggikan keyboard agar pengalaman mengetik lebih baik dan bisa kita sesuaikan.

image by : Paradox Gaming

Selain itu, Magnetic Case ini bisa juga dipakai untuk holder smartphone dan tablet.

image by : Paradox Gaming

Jadi dengan adanya magnetic case ini kita bisa membawa keyboard ini dengan mudah dan aman kemanapun dan kapanpun tanpa harus membeli case tambahan, selain jadi case, dia juga memiliki fungsi ekstra untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Namun untuk saya sendiri, magnetic case tersebut saya simpan karena memang untuk saat ini tidak saya butuhkan.

Layout Keyboard dan Feel Mengetik

Nah keyboard ini memiliki layout 68%, ukuran yang rendah dan karena memakan switch merah, dia benar benar silent, rasa mengetik memang masih enak, terutama karena layoutnya yang pas untuk saya dan ukurannya yang memang lebih pendek dibandingkan dengan profile standar.

Untuk beberapa shortcut juga bisa dengan mudah diakses dari beberapa tombol kombinasi FN, misalkan untuk mematikan atau menyalakan backlight, bisa dengan FN + \, untuk mengganti mode bisa dengan FN + ] atau FN + [ sesuai kebutuhan.

Untuk pengaturan ekstra, misalkan mengatur durasi backlight bisa kita atur dengan FN + panah kiri atau kanan.

Nah selain itu mode backlight sendiri ada beragam, mulai dari warna static dan dinamis semua ada dan untuk saya yang awalnya tidak pernah pakai keyboard seperti ini sih cukup seru juga, meskipun memang paling saya matikan juga.

Untuk pemakaian jangka panjang, rasanya enak juga loh, karena balik lagi ukurannya yeng lebih rendah bikin tangan tidak terlalu pegal ketika dipakai cukup lama. Selain itu karena dengan adanya backlight, pengalaman mengetik dimalam hari juga enak dan nyaman, karena saya bisa tahu lokasi tombol dengan mudah. Selain itu bagian paling pentingnya adalah karena dia pakai switch merah, suaranya juga tidak berisik dan istri saya tidak marah marah lagi.

Untuk mengetik yah enak juga, artikel yang saya tulis di WinPoin selama beberapa minggu terakhir juga sudah saya ketik dengan keyboard ini, meskipun memang sih ada beberapa typo mengingat ada perbedaan layout dari Meca Air S ke Paradox ZX68 ini, terutama pada bagian tombol FN yang biasanya itu merupakan letak dari tombol Windows.

Sementara untuk gaming, ini jujur enak banget, karena memang mungkin dia pakai switch merah yang merupakan tipe linear yang ringan dan halus, selain suaranya yang senyap, aktuasinya juga ringan, berbeda dengan switch biru dan brown yang juga kemarin sempat saya gunakan.

Dan karena travel distance lebih pendek yaitu sekitar 4 mm dengan titik aktuasi di 2 mm, membuatnya cepat merespons, jadi untuk game yang butuh respon cepat, keyboard ini sudah oke banget sih.

Dukungan Aplikasi?

Nah keyboard ini bisa kita padukan dengan aplikasi Paradox Gaming CSM Engine, dimana ini berfungsi sebagai software pendukung untuk keyboard Paradox Gaming. Dengan itu kita bisa dengan mudah mengatur pencahayaan RGB, memprogram macro, menyesuaikan profil game, dan mengoptimalkan performa switch sehingga keyboard bisa lebih fleksibel sesuai kebutuhan pengguna.

Kalo saya sih karena kurang suka juga dengan RGB, paling untuk sekarang pengaturan yang saya hanya set warna backlight menjadi full white saja, next mungkin akan saya sesuaikan makro dengan berbagai kebutuhan saya, tapi mari kita lihat nanti karena untuk menggunakan aplikasi ini sendiri ternyata cukup butuh penyesuaian.

Kesimpulan dan Apakah Worth it?

Paradox ZX‑68 Low Profile ini jelas berhasil jadi upgrade yang tepat setelah pengalaman dengan Digital Alliance Meca Air S. Dengan switch merah linear, keyboard ini menawarkan pengalaman mengetik yang lebih ringan, senyap, dan responsif yang jelas ini ideal untuk dipakai malam hari maupun sesi gaming panjang.

Selain itu, Paradox ZX‑68 Low Profile juga bisa jadi pilihan solid untuk pengguna yang mencari keyboard mekanikal murah dengan feel laptop‑like, senyap untuk mengetik, dan cepat untuk gaming. Cocok buat kamu yang ingin upgrade tanpa harus keluar dana besar, tapi tetap dapat fitur modern dan pengalaman premium.

Nah jika ditanya worth it sih jelas iya, harganya murah dengan value yang bisa dibilang sudah cukup oke juga, di rentan harga Rp.5xx.xxx, atau jika kamu beruntung kamu bisa dapat diharga dibawah Rp.3xx.xxx ketika diskon, jelas Paradox ZX68 ini sudah masuk kategori mantap.

Selain kualitasnya yang baik, feel mengetik yang enak, layout yang pas dan hadir dengan extra case multi fungsi, dengan harga segitu sih ini untuk worth it banget.

Nah jika kamu tertarik sih kamu bisa beli dari link Tokopedia berikut mumpung harganya masih promo guys. Atau kamu punya rekomendasi lain selain yang sudah dibahas diatas? atau jangan jangan kamu sudah pakai keyboard ini juga? komen dibawah guys.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation