Terus Bakar Uang, Open AI Terancam Rugi Rp 200 Triliun Lebih pada 2026

Sedikit kita bahas OpenAI, saat ini perusahaan tersebut memang menjadi salah satu lab riset AI paling berpengaruh di dunia, terutama setelah kesuksesan ChatGPT yang mungkin hampir setiap hari mayoritas pengguna gunakan.

Bahkan, CEO Microsoft Satya Nadella bahkan menyebut OpenAI memiliki keunggulan dua tahun lebih awal dalam mengembangkan ChatGPT tanpa pesaing serius, sebuah posisi yang sangat menentukan dalam peta persaingan AI global.

Tetapi kawan – kawan, dibalik pencapaian yang bagus tersebut, kabarnya kondisi keuangan OpenAI justru menimbulkan tanda tanya besar, dan banyak yang menyebut bahwa mereka membakar uang dalam jumlah yang besar demi mempertahankan keunggulan teknologi-nya. Mulai dari ekspansi infrastruktur, pelatihan model berskala besar, perekrutan peneliti dan engineer top, dan biaya komputasi yang sangat tinggi tentu menjadi faktor utama dibalik potensi kerugian besar.

Perkiraan Kerugian Besar Tahun Ini!

TONTON JUGA:

Nah menurut informasi dari Windows Central, OpenAI diperkirakan akan mengalami kerugian hingga 14 miliar dolar AS pada 2026, jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin OpenAI berpotensi bisa bangkrut dan kehabisan kas dalam beberapa tahun kedepan. Hal ini sendiri diperparah oleh bebagai tantangan lain yang ada saat ini, termasuk banyaknya reaksi negatif atas rencana penyisipan iklan di ChatGPT.

Baca Juga : OpenAI Umumkan Iklan untuk ChatGPT Free dan Go

Meskipun begitu, CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menepis kekhawatiran terkait apa yang disebut sebagai gelembung AI ini, dimana ia menilai pengeluaran besar merupakan konsekuensi wajar untuk tetap relevan dan unggul di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Fakta menariknya, saat ini OpenAI dilaporkan mampu menghasilkan pendapatan dengan estimasi hingga 13 miliar dolar AS per tahun dari ChatGPT dan layanan akses LLM, tetapi di sisi lain, biaya komputasi saja bisa mencapai 1,4 miliar dolar AS, menciptakan kesenjangan besar antara pendapatan dan pengeluaran.

Selain itu, Altman mengklaim bahwa pendapatan OpenAI tumbuh sangat cepat, baik dari segmen konsumen maupun enterprise, ia bahkan sangat optimistis bahwa pendapatan perusahaannya bisa melonjak secara eksponensial hingga menyentuh 100 miliar dolar AS pada 2027, termasuk dari pengembangan produk perangkat keras di masa depan. Namun jika dilihat dari laporan Tom’s Hardware, justru proyeksi tersebut diragukan dan menyebut OpenAI berpotensi kehabisan dana pada pertengahan 2027.

Selain itu ada laporan lain yang mengungkap bahwa OpenAI diperkirakan merugi sekitar 8 miliar dolar AS pada 2025, dengan potensi kerugian membengkak hingga 40 miliar dolar AS pada 2028, bahkan Ekonom Council on Foreign Relations, Sebastian Mallaby, menilai bahwa bahkan jika OpenAI mengubah strategi bisnisnya atau memanfaatkan valuasi saham yang tinggi, jalan keluar dari tekanan finansial ini tidak akan mudah.

Nah dengan kondisi tersebut, OpenAI mungkin harus kembali mencari pendanaan baru dari para investor untuk menjaga operasional tetap berjalan.

Bagaimana menurutmu mengenai kabar ini guys? coba komen dan berikan pendapatmu dibawah.

Via : The Register, Windows Central


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation