
Sejak bulan Juni, Twitter mulai melakukan uji coba fitur berupa anjuran untuk membaca isi dari artikel terlebih dahulu sebelum tweeting/RT dalam upaya memberikan informasi yang kredibel pada sebuah diskusi serta memerangi disinformasi atau ‘hoax’. Uji coba ini hanya tersedia pada pengguna Twitter yang menggunakan Android.
Berdasarkan laporan Twitter, uji coba ini berhasil mendorong pengguna untuk membaca isi artikel sebelum posting ke Twitter.
📰 More reading – people open articles 40% more often after seeing the prompt
— Twitter Comms (@TwitterComms) September 24, 2020
📰 More informed Tweeting – people opening articles before RTing increased by 33%
📰 Some people didn’t end up RTing after opening the article – which is fine! Some Tweets are
best left in drafts 😏
Berdasarkan statistik yang diberikan diatas, setelah melihat anjuran, pengguna yang akan membaca isi artikel terlebih dahulu mengalami peningkatan sebesar 40%, pengguna yang membaca isi artikel sebelum posting ke Twitter sebanyak 33%, serta beberapa orang yang memilih untuk tidak Re-Tweet setelah membaca isi artikel.
Twitter memberikan fitur ini guna menghadapi pemilihan presiden di Amerika Serikat pada bulan November. Dimana tentunya akan ada banyak disinformasi yang digunakan untuk propaganda atau menggiring opini.
Dengan Twitter memberikan anjuran ini, diharapkan pengguna tidak hanya membaca judul saja, tetapi juga membaca isi artikel sebelum posting ke Twitter.
Source: Neowin
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
