Saat ini, kebanyakan malicious ads, menargetkan pengguna Windows, dan menurut statistik yang dibagikan minggu lalu oleh Cyber Devcon, sebuah perusahaan keamanan menunjukan bukti lebih detail mengenainya.

Cyber Devcon mengatakan bahwa berdasarkan data yang dikumpulkan oleh internal devices, sekitar 61% dari iklan berbahaya yang telah mereka amati antara 11 juli dan 12 november 2019 ditujukan untuk pengguna Windows.

Ini termasuk malicious campaign yang dirancang untuk mengarahkan pengguna ke situs jahat atau untuk menipu pengguna agar mendownload sebagian malware yang telah dibuat sebelumnya. Devcon juga mengatakan alasan yang diberikannya cukup sederhana dan tentu saja masih berkaitan dengan Window, yang saat ini merupakan pasar yang besar dan tentunya akan menjadi incaran para penjahat cyber diluar sana.

Namun, statistik malvertising perusahaan juga datang dengan penemuan yang mengejutkan, didalamnya mengungkapkan bahwa malicious ads, selama empat bulan terakhir juga telah menargetkan ChromeOS dalam jumlah yang mengejutkan.

Devcon mengatakan 22% dari iklan berbahaya yang mereka amati menargetkan OS baru Google, macOS (10,5%), iOS (3,2%), Android (2,1%), dan iPadOS (0,8%).

Yang paling tidak ditargetkan, kata Devcon, adalah Linux, yang hanya menyumbang 0,3% dari semua iklan jahat yang dicatat perusahaan, yang tidak mengejutkan, karena sebagian besar sistem Linux digunakan sebagai server.

Nah tips untuk kamu yang pengen terhindar dari situs situs berbahaya yang mengandung malicious ads, cukup jauhi saja situs situs penyedia aplikasi bajakan. 😁

Via : ZDNet

  HP Gaming Terbaik 2019..!!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.