Jika kamu membuka Task Manager, biasanya akan terdapat service yang bernama Antimalware Service Executable. Kamu mungkin penasaran terhadap service tersebut dan kenapa service tersebut terkadang boros CPU, Disk atau Memory. Artikel ini akan membahas fungsi dari Antimalware Service Executable dan apakah perlu dimatikan.

Apa itu Antimalware Service Executable?

Seperti versi Windows sebelumnya, Windows 10 memiliki Windows Defender — yang merupakan bagian dari Windows Security — sebagai anti virus bawaan. Untuk melindungi sistem setiap saat, Windows Defender memiliki service yang berjalan secara background yaitu Antimalware Service Executable (MsMpEng.exe).

Pada saat tertentu, service ini akan mengkonsumsi banyak resource pada CPU, Disk atau Memory. Ini merupakan hal yang wajar, sebab Windows Defender perlu melakukan scanning file, install versi antivirus, dan monitoring file secara berkala.

Namun pada kasus tertentu, konsumsi service ini bisa 100% dan terjadi secara lama dan berulang-ulang. Hal biasanya mengindikasikan terdapat potensi virus atau malware.

Apakah perlu matikan Antimalware Service Executable?

Windows Defender akan otomatis mati ketika kamu menginstall antivirus pihak ke-3.

Tetapi jika kamu tidak ingin menggunakan antivirus pihak ke-3 dan ingin mematikan Antimalware Service Executable, kamu bisa mematikan fitur Real-time protection pada Windows Security, meskipun tidak tersebut bersifat permanen tetapi kamu bisa menggunakan cara ini juga ingin mematikannya secara permanen. Meskipun tentunya hal ini tidak direkomendasikan.


Itu dia penjelasan mengenai Antimalware Service Executable di Windows 10. Jika terdapat pertanyaan, kamu bisa berkomentar melalui kolom dibawah/

  Technow #51: Android 12, iPad Mini Pro, Nintendo Switch 2, Galaxy Watch Pake Wear OS..?? 🔥🔥  

SUBSCRIBE CHANNEL KEPOIN TEKNO

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.