Bolt Menaikkan Harga Kuota “2x Lipat” Tanpa Pemberitahuan

Tahu tidak apa yang sama dari provider Internet yang menggunakan kartu di Indonesia? Yup benar. Terlalu banyak syarat dan ketentuan berlaku yang seolah-olah menguntungkan konsumen, tetapi sebenarnya lebih menguntungkan si provider. Terlalu banyak paket. Terlalu banyak aturan penggunaan. Terlalu tricky.

Masa Depan Internet Indonesia Tampak Cerah

Tetapi masa depan internet di Indonesia sungguh tampak cerah begitu Bolt datang dan menawarkan paket internet berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau. Dengan paket 200.000 rupiah per bulan kamu akan mendapatkan 30GB kuota yang bisa dipakai selama 2 bulan. Tanpa banyak syarat dan ketentuan penggunaan. Dan tebak..kecepatannya terbilang tinggi untuk rata-rata koneksi internet di Indonesia: mencapai 1 – 20 Mbps!

Bolt Menaikkan Harga Kuota “2x Lipat” Tanpa Pemberitahuan

Tidak heran karena hingga saat ini Bolt merupakan satu-satunya provider dengan koneksi 4G LTE di Indonesia.

Bangun Dari Mimpi..!

Tetapi ternyata semua itu hanya fatamorgana saja. Internet di Indonesia masih jauh dari kata murah, dan syarat ketentuan masih menjadi budaya. Masa depan internet di Indonesia yang cerah masih sebatas mimpi, setidaknya hingga saat ini.

Tanpa pemberitahuan kepada konsumennya, Bolt tiba-tiba menaikkan harga kuota hingga “2x lipat”.

Seperti provider lainnya Bolt memang tampak tricky memainkan harga paketnya. Mereka seolah-olah meningkatkan kuota dari yang sebelumnya 30GB menjadi 36GB untuk paket yang Rp. 200.000. Tetapi ternyata paket tersebut dipecah lagi menjadi 15GB untuk 2 bulan penggunaan dan 21GB untuk 7 hari pertama sejak pengisian kuota.

Bolt Menaikkan Harga Kuota “2x Lipat” Tanpa Pemberitahuan

Paket bonus ini tricky. Siapa yang mau leha-leha memboroskan 21GB dalam 7 hari pertama, sedangkan hari-hari berikutnya selama hampir 2 bulan harus berhemat-hemat ria dengan 15GB kuota saja?

Belum lagi bagi pengguna yang berada di lokasi dengan coverage sinyal yang belum sempurna. Bagaimana mereka harus menghabiskan 21GB dalam 7 hari sedangkan kecepatan internet mereka masih terbatas karena keterbatasan sinyal?

21GB dalam 7 hari ini artinya pengguna harus menghabiskan 3GB sehari, dimana ini merupakan penggunaan yang tidak wajar bagi kebanyakan orang. 21GB kuota bonus ini adalah kuota yang tidak efektif. Kuota efektif yang sebenarnya adalah yang turun dari 30GB menjadi 15GB saja untuk penggunaan 2 bulan.

Tanpa Pemberitahuan

Jika kamu pengguna Bolt, pasti kamu cukup sering mendapatkan email dan SMS dari mereka. Beli pulsa dapat email/sms, isi paket kuota dapat email/sms, ada info atau promo dapat email/sms, tetapi perubahan harga tidak sama sekali dapat email/sms.

Bolt mengubah harga paket secara diam-diam.

Hal ini sebenarnya tidak salah mengingat di syarat dan ketentuan memang dituliskan bahwa harga paket bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Tetapi ya terasa kurang sesuai aja dengan bagaimana rajinnya mereka mengirim email/sms jika ada promo atau program-program baru.

Banyak Pengguna Kecewa

Dalam 7 bulan saja sejak perilisannya, Bolt sudah berhasil menggaet lebih dari 750.000 pelanggan. Padahal area coverage mereka masih terbatas hanya di jabodetabek saja.

Dengan perubahan harga kuota yang naik hampir 2x lipat ini, banyak sekali pengguna Bolt yang kecewa. Mereka mengekspresikannya melalui berbagai media, salah satunya melalui Twitter dan Facebook.

Bolt Menaikkan Harga Kuota “2x Lipat” Tanpa Pemberitahuan Bolt Menaikkan Harga Kuota “2x Lipat” Tanpa Pemberitahuan Bolt Menaikkan Harga Kuota “2x Lipat” Tanpa Pemberitahuan Bolt Menaikkan Harga Kuota “2x Lipat” Tanpa Pemberitahuan Bolt Menaikkan Harga Kuota “2x Lipat” Tanpa Pemberitahuan

Internet Cepat Buat Apa?

Pertanyaan populer yang muncul dari Menkominfo Tifatul Sembiring ini sepertinya mulai relevan. Dengan kecepatan yang bisa mencapai 20Mbps namun tanpa dibarengi dengan durasi penggunaan kuota yang wajar, maka kita bisa bertanya kepada pihak Bolt: Internet Cepat Buat Apa?

Yup..percuma internet cepat kalau ternyata mayoritas kuota hanya bisa digunakan di 7 hari pertama saja.

Bagaimana tanggapan kamu dengan kebijakan Bolt ini?

  Apa Kabar Windows Phone..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.