
Integrasi AI di lingkungan kerja memang sudah semakin luas, di tempat saya bekerja-pun saat ini mayoritas sudah menggunakan Microsoft 365 Copilot untuk membantu berbagai pekerjaan pegawainya.
Namun, tahukah kamu bahwa berdasarkan kabar terbaru, implementasi tersebut tampaknya tidak selalu berjalan mulus karena sebuah bug di Microsoft 365 Copilot tampaknya telah membuat AI tersebut membaca email rahasia perusahaan saat melakukan proses peringkasan / summarize pesan.

Yang intinya, summarization tetap berjalan meskipun kebijakan DLP atau label privasi seharusnya membatasi pemrosesan tersebut.
Masalah yang pertama kali dilaporkan oleh Office365ITPros melalui advisory di portal admin Microsoft ini tentu telah mendapatkan perhatian luas, karena menurut pemberitahuan resmi di portal admin, Copilot secara tidak sengaja mengakses email yang seharusnya tidak diproses untuk diringkas. Hal ini tentu berdampak besar, karena menyangkut kebijakan Data Loss Prevention dan label privasi yang biasanya membatasi akses terhadap konten sensitif.
Bug ini umumnya hanya berdampak pada email di folder sent items dan draft, dimana email tersebut dikirim ke Copilot Chat untuk diringkas. Menurut Microsoft, mereka menyatakan bahwa perilaku ini bukan desain yang disengaja, melainkan murni akibat kesalahan pemrograman saja.
Status perbaikan?
Nah meskipun baru ramai diperbincangkan baru-baru ini, masalah ini sebenarnya pertama kali dilaporkan oleh pelanggan pada 21 Januari 2026 dengan ID insiden CW1226324.
Sementara itu, perbaikan mulai digulirkan secara bertahap sejak 10 Februari 2026. Namun hingga saat ini, patch belum sepenuhnya tersedia untuk semua pelanggan yang terdampak. Microsoft menyebut bahwa mereka sedang memberi notifikasi pada pelanggan yang terdampak, menguji dampak perbaikan dan memastikan patch berjalan sesuai harapan sebelum distribusi penuh dijalankan.
Namun yang pasti, bagi pelanggan enterprise yang rela membayar mahal untuk lisensi produk dengan asumsi bahwa kontrol keamanan seperti DLP dan label privasi benar-benar ditegakkan, jelas isu ini bukan sekedar bug biasa, karena kebocoran data sekecil apapun bisa berdampak pada hukum dan reputasi yang besar.
Nah mari kita tunggu saja kabar dari Microsoft untuk perbaikan penuhnya, namun dari sisi perusahaan yang mengintegrasikan AI dalam workflow internalnya, kejadian ini bisa menjadi pengingat bahwa implementasi AI harus diawasi dengan ketat dan audit keamanan berkala sangat penting untuk dilakukan.
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.
