Cara Mengganti Icon Debian di Windows Terminal Agar Lebih Rapi

Makin hari Windows Terminal ini memang makin nyaman untuk digunakan, hal tersebut karena sudah ada beberapa fitur keren yang bisa kita manfaatkan, mulai dari split tab, export text dan lainnya yang secara fungsi jelas sangat bermanfaat untuk pengguna.

Baca Juga : Kenapa Kita Harus Pakai Windows Terminal?

Namun kawan kawan, di Windows Terminal terutama pada distro linux yang kita install via WSL, icon dari Distro Linux tersebut kadang kurang pas, misalkan seperti icon Debian berikut yang mana terlihat kacau dalam dark mode.

TONTON JUGA:

Nah meskipun memang tidak ada pengaruhnya dari sisi fungsi, namun mungkin sebagian pengguna merasa kurang nyaman akan ketidak konsistenan tersebut, tetapi beruntungnya, kita bisa mengubah icon ini dengan sangat mudah kok guys, caranya juga sederhana, cukup lakukan beberapa langkah berikut saja.

Langkah 1. Pertama siapkan dulu file .ico yang kamu inginkan, icon yang saya cari biasanya ada di https://icon-icons.com/

Kemudian download yang resolusi 32×32 px dan simpan di directory yang aman.

Langkah 2. Setelah itu, silahkan kamu buka Windows Terminal > klik Settings.

Langkah 3. Silahkan pilih profile yang akan di edit (dalam kasus saya yaitu profile Debian), pada bagian icon silahkan browse dan pilih icon yang sudah didownload dan disimpan tadi.

Baca Juga : Cara Mudah Sync Catatan di Obsidian Secara Gratis

Setelah dipilih, klik Open dan simpan perubahan di profile tersebut.

Dan selesai deh, sekarang icon sudah berubah,

Nah mudah banget bukan?, salah satu alasan kenapa icon ini perlu disesuaikan sih bukan karena masalah fungsi, namun lebih ke kenyamanan visual dan pengalaman pakai. Jadi jika kamu tidak masalah dengan icon yang ada ya tidak apa – apa juga.

Namun perlu diingat, format gambar wajib .ico, kamu tidak bisa pakai format .png ataupun .jpeg. Dan yang pasti sih dengan tampilan yang rapi, konsisten, dan mudah dikenali bisa membuat workflow terasa lebih enak, apalagi kalau sering bekerja dengan banyak tab dan distro wsl sekaligus.

Nah silahkan kamu coba guys, semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation