Dinosaurus apa yang menurutmu paling menakutkan? Banyak, kamu bisa menyebut T-Rex, Giganotosaurus, Spinosaurus, Velociraptor atau yang lain. Tapi dinosaurus yang paling dibenci oleh banyak orang? Tak lain adalah dinosaurus Google Chrome. Sudah tak terhitung berapa milyar mulut yang mengumpat makhluk kecil tak berdaya ini. Kasihan memang, tapi setiap dia muncul rasa kesal itu memang tak terelakkan. Karena si kecil ini muncul saat Chrome gagal terhubung ke internet.

Sejarah awal

Sebastien Gabriel

Pada tahun 2013, Google memutuskan untuk memberikan update pada Chrome dengan memberikan tampilan baru saat Chrome gagal menyambung ke Internet. Sebastien Gabriel selaku sang desainer ingin membuat ikon yang tidak mengintimidasi, namun juga memiliki simbol tidak ada koneksi internet. Hasilnya adalah pixel art berupa sebuah T-Rex yang imut. Sebastien Gabriel juga mendesain ikon-ikon yang lain seperti broken web, error 404, missing page, dan berbagai ikon yang tidak ingin kamu lihat. Sebastien sendiri juga berharap para pengguna Chrome tidak bertemu ikon-ikon yang dia desain.

Jadi Game

Setahun kemudian, tahun 2014, Sebastien Gabriel mengumumkan bahwa kini si T-Rex telah menjadi sebuah game. Game tersebut dikerjakan oleh Alan Bettes, Manuel Clement dan Edward Jung. Kamu bisa memulai game ini dengan menekan tombol spasi, tombol arah atau menyentuh layar jika kamu menggunakan smartphone. Game ini simpel, kamu cukup mengendalikan si T-Rex untuk menghindari kaktus dan Pterodactyl dengan melompat sedang, melompat tinggi, atau menunduk. Game ini berupa game unlimited run, yang artinya tidak ada garis finishnya. Satu-satunya perubahan yang akan kamu temui hanyalah kecepatan yang terus bertambah dan background yang berubah dari siang menjadi malam. Jika kamu lelah, kamu bisa berhenti dengan menekan tombol alt.

Masalah Unik

Source 9to5Google

Berdasarkan diskusi di chromium.org, ada pengguna yang memposting sebuah kejadian tak terduga di sebuah sekolah yang menggunakan Chromebook sebagai media pembelajaran. Salah seorang siswa dengan sengaja mematikan internet sekolah demi memainkan game ini. Mengingat ketergantungan Chromebook pada internet yang sangat tinggi, kejadian ini memicu kepanikan para siswa dan guru. Rasanya terdengar konyol, namun pihak Google menanggapi masalah tersebut dengan serius. Google akhirnya memutuskan untuk menonaktifkan game ini di Chromebook yang terhubung dengan sistem sekolah.

Kenapa T-Rex?

Beberapa tahun setelah game ini terkenal, banyak orang yang menanyakan “Kenapa sih ikonnya T-Rex?” Berbagai dugaan pun muncul. Ada yang bilang T-Rex ini adalah simbol jaman purba yang tidak ada internet. Ada yang menduga bahwa T-Rex ini adalah simbol replika fosil T-Rex di markas Google yang bernama Stan. Malah ada juga yang mengatakan bahwa T-Rex yang  memilik sosok mengerikan ini menggambarkan keganasan manusia, namun karena tangan T-Rex yang teramat kecil, T-Rex digambarkan sering kesulitan untuk meraih sesuatu, seperti manusia yang kesulitan meraih internet. Lantas mana yang benar? Sebastien sendiri tidak menjelaskan alasan detail kenapa dia memilih T-Rex sebagai ikonnya, jadi, yah, kita memang hanya bisa menebak-nebak saja.

Siapa sangka, dinosaurus yang dibenci banyak orang dan sering terabaikan ini sebenarnya memiliki banyak cerita, bahkan membuat skandal di sekolah. Seperti yang dikatakan Shinichi Kudo, “Hal-hal yang mudah luput dari mata, kadang memiliki arti yang lebih penting dari apapun.” Setiap ikon yang kamu temui di depan layarmu selalu memiliki arti tersendiri, bukan hanya sekedar tombol atau logo. Misal, pernahkah kamu bertanya kenapa ikon speaker menghadap ke kanan? Ada alasannya juga lho. Buat kamu yang sudah tahu, silakan bagikan di disini yak!

 

Source: Google Developer, Chromium

  AXIS HYPHONE Beneran Unlimited..??  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.