Discord tampaknya mulai serius meninggalkan Electron, dimana mereka saat ini sedang mengembangkan ulang aplikasi desktop mereka menggunakan Rust dan framework GPUI. Hasil awalnya cukup mengejutkan guys, dimana aplikasi baru tersebut diklaim mampu menggunakan RAM sekitar 70% lebih sedikit dibandingkan versi saat ini.
Bahkan, dalam demonstrasi yang dibagikan oleh co-founder sekaligus CTO Discord, Stanislav Vishnevskiy, aplikasi baru tersebut berhasil menampilkan daftar teman sebelum versi Electron selesai melewati layar loading.
Aplikasi Rust Lebih Cepat Dibuka
Nah dalam video berdurasi 15 detik yang bisa kamu lihat diatas, Discord memperlihatkan perbandingan aplikasi lama dan versi baru yang dijalankan dari kondisi cold start.
Aplikasi lama berbasis Electron membutuhkan beberapa detik untuk melewati layar kosong dan animasi Starting, sementara itu, versi Rust langsung menampilkan jendela aplikasi dan memuat daftar teman jauh lebih cepat.
Menariknya, Discord memastikan kedua aplikasi benar-benar dijalankan dari kondisi tertutup, bukan sekadar dibuka kembali dari system tray. Seperti yang bisa kita lihat, versi baru juga tidak lagi membutuhkan layar Starting. Menurut tim Discord, arsitektur baru memungkinkan aplikasi melakukan proses bootstrap dengan sangat cepat, sementara update dilakukan secara otomatis di latar belakang.
Penggunaan RAM Turun hingga 70%
Peningkatan performa bukan satu-satunya hal menarik, karena Discord juga memperlihatkan penggunaan RAM versi baru yang hanya sekitar 290,2MB, bahkan ketika dua akun digunakan secara bersamaan.

Sebagai perbandingan, penggunaan RAM aplikasi Discord berbasis Electron dapat mencapai 1GB atau lebih dalam kondisi tertentu. Dan bahkan nih, dalam pengalaman saya sendiri, penggunaan RAM Discord ini 11-12 dengan Teams yang memang memakan banyak kapasitas RAM.

Nah jika kita bandingkan dengan versi baru, angka 290,2MB tersebut sekitar 70% lebih rendah dibandingkan patokan 1GB. Namun, perlu dicatat bahwa angka ini berasal dari build awal dan belum merupakan benchmark resmi dengan kondisi pengujian yang sepenuhnya setara.
Bukan Menggunakan Tauri, Discord Memilih GPUI
Nah menariknya, Discord tidak memilih Tauri sebagai pengganti Electron, mereka justru menggunakan GPUI, framework interface berbasis Rust yang dikembangkan oleh pembuat editor kode Zed.
Berbeda dengan Electron yang membawa Chromium dan Node.js ke dalam aplikasi, GPUI memungkinkan interface digambar menggunakan GPU tanpa bergantung pada HTML, CSS, dan JavaScript untuk tampilan desktop.
Aplikasi Mobile dan Web Ikut Berubah
Perombakan Discord ternyata tidak hanya menyasar aplikasi desktop saja guys, karena ternyata Discord juga berencana meninggalkan React Native pada aplikasi mobile.
Sebagai gantinya, interface mobile akan tetap menggunakan pendekatan native, sementara sebagian kode aplikasi akan dibagikan melalui Rust, untuk versi web, tampilan tetap menggunakan HTML, tetapi logika aplikasi akan berpindah dari JavaScript ke WebAssembly (WASM).
Dengan pendekatan ini, Discord ingin menggunakan kembali lebih banyak kode di berbagai platform tanpa harus mengorbankan pengalaman pengguna.
Kapan Discord Rust Bisa Dicoba?
Untuk sekarang, aplikasi baru Discord masih dalam tahap pengembangan, menurut Ryan K. Rigney, Marketing Director Discord, menyebut pengujian privat akan segera dimulai.
Discord juga menegaskan bahwa performa bukan satu-satunya prioritas, karena aspek keamanan dan aksesibilitas tetap menjadi perhatian sebelum aplikasi dirilis lebih luas.
Aplikasi baru ini juga direncanakan mendukung Windows, macOS, dan Linux. Untuk keamanan login, token akun akan disimpan melalui system keyring, termasuk Windows Credential Manager pada Windows.
Jika hasil pengujian awal ini bisa dipertahankan hingga versi stabil, Discord berpotensi menjadi contoh menarik bahwa aplikasi desktop modern tidak harus selalu membawa browser engine besar seperti Electron.
Dan mungkin, ini juga menjadi pengingat bagi developer aplikasi lain bahwa pengguna tidak seharusnya membutuhkan RAM bergiga-giga hanya untuk membuka aplikasi chatting.
Nah mantap Discord, semoga saja pengembangannya lancar dan banyak developer aplikasi berlomba melakukan hal yang sama, apalagi mengingat harga RAM yang semakin gila, optimisasi seperti inilah yang jelas dibutuhkan pengguna.
Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.
Via : X
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Komentar