Facebook baru saja memberikan pengakuan kepada Bloomberg dan membenarkan kabar yang diungkap oleh agensi kontraktor yang diminta Facebook menangani proyek transkripsi voice chat yang sebagian besar dilakukan melalui fitur Messenger. Meskipun demikian, Facebook menyatakan bahwa data tersebut sudah dijadikan anonim dan berasal dari orang yang menjadi relawan alias memperbolehkan datanya untuk ditranskripsi. Jika kamu kurang familiar dengan istilah transkripsi, ini adalah prosedur mengubah audio menjadi tulisan. Meskipun sekarang sudah ada software atau AI yang mampu melakukan itu, namun kemampuannya masih terbatas, sehingga diperlukan jasa seorang transcriber untuk mendengarkan audio dan mengubahnya menjadi tulisan. Proyek ini konon dilakukan Facebook untuk meningkatkan kemampuan AI miliknya agar bisa lebih unggul dalam mengubah percakapan lisan menjadi tulisan.

Masalahnya, menurut seorang sumber dari Bloomberg, adalah kurangnya transparansi dalam proyek ini. Kontraktor dari TaskUs mengaku bahwa mereka tidak diberi tahu dari mana audio berasal dan alasan mereka melakukan transkripsi. Ini menjadikan beberapa pekerja merasa bahwa pekerjaan itu ‘tidak etis’, apalagi dijumpai materi percakapan lisan yang cukup vulgar. Kebijakan privasi data Facebook sendiri juga tidak menjelaskan bahwa ada seseorang yang mungkin memonitor konten.

Akibat kontroversi ini, Facebook terpaksa menghentikan proyek transkripsi tersebut. Ada kekhawatiran bahwa jika transkripsi percakapan ini mudah diperoleh Facebook, berarti voice assistant atau bahkan mungkin ada orang asli yang ikut mendengarkan percakapan kita di Messenger. Raksasa sosial media ini memang banyak dicurigai mendengarkan percakapan telepon dengan tujuan untuk lebih mudah menargetkan iklan. FTC juga baru saja menjatuhkan denda senilai USD 5 miliar kepada Facebook karena pelanggaran privasi.

Tantangan Facebook saat ini adalah menyeimbangkan kebutuhan teknis (yaitu mengembangkan AI milik mereka), dengan menjaga privasi, mengingat sebagai media sosial yang mensyaratkan semua orang memberikan identitas yang nyata, Facebook berada di jalur yang sangat bagus untuk mendapatkan keuntungan dari pemasangan iklan target spesifik di media sosial ini. Sayangnya ini terus mengalami konflik kepentingan dengan kebijakan privasi yang dinyatakan oleh Facebook akan mereka jamin dan perjuangkan.

Sumber: Engadget

  Duel Klasik VIVO vs OPPO..!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.