Akhir dari Google+: Kini Pecah Menjadi Photos, Streams, dan Hangouts

Google Plus memang sudah lama kita ketahui sunyi seperti kuburan di Purwakarta jam setengah tiga malam satu Sura. Namun ada hal lain yang menjadikan Google mengambil keputusan radikal, rencana menutup Google Plus! Menurut laporan di Wall Street Journal yang diterbitkan kemarin, sebuah glitch pada perangkat lunak dalam Google Plus mengungkap data profil pribadi ribuan pengguna Google Plus di luar developer. Glitch tersebut sudah ada di sana selama kurang lebih tiga tahun, namun Google memutuskan untuk tidak mengumumkan kebocoran tersebut karena kekhawatiran Google akan regulasi Eropa dan AS yang ketat dan pasti berdampak pada keluarnya banyak dana. Lagipula, belum ada bukti konkrit bahwa bug tersebut sudah di-eksploit oleh hacker.

Dalam tanggapannya terkait dengan kebocoran tersebut, Google menyatakan bahwa mereka akan mematikan semua fungsi konsumen di Google Plus. Jejaring sosial yang diluncurkan pada tahun 2011 ini pada awalnya dibuat untuk menghadapi dominasi Facebook dan Twitter, namun nampaknya kesulitan mendapatkan traksi sehingga akhirnya hanya digunakan oleh komunitas khusus saja. Dalam sebuah postingan blog yang diterbitkan setelah berita dari Wall Street Journal, Google mengonfirmasi bahwa mereka akan segera menutup Google Plus. Perwakilan Google juga mengonfirmasi kebenaran berita yang ditulis reporter Wall Street Journal.

Google mengakui kebenaran berita yang ditulis di WSJ, bahwa bug tersebut ditemukan pada musim semi 2018. Google juga menyatakan bahwa kekhawatiran mereka terhadap peraturan yang berlaku menjadikan mereka tidak mengungkapkannya.

Google mengekspos data pribadi ratusan ribu pengguna jejaring sosial Google Plus, lalu memilih untuk tidak mengungkap masalah ini di musim semi lalu, sebagian di antaranya adalah karena akan menimbulkan kekacauan dalam hal upaya mematuhi peraturan

Di sisi lain, Google juga menyiratkan bahwa tidak penting untuk mengungkap bug tersebut, karena kini bug tersebut sudah diatasi dan tidak ada bukti bahwa ada orang menggunakan bug tersebut untuk mencuri data pengguna.

Meskipun demikian, arah kesimpulannya sama: Google akan mematikan Google Plus untuk mempertahankan layanannya secara efektif. Dikatakan oleh Google bahwa proses penutupan ini akan berlangsung selama sepuluh bulan. Jadi kita tidak akan lagi bertemu dengan Google Plus pada Agustus 2019 mendatang.

Untuk kamu yang masih menggunakan Google Plus, sepertinya kamu harus melakukan ancang-ancang untuk migrasi ke platform jejaring sosial yang lain.

 

Sumber: BGR

  Wajib Kamu Tahu  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.