Umumnya, perusahaan teknologi menawarkan solusi data yang akan melindungi data pada saat kita mengirim atau menerima data. Namun tidak ada yang menjamin perlindungan data pada saat kita menggunakannya. Sebenarnya ada risiko pada saat kita sedang menggunakan komputer, seseorang ‘mengintip’ data yang sedang kita buka baik secara fisik maupun memanfaatkan software atau malware tertentu. Perusahaan-perusahaan yang bekerja mengandalkan keamanan data, tentu saja ingin agar datanya terlindungi dengan baik. Inilah sebabnya Microsoft, Intel, Google, dan tujuh perusahaan lain mengambil inisiatif untuk membentuk Confidential Computing Consortium untuk membantu dalam ‘menentukan dan meningkatkan’ teknologi open source yang memberikan akses data secara privat. Ide dasarnya adalah mengenkripsi data saat sedang digunakan oleh seseorang, bukan hanya saat dikirimkan atau diterima.

Salah satu kontribusi awal dari perusahaan-perusahaan teknologi ini antara lain berupa framework dari Microsoft yang membantu seseorang menulis kode untuk dijalankan dalam Trusted Execution Environment, sebuah framework yang melindungi kode di tingkat hardware, dan juga alat Red Hat yang membantu menciptakan lingkungan aman tempat kita dapat membuat dan menjalankan aplikasi secara privat tanpa server.

Dalam hal ini, Linux Foundation akan menjadi host utama bagi konsorsium ini. Praktiknya secara nyata adalah perusahaan-perusahaan ini akan saling memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman agar seseorang bisa mengakses datanya dengan tanpa kekhawatiran akan dicuri atau dimanfaatkan orang lain. Dengan jaminan nama-nama besar bidang teknologi tersebut, kelihatannya platform yang akan diciptakan bakal bisa memberikan hasil optimal bagi para pengguna teknologi.

Sumber: Engadget

  Xiaomi Siapkan Hape 108MP Kamera!  

NB: Subscribe channel Kepoin Tekno agar tidak ketinggalan berbagai info menarik dan bermanfaat seputar teknologi, setiap hari.